Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Sekular-Kapitalisme Mengosongkan Nilai Spiritual Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:38 WIB Last Updated 2026-10-21T07:38:58Z

TintaSiyasi.id — Aktivis Muslimah Malaysia Zuraidah Razali menyatakan bahwa penerapan sistem sekuler-kapitalisme memberikan dampak besar terhadap nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat.

 

“Dampak yang besar, kita lihat, adalah kekosongan nilai spiritual. Hal yang sederhana, yang seharusnya bisa dijaga oleh negara. Namun akhirnya justru merusak, mengosongkan nilai spiritual dalam diri,” katanya dalam Open Circle Muslimah Online bertajuk Khilafah: Antara Sejarah, Syariat, dan Persepsi.

 

Ia mengatakan, bagaimana masyarakat, individu itu telah mengukur kehidupan dan menilai suatu perkara serta perbuatan hanya berdasarkan keuntungan, manfaat materi semata-mata. “Itulah sistem sekular yang turut berjalan bersama konsep kapitalisme,” jelasnya pada Sabtu (10/10/2026).

 

Zuraidah berpendapat bahwa ketika perkara yang telah diketahui haram masih dilakukan karena dianggap bermanfaat, maka cara pandang tersebut akan menyebabkan hubungan antara kehidupan dengan keridaan Allah semakin menjauh.

 

“Hubungan kehidupan dengan rida Allah menjadi terpisah sepenuhnya. Hidup ini hendak mencari rida Allah, tetapi meskipun perkara itu haram tetap dilakukan, kan?” terangnya menyayangkan.

 

“Masyarakat hari ini, meskipun sesuatu itu haram, sudah tahu haram, tetap mencari-cari jalan agar sesuatu itu menjadi halal. Contohnya hukum mengambil riba itu haram, tetapi tetap mencari-cari ulama mana yang membolehkan,” jelasnya.

 

Ia turut mengaitkan tindakan pemisahan agama dari kehidupan sebagai pemicu berbagai krisis dalam masyarakat.

 

“Kerusakan sosial dan juga moral dalam masyarakat semakin meluas, begitu juga keruntuhan akhlak, terjadinya penindasan, ekonomi berbasis riba dan eksploitasi. Akhirnya melahirkan masyarakat yang dilanda krisis jiwa,” ujarnya.

 

Menurutnya, pendekatan seperti kampanye pencegahan atau penyediaan pusat kesejahteraan bukanlah solusi tuntas bagi masalah-masalah yang terjadi dalam masyarakat dan hal itu sama sekali tidak mencukupi.

 

“Perubahan-perubahan ini hanya ditambal-tambal saja tanpa diobati dari akarnya. Sistem perundang-undangan dan struktur dasar masyarakat perlu dirombak dan diganti secara menyeluruh. Agar secara mendasar ia (penyebab masalah) diselesaikan, barulah permasalahan itu (benar-benar) selesai,” tegasnya.

 

Selain dampak sosial, Zuraidah turut menyinggung penjajahan dan pengusiran terhadap umat Islam di beberapa wilayah, sambil mengingatkan bahwa penjajahan bukan hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk pemikiran.

 

“Kita lihat hari ini dampak dan pengaruh besarnya terhadap umat adalah terjadinya penjajahan dan pengusiran di wilayah Muslim itu sendiri. Masyarakat Islam kehilangan kekuasaan meskipun berada di wilayah sendiri,” katanya setelah menguraikan realitas umat Islam masa kini di Palestina, Rohingya, dan Uyghur.

 

Dalam aspek ekonomi pula, ia menyatakan bahwa sistem kapitalisme telah membuka ruang bagi pemilik modal untuk menguasai ekonomi. “Kondisi itu telah memberikan pemilik modal kelebihan besar dalam memengaruhi kebijakan negara,” tandasnya.

 

“Sistem kapitalisme, sistem modal, pemilik modal akan memonopoli ekonomi negara itu dan memicu berbagai macam masalah. Daya beli semakin merosot, sementara harga barang naik,” kritiknya.

 

Ia melanjutkan dengan menjadikan isu kabut asap sebagai contoh, sebagai realitas bagaimana kebijakan yang menguntungkan pemilik modal telah menyebabkan kezaliman terhadap rakyat.

 

“Pemilik modal yang menguasai ekonomi. Siapa yang merasakan penderitaan, kezaliman itu? Kitalah masyarakat yang akhirnya merasakan kerusakan yang mereka buat,” tegasnya.[] Aliya Ab Aziz



Opini

×
Berita Terbaru Update