Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Strategi Tiga Marhalah: Menggalang Kesadaran Akidah Umat untuk Membebaskan Palestina dari Genggaman Z1*nis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 05:20 WIB Last Updated 2026-08-15T22:21:04Z

TintaSiyasi.id -- Krisis di Tepi Barat dan Proyek Ekonomi Global

Eskalasi geopolitik di tanah Palestina tidak lagi berada dalam koridor konflik batas wilayah konvensional, melainkan telah bergeser ke arah pembersihan ruang hidup secara total (spatiocide). Di wilayah Tepi Barat. Blokade ini ditandai oleh ribuan serangan bersenjata, intimidasi sistemik, dan teror psikologis maupun fisik oleh para pemukim ilegal Yahudi (illegal settlers). 

Agresi ini juga diikuti dengan penghancuran puluhan masjid sebagai simbol identitas Islam serta rencana pembangunan 2.300 unit perumahan baru khusus warga Yahudi. Melalui kesepakatan geopolitik berbasis Balance of Power (BoP), proyek "New Gaza" kini bergulir semakin masif, mengubah wilayah konflik dan penderitaan kemanusiaan menjadi ladang bisnis baru yang dieksploitasi oleh korporasi transnasional Amerika Serikat (AS).

Upaya Pembebasan Palestina

Upaya pembebasan Palestina secara hakiki wajib mengikuti tahapan metode dakwah (thariqah) yang meneladani sirah perjuangan politik Rasulullah SAW yang tidak mungkin terjadi secara instan namun melalui tiga Marhalah (Tahapan) Dakwah secara berurutan: 

Pertama : Marhalah At-Tatsqif wa At-Takwin (Tahap Pembinaan dan Pengkaderan)

Tahap awal ini berfokus pada pembentukan kerangka tubuh partai (kutlah hizbiyah) yang solid. Aktivitas Utama adalah Melakukan pembinaan intensif (tatsqif) melalui kelompok-kelompok studi kecil (halaqah).
Target Utama adalah Menanamkan akidah Islam dan pemikiran politik Islam ideologis ke dalam diri individu. Hal ini dilakukan agar para manusia memiliki kesadaran mutlak bahwa masalah Palestina adalah masalah akidah umat Islam global, bukan sekadar konflik nasionalisme bangsa Arab atau Palestina semata.

Kedua : Marhalah At-Tafa'ul ma'a Al-Ummah (Tahap Berinteraksi dengan Umat)

Setelah kerangka partai terbentuk, manusia yang memiliki kesadaran untuk bangkit akan mulai melebur ke tengah masyarakat untuk menggeser opini umum agar sejalan dengan Islam politik. 

Aktivitas Utama yaitu Perjuangan Politik Menentang dan membongkar makar politik negara-negara Barat imperialis yang berupaya mencengkeram dunia Islam. Membongkar konspirasi, pengkhianatan, dan kepalsuan opsi kompromi (seperti strategi Balance of Power, solusi dua negara, atau proyek ekonomi semacam New Gaza) yang ditawarkan para penguasa Muslim yang bekerja sama dengan Barat dan Zionis. Serta Membongkar Rencana Jahat dengan melakukan penyadaran umat agar menolak tunduk pada institusi internasional sekuler (PBB) dan mengalihkan kepercayaan mereka pada syariat Islam. 

Target Utama adalah menjadikan isu penegakan Khilafah dan pembebasan tanah kaum Muslim yang terjajah (seperti Palestina) sebagai opini umum (al-wa'yu al-'am) dan kebutuhan vital di hati seluruh umat Islam. 

Ketiga Marhalah Istilaam al-Hukmi (Tahap Penerimaan Kekuasaan)

Tahap akhir untuk menerapkan Islam secara totalitas (kaffah) dalam institusi negara dan menyebarkan risalahnya ke seluruh penjuru dunia. Begitu institusi Khilafah tegak pada Marhalah Ketiga maka Khalifah yang sah akan langsung membatalkan semua perjanjian diplomatik dan normalisasi dengan entitas Zionis. Serta Khilafah akan menyatukan seluruh divisi militer umat Islam dari berbagai negeri dan maklumat Jihad fi Sabilillah secara resmi dideklarasikan.

Maka jelaslah bahwa nasib Palestina tidak ditentukan oleh kapitalisme global maupun proyek bisnis 'New Gaza', melainkan oleh bangkitnya kesadaran politik umat. Melalui metode dakwah tiga marhalah yang konsisten, penyatuan negeri-negeri Muslim di bawah naungan Khilafah adalah satu-satunya kunci untuk menggerakkan unifikasi militer dan memaklumatkan jihad pembebasan Baitul Maqdis.[]


Putri Rahmi DE, SST
Aktivis Muslimah

Opini

×
Berita Terbaru Update