Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tantangan Muslimah, Aktivis: Penerimaan Masyarakat Dijadikan Ukuran

Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:38 WIB Last Updated 2026-10-21T07:38:55Z


TintaSiyasi.id — Husna Suriani, Aktivis Muslimah Malaysia mengingatkan bahwa Muslimah masa kini menghadapi tantangan berupa kekeliruan dalam menilai harga diri, yakni tatkala penerimaan masyarakat terhadap penampilan dan kecantikan sering dijadikan sebagai ukuran.

 

“Kita hidup di zaman ketika orang sering menilai penampilan kita, bagaimana kecantikan dipamerkan, tubuh dijadikan sebagai bahan penilaian, dan penerimaan masyarakat seolah-olah menjadi penentu harga diri,” sebutnya.

 

Bukan pandangan Allah, Husna menyayangkan bahwa pandangan masyarakat itu yang menjadi penentu bagi nilai harga diri.

 

“Keadaan itu menuntut setiap Muslimah untuk menilai kembali siapa yang seharusnya menentukan nilai dirinya, apakah berdasarkan ukuran manusia atau ketetapan Allah sebagai Pencipta dan pemberi panduan kehidupan,” ulasnya dalam program daring Kelas Kesempurnaan Islam bertajuk Hijab Kami, Iman Kami, Maruah Kami, Sabtu (17/10/2026).

 

“Siapakah yang seharusnya menentukan nilai dirinya? Siapa yang seharusnya menentukan nilai diri kita? Siapa yang menciptakan kita, siapa yang menyediakan aturan, dan siapa yang seharusnya kita taati perintahnya? Jadi, apakah ukuran manusia atau ukuran Allah? Itu yang harus kita tanyakan,” ujarnya sembari mengajak peserta untuk mengintrospeksi diri.

 

Tantangan lainnya, Husna menyebut adanya kecenderungan menjadikan hijab sekadar bagian dari penampilan atau aksesori. “Padahal, Muslimah perlu memahami ilmu dan tuntunan yang mendasari pemakaiannya,” ungkapnya.

 

“Allah Swt. telah memerintahkan Nabi Muhammad saw. agar menyampaikan kepada istri-istri beliau, anak-anak perempuan beliau, dan perempuan-perempuan Mukmin untuk mengulurkan pakaian mereka,” tuturnya.

 

“Jadi, ini menunjukkan bahwa seorang Muslimah bukanlah sosok yang dibiarkan begitu saja, tetapi sosok yang dipelihara dengan ayat-ayat Allah Swt.,” paparnya.

 

“Maka janganlah kita menjadikan hijab itu sekadar aksesori saja, sekadar sebagai penutup rambut saja, tidak. Tetapi kita harus menyadari bahwa itu merupakan suatu perintah Allah. Jadi, kita harus memiliki ilmu untuk melaksanakan perintah tersebut,” bebernya.

 

Selain itu, ia turut mengungkapkan tantangan perubahan peradaban dan perkembangan tren busana yang senantiasa berubah dari waktu ke waktu, termasuk akibat pengaruh luar yang semakin kuat masuk ke tengah masyarakat umat Islam.

 

“Kita dapat melihat garis waktu dunia ini, bagaimana pakaian Muslimah atau pakaian perempuan itu mengalami evolusi ataupun perubahan. Yang terakhir, kita melihat bagaimana pengaruh-pengaruh Barat masuk ke dunia umat Islam dengan begitu cepat hingga mengubah kedudukan ataupun pakaian perempuan,” ujarnya.

 

Pada saat yang sama, Husna menekankan bahwa maruah Muslimah tidak seharusnya dinilai berdasarkan rupa fisik atau ukuran manusia, melainkan dikaitkan dengan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

 

“Maruah kita itu dinilai dengan ukuran Allah Swt., bukan ukuran manusia. Allah tidak memandang wajah kita, tidak memandang rupa kita, tetapi Allah memandang ketakwaan kita,” tegasnya.[] Aliya Ab Aziz

Opini

×
Berita Terbaru Update