Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kekuatan Hanya Sebab, Bukan Penentu Keberhasilan Dakwah

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:53 WIB Last Updated 2026-08-04T21:53:08Z

TintaSiyasi.id -- Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto (UIY) menyatakan bahwa kekuatan hanya sebab bukan penentu keberhasilan dakwah, penentunya ada di tangan Allah Swt. melalui pertolongan-Nya (nashrullah).

 

"Nasihat terbaik untuk pengemban dakwah adalah teruslah melangkah meski terasa kita menghadapi berbagai tantangan yang nyaris memustahilkan semua langkah kita. Karena kekuatan hanya sebab bukan penentu keberhasilan dakwah. Penentu itu ada di tangan Allah Swt. melalui pertolongan-Nya (nashrullah)," ujarnya dalam akun TikTok Ustaz Ismail Yusanto, Selasa (28/07/2026).

 

Ia menambahkan bahwa dalam dunia yang sangat mendewakan data dan probabilitas seorang pengemban dakwah harus tetap teguh dalam perjuangan.

 

"Disaat peluang keberhasilan terlibat seperti nol besar, saat realitas seolah berkata tak mungkin dan saat dominasi kemaksiatan, kezaliman, kejahatan, kekejian dan penistaan saling bertumpuk, saling silang sengkarut, maka pengemban dakwah harus tetap teguh dalam perjuangan ini," tambahnya.

 

Ia menjelaskan, dari kacamata sekularisme, tindakan harus selalu rasional. “Tetapi dalam perspektif tauhid ada lapisan tambahan yaitu ada nashrullah atau pertolongan Allah Swt.,” yakinnya.

 

"Di sinilah pentingnya seorang pengemban dakwah yang hebat harus memahami bahwa dia adalah faktor atau agensi, sedang struktur tertinggi ada dalam kuasa Allah Swt.," jelasnya.

 

UIY menegaskan, wajib berdakwah dengan strategi terbaik, materi yang mantap, dan argumen yang mengugah.

 

"Namun, di saat yang sama melihat probabilitas tampak nol, saat semua opsi seolah tertutup, di situlah ketangguhan iman kepada qada Allah Swt. menjadi bahan bakar utama," tegasnya.

 

Ia menyimpulkan bahwa seorang pengemban dakwah mengambil keputusan menggunakan sumber daya yang ada dengan kesadaran penuh bahwa manusia hanya berusaha, tetapi yang menentukan hasilnya hanya Allah Swt..

 

"Ingatlah bahwa burung tak tinggal diam di sarang menunggu makanan datang. Ia harus keluar terbang. Begitu juga kita, kita tidak boleh terjebak dalam fatalisme pasrah tanpa usaha. Tetapi kita juga tidak boleh terjebak dalam materialisme yang seolah mendewakan angka dan usaha,” urainya.

 

“Kita wajib berusaha semaksimal mungkin, namun semua itu ditentukan oleh Allah Swt.," simpulnya.[] Hidayah Muhammad 

Opini

×
Berita Terbaru Update