"Nasihat terbaik untuk
pengemban dakwah adalah teruslah melangkah meski terasa kita menghadapi
berbagai tantangan yang nyaris memustahilkan semua langkah kita. Karena
kekuatan hanya sebab bukan penentu keberhasilan dakwah. Penentu itu ada di
tangan Allah Swt. melalui pertolongan-Nya (nashrullah)," ujarnya
dalam akun TikTok Ustaz Ismail Yusanto, Selasa (28/07/2026).
Ia menambahkan bahwa dalam dunia
yang sangat mendewakan data dan probabilitas seorang pengemban dakwah harus
tetap teguh dalam perjuangan.
"Disaat peluang keberhasilan
terlibat seperti nol besar, saat realitas seolah berkata tak mungkin dan saat
dominasi kemaksiatan, kezaliman, kejahatan, kekejian dan penistaan saling
bertumpuk, saling silang sengkarut, maka pengemban dakwah harus tetap teguh dalam
perjuangan ini," tambahnya.
Ia menjelaskan, dari kacamata
sekularisme, tindakan harus selalu rasional. “Tetapi dalam perspektif tauhid
ada lapisan tambahan yaitu ada nashrullah atau pertolongan Allah Swt.,” yakinnya.
"Di sinilah pentingnya
seorang pengemban dakwah yang hebat harus memahami bahwa dia adalah faktor atau
agensi, sedang struktur tertinggi ada dalam kuasa Allah Swt.," jelasnya.
UIY menegaskan, wajib berdakwah
dengan strategi terbaik, materi yang mantap, dan argumen yang mengugah.
"Namun, di saat yang sama
melihat probabilitas tampak nol, saat semua opsi seolah tertutup, di situlah
ketangguhan iman kepada qada Allah Swt. menjadi bahan bakar utama,"
tegasnya.
Ia menyimpulkan bahwa seorang
pengemban dakwah mengambil keputusan menggunakan sumber daya yang ada dengan
kesadaran penuh bahwa manusia hanya berusaha, tetapi yang menentukan hasilnya
hanya Allah Swt..
"Ingatlah bahwa burung tak
tinggal diam di sarang menunggu makanan datang. Ia harus keluar terbang. Begitu
juga kita, kita tidak boleh terjebak dalam fatalisme pasrah tanpa usaha. Tetapi
kita juga tidak boleh terjebak dalam materialisme yang seolah mendewakan angka
dan usaha,” urainya.