Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Rasulullah Menyeru Umat Merdeka dari Penghambaan Sesama Manusia

Rabu, 09 September 2026 | 18:01 WIB Last Updated 2026-09-09T11:01:02Z

TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslimah Malaysia Farisha Aris mengatakan bahwa Rasulullah saw. menyeru manusia untuk membebaskan diri dari penghambaan kepada sesama manusia dengan mengabdikan diri kepada Allah serta melepaskan diri dari kekuasaan manusia.

 

Aku memerintahkan kalian untuk menghambakan diri kepada Allah dan meninggalkan penghambaan kepada sesama hamba, yakni manusia. Aku juga memerintahkan kalian agar berada dalam kekuasaan Allah dan melepaskan diri dari kekuasaan sesama hamba atau manusia,” katanya dalam program daring Open Circle Muslimah bertajuk Ayuh! Merdekakan Diri dengan Islam Kaffah pada Sabtu (29/08/2026), ketika mengutip seruan Rasulullah saw. dalam sebuah surat kepada penduduk Najran.

 

Dalam menjelaskan bagaimana Islam memerdekakan umat, Farisha menyebut ada empat cara Islam memerdekakan manusia.

 

Pertama, Islam membebaskan manusia dari menjadikan kehidupan dunia sebagai tujuan utama dan mengarahkan pandangan mereka kepada kehidupan akhirat yang kekal.

 

“Bukan berarti dunia itu sempit, tetapi maksudnya kita tahu bahwa dunia ini hanyalah perhiasan, hanyalah tipu daya. Namun, itulah yang didambakan atau dikejar-kejar oleh umat hari ini, padahal tempat kita yang kekal dan abadi adalah akhirat,” jelasnya.

 

Kedua, Islam memerdekakan manusia dengan mengeluarkan mereka dari kezaliman menuju keadilan.

 

“Itulah yang dapat dikatakan sebagai merdeka. Kezaliman dapat dihilangkan dengan keadilan, lawan dari zalim adalah adil,” ujarnya.

 

Ketiga, dengan membawa manusia keluar dari jahiliah, sebagaimana yang terjadi pada fase awal dakwah Rasulullah saw. di Makkah.

 

Ia mengatakan, “Datangnya Islam adalah untuk membawa cahaya, untuk mengeluarkan mereka dari kejahilan menuju Islam, menuju cahaya, dari menyembah berhala menjadi menyembah Allah.”

 

Keempat, membebaskan manusia dari penyembahan dan penghambaan kepada sesama makhluk menuju penyembahan kepada Allah.

 

“Merdeka itu harus keluar dari penghambaan. Bukan hanya menyembah sesama manusia atau sesama makhluk. Menyembah di sini maksudnya rela menjadi hamba kekayaan, kemewahan, dan harta benda. Semua itu juga terjadi, bukan?” terangnya.

 

Menurutnya, seseorang yang masih terikat dan diperbudak oleh perkara-perkara tersebut sebenarnya belum mencapai kemerdekaan sebagaimana yang dimaksudkan dalam Islam.

 

Ia turut memberikan gambaran penting mengenai misi Islam dalam memerdekakan manusia melalui kisah seorang utusan yang dikirim untuk menemui panglima Persia, Rustum.

 

“Allah telah mendatangkan kami agar kami mengeluarkan siapa saja dari penghambaan kepada sesama manusia menuju penghambaan hanya kepada Allah, dari kesempitan dunia menuju kelapangannya, dan dari kezaliman agama-agama selain Islam menuju keadilan Islam,” ungkapnya, mengutip dialog masyhur Panglima Rabi’ bin Amir.

 

Ia menambahkan, inti pengabdian seorang Muslim adalah ketundukan, ketaatan, dan kepatuhan yang ditujukan hanya kepada Allah, bukan kepada sesama manusia atau makhluk. “Hal ini karena manusia diciptakan di dunia dengan tugas dan tanggung jawab sebagai hamba Allah,” bebernya.

 

“Kemerdekaan melalui Islam menuntut agar ajaran Islam diambil secara menyeluruh dan sempurna, bukan hanya bagian-bagian yang mudah untuk dilaksanakan,” tandasnya.

 

“Selama kita tidak mengambil Islam secara keseluruhan, hanya memilih-milih, yang mudah diambil sementara yang sulit tidak mau dilakukan dan ditinggalkan, kita akan senantiasa terbelenggu oleh kungkungan Barat,” katanya.

 

Oleh karena itu, menurutnya, menerapkan Islam secara kaffah merupakan bentuk pengabdian kepada Allah dan menjadi syarat agar umat benar-benar memperoleh kemerdekaan.

 

“Kemerdekaan hakiki menurut Islam adalah mengabdikan diri sepenuhnya kepada Allah dengan menjalani kehidupan yang diatur oleh hukum Islam secara kaffah. Maksudnya, mengambil Islam secara keseluruhan, bukan mengambil sedikit dan membuang banyak, mengambil sebagian dan meninggalkan sebagian,” tegasnya.[] Aliya Ab Aziz



Opini

×
Berita Terbaru Update