Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Gelar Orasi, Forum Doktor Muslim Ajak Umat Tolak Normalisasi L68T

Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:49 WIB Last Updated 2026-08-09T02:49:55Z



TintaSiyasi.id -- Sekjen Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB), Dr. Nasrul Syarif, M.Si., menyerukan penolakan terhadap normalisasi LGBT demi menjaga fitrah penciptaan manusia sesuai ajaran Islam serta pentingnya memperkuat pendidikan keluarga dan dakwah yang santun guna melindungi generasi muda dari perilaku yang bertentangan dengan syariat.

"Hari ini mari kita mengkritisi berbagai upaya normalisasi LGBT menurut perspektif Islam. Kita menolak normalisasi perilaku yang menurut keyakinan Islam bertentangan dengan syariat, namun kita tetap wajib menjaga adab, keadilan, dan menghormati martabat setiap manusia sebagai ciptaan Allah SWT," ucapnya dalam Orasi di Surabaya pada Selasa (4/8/2026).

Adapun, ia menjelaskan bahwasanya ada yang mengartikan LGBT ialahcsebuah kodrat, namun pengertian kodrat sendiri merujuk pada ketentuan atau kekuasaan Allah swt. yang melekat pada penciptaan manusia.

"Jika kita kembali kepada Al-Qur'an, Allah swt. menjelaskan bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan.
وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ , Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat kebesaran Allah, (QS. Adz-Dzariyat: 49). Ayat ini menunjukkan bahwa penciptaan laki-laki dan perempuan merupakan bagian dari sunnatullah dalam kehidupan manusia," terangnya.

"Lalu, Allah swt. juga berfirman, 
وَاللّٰهُ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً وَّرَزَقَكُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِۗ اَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُوْنَ وَبِنِعْمَتِ اللّٰهِ هُمْ يَكْفُرُوْنَۙ , Allah menjadikan bagi kalian pasangan-pasangan dari jenis kalian sendiri dan dari pasangan itu Dia menganugerahkan anak-anak dan cucu-cucu, (QS. An-Nahl: 72)," tambahnya. 

Lebih lanjut, ia menekankan dalam perspektif Islam pernikahan antara laki-laki dan perempuan memiliki tujuan yang mulia, yaitu membangun keluarga yang sakinah, menjaga keturunan, dan melanjutkan keberlangsungan generasi manusia.

"Pernah muncul teori yang menyatakan bahwa homoseksualitas disebabkan oleh faktor genetika atau dikenal dengan istilah 'Born Gay', beberapa peneliti pernah mengemukakan hipotesis tersebut pada akhir abad ke-20. Namun penelitian lanjutan tidak menghasilkan kesimpulan ilmiah yang memastikan adanya satu gen yang menyebabkan seseorang menjadi homoseksual," bebernya. 

Alhasil, ia memandang hingga kini berbagai penelitian menunjukkan bahwa orientasi seksual dipengaruhi oleh banyak faktor yang kompleks dan belum ada konsensus ilmiah bahwa orientasi seksual ditentukan oleh satu gen tertentu. Sehingga klaim bahwa homoseksualitas sepenuhnya merupakan kodrat biologis tidak dapat dinyatakan sebagai fakta ilmiah yang telah pasti. 

"Dalam ajaran Islam, hubungan seksual hanya dibenarkan melalui pernikahan yang sah antara laki-laki dan perempuan. Al-Qur'an juga mengisahkan kaum Nabi Luth sebagai pelajaran bagi umat manusia mengenai larangan melakukan hubungan sesama jenis. Karena itu, mayoritas ulama dari berbagai mazhab memandang bahwa perilaku homoseksual merupakan perbuatan yang diharamkan dalam syariat Islam," jelasnya.

Meski demikian, ia menilai Islam juga mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki kemuliaan sebagai ciptaan Allah. Oleh sebab itu, seorang Muslim diperintahkan untuk berdakwah dengan hikmah, memberi nasihat yang baik, dan tidak melakukan penghinaan ataupun tindakan zalim kepada siapa pun.

"Di berbagai negara, isu LGBT terus menjadi bagian dari perdebatan sosial, budaya, hukum, dan hak asasi manusia. Berbagai media, film, hiburan, dan tokoh publik juga sering menampilkan tema-tema tersebut. Sebagai umat Islam, kita tentu memiliki hak untuk menyampaikan pandangan agama secara santun dan argumentatif, sekaligus menjaga keluarga dan generasi agar memahami nilai-nilai Islam," paparnya. 

Lebih lanjut, ia menegaskan dengan perbedaan pandangan ini diharapkan untuk tidak melakukan kebencian, persekusi, atau kekerasan. Makadari itu, pertama umat Islam harus memperkuat akidah, memperkokoh pendidikan keluarga serta membimbing generasi  muda agar memahami ajaran Islam tentang fitrah manusia, pernikahan dan akhlak.

"Kedua, para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap pengaruh media digital, sekaligus membangun komunikasi yang hangat dengan anak-anak agar mereka tumbuh dengan keimanan yang kuat. Dan ketiga, para dai, ulama, pendidik, dan tokoh masyarakat agar terus melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar dengan penuh hikmah, kasih sayang, dan argumentasi ilmiah sesuai tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah," terangnya.

"Keempat, kepada generasi muda, jadilah generasi yang bangga dengan identitas keislamanmu. Jagalah kehormatan diri, kuatkan iman, perbanyak ilmu, dan jadilah teladan dalam akhlak serta ketakwaan," tutupnya. [] Taufan

Opini

×
Berita Terbaru Update