Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Aliansi MBZ-Zionis, Menikam Kaum Muslim dari Belakang

Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:51 WIB Last Updated 2026-10-13T14:51:57Z

TintaSiyasi.id -- Di tengah derita panjang kaum Muslimin dan gelombang penodaan yang terus menerus mendera Masjidil Aqsa—suci umat Islam yang pertama—sebuah fakta pahit terpampang nyata di panggung geopolitik Timur Tengah. Banyak penguasa negeri-negeri Muslim, khususnya Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed (MBZ), tega merajut persekongkolan mesra dan normalisasi hubungan dengan entitas Zionis penjajah.

Aliansi pengkhianatan ini bukan sekadar urusan diplomasi dagang atau pertukaran teknologi, melainkan sebuah tikaman dari belakang terhadap darah dan nyawa saudara-saudara kita di Palestina. Ketika Masjidil Aqsa dikepung, diinjak-injak, dan hendak diruntuhkan oleh para teroris Zionis, rezim sekuler boneka seperti UEA sibuk mengamankan kepentingan ekonomi kapitalisnya bersama penjajah, membungkam suara pembelaan umat, dan menjadi perpanjangan tangan musuh-musuh Islam di jantung dunia Arab (NgajiShubuh, 05/10/2026).

Akar Masalah: Sekularisasi Politik Luar Negeri dan Kapitalisasi Tahta

Mengapa para pemimpin negeri Muslim tega berkhianat dan berpaling dari urusan darah serta kehormatan umat Islam sendiri? Jawabannya berakar pada dua penyakit kronis: Sekularisasi Politik Luar Negeri dan Kapitalisasi Tahta Kekuasaan.

1. Sekularisasi Politik Luar Negeri (Nasionalisme Sempit): Paham sekuler telah mencabut ikatan akidah Islam dari sendi-sendi perumusan kebijakan luar negeri. Hubungan antarnegara tidak lagi didasari oleh prinsip ukhuwah Islamiyah (persaudaraan seiman) atau pembelaan terhadap kaum yang terzalimi, melainkan diatur oleh asas manfaat sempit, pragmatisme politik, dan nasionalisme kufur (wathaniyah). Penderitaan Muslim Palestina dianggap sebagai "urusan domestik negara lain" yang tidak ada sangkut pautnya dengan mereka.

2. Kapitalisasi Tahta dan Pengabdian pada Hegemoni Kapitalis: Para penguasa zalim ini mengkapitalisasi kekuasaan demi melanggengkan tahta dan kekayaan dinasti mereka. Mereka merasa aman dan berkuasa hanya dengan mendapatkan restu dari hegemoni imperialis Barat dan entitas Zionis. Roda kekuasaan digerakkan bukan untuk melayani umat atau menegakkan keadilan Allah, melainkan untuk melindungi investasi korporasi global dan mengamankan kedudukan politik mereka dari ancaman kudeta atau tekanan asing.

Allah SWT telah memperingatkan dengan sangat tegas sebagaimana firman-Nya :

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpin(mu); mereka satu sama lain saling melindungi." (TQS. Al Maidah: 51)

Solusi Islam: Menghapus Pengkhianatan Melalui Kesadaran Akidah dan Kekuatan Militer Global

Penyakit pengkhianatan para penguasa boneka tidak bisa disembuhkan dengan dialog damai atau diplomasi basa-basi. Umat Islam membutuhkan solusi radikal yang berakar pada akidah yang benar:

1. Menghilangkan Pengkhianatan dan Memperkuat Ukhuwah: Umat Islam harus menyadarkan diri bahwa ikatan akidah jauh lebih kuat daripada batas-batas teritorial buatan penjajah kolonial (Sykes-Picot). Pembelaan terhadap Masjidil Aqsa dan tanah Palestina adalah kewajiban mutlak setiap Muslim tanpa terkecuali. Rasulullah SAW bersabda menegaskan eratnya ikatan kaum mukminin:

"Perumpamaan kaum mukminin dalam hal cinta-mencintai, kasih-mengasihi, dan sayang-menyayangi adalah bagaikan satu tubuh. Apabila ada satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur." (HR. Muslim)
   
2. Menegakkan Kepemimpinan Global (Khilafah) Sebagai Pelindung Hakiki: Solusi tuntas atas penjajahan di Palestina dan pengkhianatan para penguasa sekuler adalah penegakkan kembali institusi kepemimpinan umum umat Islam (Khilafah). Hanya di bawah naungan Khilafah, seluruh potensi militer kaum Muslimin akan disatukan, batas-batas negara bangsa dirobohkan, dan komando jihad dikerahkan untuk membebaskan tanah yang dijajah serta menyeret para pengkhianat umat ke hadapan pengadilan syariat.

Persekongkolan busuk penguasa seperti MBZ dengan entitas Zionis adalah buah pahit dari cengkeraman sekularisme dan kapitalisme global yang telah merusak jiwa kepemimpinan umat. Sudah saatnya umat bersatu, meruntuhkan tirani penguasa boneka, dan kembali berjuang menegakkan hukum Allah secara kaffah demi kejayaan Islam dan pembebasan Masjidil Aqsa!

Wallaahu a’lam bishshawwab


Oleh: drh, Mei Widiati, M.Pd
Pemerhati Pendidikan dan Kesehatan

Opini

×
Berita Terbaru Update