Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Saat Sekolah Negeri Tak Lagi Menjadi Pilihan Utama Orang Tua

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:53 WIB Last Updated 2026-07-26T13:53:30Z
Tintasiyasi.id.com -- Tahun ajaran baru sudah dimulai, efuoria sekolah menyambut murid baru merupakan kebahagian tersendiri jika muridnya banyak. Masa Pengenalan Lingkuan Sekolah (MPLS) momen yang ditunggu pihak sekolah maupun orang tua ataupun siswa baru. 

Namun saat ini, sejumlah SDN minim murid baru, bahkan ada yang tidak dapat murid sama sekali. Selama ini dapat kita ketahui bahwa sekolah negeri banyak peminatnya karena biaya pendidikan relatif dapat dijangkau untuk semua lapisan masyarakat. 

Realita yang terjadi saat ini, para orang tua mengabaikan biaya pendidikan murah, lebih memilih sekolah swasta dengan kualitas pembelajaran yang bagus. 

Kehilangan murid baru di sekolah tentunya menjadi beban bagi pihak sekolah. Salah satu sekolah di SDN 1 Gedung Meneng Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, hanya terdapat dua murid baru di kelas satu pada tahun ajaran baru 2026/2027 (cnnindonesia.com, 15/07/2026).

Solusi dari pemerintah adalah regrouping beberapa SDN menjadi satu, tetapi ini juga sulit karena jarak sekolah jadi jauh. 

Ada beberapa faktor penyebab diantaranya jumlah anak usia sekolah yang makin minim di sekitarnya (karena pertumbuhan penduduk menurun, generasi menua, dan urbanisasi) dan pergeseran orientasi pendidikan masyarakat yang lebih memilih sekolah yang mengajarkan pendidikan agama (ibadah, mengaji, dan akhlak). 

Kecemasan orang tua tentunya sangat wajar dengan promblematika yang terjadi di dunia pendidikan. Sekolah swasta menjadi pilihan orang tua dikarenakan layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan anak, walaupun biayanya mahal. Orang tua lebih takut keselamatan anaknya karena kerusakan dan kenakalan remaja semakin banyak.

Perubahan struktur demografi (penduduk menua) terjadi karena program pemerintah yang menjadikan jumlah kelahiran turun. Kegagalan kebijakan ekonomi membuat biaya hidup tinggi dan kesejahteraan sulit diraih sehingga pasangan muda enggan punya anak. Urbanisasi marak karena kesenjangan pendapatan desa dan kota. Gaya hidup dan childfree juga mempengaruhi angka kelahiran sehingga siswa sekolah pun makin menurun.

Sikap orangtua lebih memilih sekolah yang mengajarkan agama dibandingkan sekolah negeri menunjukkan kekhawatiran besar terhadap rusaknya masa depan anak-anak. Generasi muda harus dibina sejak dini, untuk itu yang harus diperbaiki adalah sistem yang saat ini sudah mempengaruhi pemikiran. 

Sistem sekularisme yang memisahkan agama dengan kehidupan tentunnya berdampak buruk bagi kecerdasan berpikir, ditambah lagi dengan liberalisme yang mengusung kebebasan dalam bertindak dan bersikap tanpa memahami saqofah Islam. Kerusakan generasi hari ini akibat sistem sekuler liberal yang memproduksi berbagai kerusakan moral hingga tindak kriminal di kalangan anak sekolah.

Perubahan kurikulum berulangkali terbukti tak mampu membendung kerusakan yang ditimbulkan oleh sistem sekuler liberal. Dalam Islam sekularisme merupakan ide yang salah dan batil yang dapat merusak kehidupan di muka bumi. 

Sekularisme mempengaruhi dalam pendidikan dengan cara memisahkan agama pada setiap kegiatan pembelajaran sehingga meminggirkan peran agama dalam aspek kehidupan. Kegagalan kapitalisme sudah terbukti karena tidak menjamin kebutuhan dasar rakyat, sehingga pendidikan terabaikan. 

Dengan sistem kapitalisme rakyat terzholimi sehingga terjadi diskriminasi di semua bidang termasuk pendidikan. Hal ini diakibatkan peran negara hanya sebagai fasilitator dan diktaktor tanpa memihak pada kebutuhan dasar rakyat.

Islam memandang pendidikan adalah kebutuhan dasar dan pilar penting peradaban sehingga negara bertanggung jawab menjamin ketersediaan dan pemerataan pendidikan berkualitas dan gratis bagi seluruh rakyat. 

Sistem pendidikan Islam dalam institusi Khilafah menggunakan kurikulum berbasis akidah Islam untuk mewujudkan output pendidikan yang berkepribadian Islam dan mahir dalam iptek. 

Negara menyediakan SDM guru, infrastruktur, sarana dan prasarana untuk mendukung pendidikan berkualitas. Pendidikan dalam Islam akan mencetak generasi yang berkualitas terbaik. Generasi muslim harus menerapkan akidah Islam sebagai fondasi utama dalam kehidupan, sehingga dapat membentuk akliah dan nafsiah (cara berpikir dan cara mengatur tigkah laku).

Kesadaran masyarakat harus dinaikkan dari level ingin menyelamatkan anaknya dari bahaya kerusakan menjadi kesadaran politik bahwa kerusakan yang ada adalah kerusakan sistemik akibat penerapan sistem sekuler liberal. 

Dakwah politik untuk membangun kesadaran politik masyarakat sangat penting, hingga dapat menggerakkan masyarakat untuk merubah sistem sekuler liberal menjadi sistem Islam. Di sinilah, kita harus menerapkan Islam secara menyeluruh dan sempurna.[]

Oleh: Ariyana
(Aktivis Muslimah)

Opini

×
Berita Terbaru Update