Beri Prestasi Terbaik yang Allah Ridhai.
TintaSiyasi.id -- Jangan tenggelam dalam masa lalu.
Jangan melompat terlalu jauh ke masa depan.
Dan jangan terjebak dalam kehidupan paralel—hidup di dunia nyata, tetapi pikiran terus berada di tempat lain.
Hari ini adalah amanah Allah.
Masa lalu telah menjadi sejarah. Ia boleh dikenang untuk mengambil hikmah, tetapi jangan dijadikan tempat tinggal. Kesalahan kemarin tidak harus menjadi identitas kita hari ini. Jika pernah jatuh, bangkitlah. Jika pernah salah, bertaubatlah. Jika pernah gagal, belajar dan perbaiki.
Jangan biarkan masa lalu mencuri kesempatan untuk menjadi lebih baik hari ini.
Masa depan memang harus direncanakan, tetapi ia belum berada dalam genggaman kita. Terlalu banyak mencemaskan hari esok justru membuat kita kehilangan nikmat dan kesempatan yang Allah berikan hari ini.
Maka tugas kita bukan menguasai masa depan.
Tugas kita adalah memberikan yang terbaik pada hari ini.
Ada satu waktu yang benar-benar kita miliki: sekarang.
Jika sedang bekerja, bekerjalah dengan amanah.
Jika sedang belajar, belajarlah dengan sungguh-sungguh.
Jika sedang berdakwah, dakwahkan kebenaran dengan hikmah.
Jika sedang bersama keluarga, hadirkan hati untuk mereka.
Jika sedang beribadah, hadirkan seluruh jiwa di hadapan Allah.
Jangan hanya hadir secara fisik, tetapi pikiran berada di masa lalu dan hati sibuk mengejar masa depan.
Itulah yang sering membuat manusia kehilangan kehidupannya sendiri.
Jangan Terjebak dalam "Kehidupan Paralel"
Kehidupan paralel adalah ketika kita terus membandingkan hidup kita dengan kehidupan orang lain.
Melihat pencapaian orang lain lalu merasa tertinggal.
Melihat kekayaan orang lain lalu merasa kekurangan.
Melihat perjalanan orang lain lalu merasa hidup kita tidak berarti.
Padahal Allah tidak meminta kita menjadi orang lain.
Allah meminta kita menjadi versi terbaik dari diri kita yang Allah ridhai.
Jangan ukur hidup hanya dengan apa yang terlihat di mata manusia.
Prestasi terbesar bukan sekadar jabatan tinggi.
Bukan sekadar banyak harta.
Bukan sekadar terkenal dan dipuji.
Prestasi terbesar adalah ketika hidup kita semakin dekat kepada Allah, semakin bermanfaat bagi manusia, dan semakin banyak amal yang Allah ridhai.
Karena itu, setiap pagi tanyakan kepada diri:
«"Apa yang bisa saya lakukan hari ini agar hidup saya lebih dekat kepada Allah?"»
Bukan:
"Mengapa dulu saya gagal?"
Bukan pula:
"Bagaimana kalau nanti saya tidak berhasil?"
Tetapi:
"Apa amal terbaik yang bisa saya persembahkan hari ini?"
Sebab hidup bukan tentang berapa panjang usia kita.
Hidup adalah tentang apa yang kita lakukan dengan waktu yang Allah berikan.
Mungkin hari ini bukan hari yang sempurna.
Tidak masalah.
Yang penting, jangan sia-siakan.
Satu langkah menuju kebaikan.
Satu ilmu yang diamalkan.
Satu dosa yang ditinggalkan.
Satu hati yang kita bahagiakan.
Satu orang yang kita bantu.
Satu doa yang kita panjatkan dengan penuh ketundukan.
Bisa jadi itulah amal kecil yang menjadi sebab turunnya ridha Allah.
Maka, Hiduplah Hari Ini!
Berdamai dengan masa lalu.
Ambil hikmahnya, tinggalkan lukanya.
Bersiap menghadapi masa depan.
Rencanakan dengan ikhtiar, serahkan hasilnya kepada Allah.
Dan hadir sepenuhnya di hari ini.
Karena hari inilah ladang amal kita.
Jangan menunggu hidup sempurna untuk mulai bersyukur.
Jangan menunggu kaya untuk berbagi.
Jangan menunggu tua untuk beribadah.
Jangan menunggu sukses untuk bermanfaat.
Mulailah hari ini.
Sebab boleh jadi hari ini adalah kesempatan terakhir yang Allah berikan kepada kita.
Dan ketika malam tiba, semoga kita dapat berkata kepada diri sendiri:
"Ya Allah, hari ini aku telah berusaha memberikan yang terbaik. Jika masih banyak kekurangan, ampunilah aku. Terimalah amal yang sedikit ini dan jadikan hidupku berada dalam ridha-Mu."
Hiduplah hari ini.
Bukan untuk mengejar tepuk tangan manusia,
tetapi untuk meraih ridha Allah.
Bukan untuk menjadi sempurna,
tetapi untuk terus bertumbuh dalam ketaatan.
Bukan untuk mengulang masa lalu,
tetapi untuk menulis amal terbaik hari ini.
“Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.”
(QS. Al-Baqarah: 148)
Hari ini adalah hadiah.
Waktu adalah amanah.
Amal adalah bekal.
Dan ridha Allah adalah tujuan.
Dr. Nasrul Syarif, M.Si.
Sekjen Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa
