TintaSiyasi.id -- Media Muslimah Media Center melalui tayangan di kanal YouTube MMV bertajuk “Jangan Diam Ketika Negeri Ini Sedang Tenggelam”, pada Kamis (25/6/2026) menyerukan umat Islam agar tidak berdiam diri menghadapi berbagai kerusakan di tengah masyarakat.
Dalam tayangan tersebut, disampaikan bahwa kemiskinan yang tak kunjung reda, generasi muda yang terseret arus kerusakan, serta keluarga yang hancur akibat tekanan sistem yang tidak berpihak kepada mereka merupakan persoalan yang harus mendapat perhatian.
“Belum lagi para penguasa yang sibuk melayani kepentingan para pemilik modal dan mengabaikan kepentingan rakyat,” demikian pernyataannya.
MMC menegaskan bahwa keadaan tersebut bukanlah takdir yang harus diterima dengan diam dan pasrah. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan akibat dari sistem kapitalisme yang telah berhasil mencabut hukum dari kehidupan manusia, sekaligus akibat terlalu lamanya masyarakat mendiamkan kerusakan yang ditimbulkan oleh sistem tersebut.
MMC kemudian mengutip hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari mengenai perumpamaan suatu kaum yang menumpang kapal. Sebagian penumpang berada di bagian atas, sedangkan sebagian lainnya berada di bagian bawah.
Ketika penumpang di bagian bawah hendak mengambil air, mereka harus melewati penumpang di bagian atas. Mereka kemudian berkeinginan melubangi kapal agar tidak perlu mengganggu penumpang lainnya.
Dalam penjelasannya, MMC menyampaikan bahwa apabila penumpang di bagian atas membiarkan tindakan tersebut, seluruh penumpang akan binasa karena kapal tenggelam. Sebaliknya, apabila mereka mencegah penumpang di bagian bawah melubangi kapal, seluruh penumpang akan selamat.
"Kapal tersebut diibaratkan sebagai sebuah negara, sedangkan lubang-lubang pada kapal menggambarkan kerusakan yang disebabkan oleh sistem yang rusak," paparnya.
MMC mengingatkan bahwa memilih diam, hanya memikirkan kepentingan pribadi, serta menghindari tekanan, stigma, dan celaan bukanlah pilihan yang aman.
“Karena pada dasarnya kita sedang menyiapkan diri kita untuk tenggelam bersama dengan mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut, MMC menegaskan bahwa dakwah merupakan kewajiban yang menentukan nasib seluruh umat. Keengganan menyerukan kebenaran, mengoreksi kemungkaran, dan menyuarakan perlunya perubahan sistem dinilai berbahaya bagi diri sendiri maupun umat.
Tayangan tersebut juga mengutip hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan at-Tirmidzi tentang kewajiban amar makruf nahi mungkar serta peringatan akan azab Allah apabila kewajiban tersebut ditinggalkan.
Melalui tayangan tersebut, MMC menyerukan para pengemban dakwah agar bangkit dan memperjuangkan perubahan.
“Perubahan hanya datang dari mereka yang berani bergerak, berani bersuara, dan berani menanggung konsekuensi dari keberanian itu,” tegasnya.
MMC juga mengingatkan agar rasa lelah tidak memadamkan semangat dakwah dan stigma radikal tidak menciutkan langkah perjuangan. Dakwah disebut sebagai amanah Allah yang dititipkan di pundak umat, disertai keyakinan bahwa Allah akan memberikan pertolongan-Nya.
"Oleh karena itu, para pengemban dakwah hendaklahterus berjuang dengan penuh kesabaran, mengikuti teladan Rasulullah saw., dan tidak berdiam diri ketika dunia mengalami kerusakan, melainkan memperjuangkan tegaknya Islam hingga rahmatnya kembali menyelimuti bumi," pungkasnya.[] Nabila Zidane