Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dr. Aslam Diyana: Muslimah Perlu Menjadi Influencer Bervisi Islam

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:06 WIB Last Updated 2026-07-18T23:06:14Z

TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslimah Malaysia Dr. Aslam Diyana menyatakan bahwa Muslimah perlu mengambil peran sebagai pemengaruh (influencer) yang bervisi Islam. “Muslimah perlu mengambil peran sebagai pemengaruh (influencer) yang bervisi Islam,” lugasnya.

 

Dia menyebutkan bahwa influencer yang dimaksud Adalah yang mampu memengaruhi umat melalui posisinya di tengah masyarakat serta keterlibatannya di ruang digital.

 

"Ketika kita membahas tentang influencer, sebenarnya poin yang ingin kita sampaikan adalah influencer yang mampu memengaruhi umat melalui kedudukannya di dalam masyarakat dan, pada saat yang sama, memiliki peran dalam era digital," ujarnya dalam Open Circle Sahabat Muslimah: Siri Kita Bangkit! bertajuk Menjadi Influencer Bervisi Islam, Sabtu (06/06/2026).

 

Menurutnya, keterbukaan dunia digital membuat masyarakat terekspos pada beragam informasi, budaya, dan pemikiran.

 

“Oleh karena itu, penting bagi Muslimah untuk menjadi agen yang membangkitkan kesadaran, yang mampu mengintegrasikan atau menghubungkan kehidupan di dunia digital dengan kehidupan di dunia nyata,” sarannya.

 

Ia mengungkapkan, "Banyak informasi yang beredar di dunia digital tidak melalui proses penyaringan, sehingga melahirkan perilaku masyarakat yang semakin menjauh dari agama."

 

"Ada sekelompok orang yang secara terbuka menyatakan atau bahkan menantang keberadaan Tuhan. Hingga kemudian kita melihat, belum lama ini, terjadinya apa yang kita sebut sebagai bencana,” ujarnya.

 

“Namun, sejauh mana manusia memandang peristiwa tersebut sebagai pelajaran, bahwa itu sebenarnya merupakan peringatan terhadap kehidupan yang sedang berlangsung saat ini?" ungkapnya dengan nada prihatin saat memberikan contoh kerusakan yang terjadi di tengah masyarakat.

 

Ia melanjutkan, "Yang sangat kami khawatirkan adalah ketika manusia hanya melihat atau menganggap peristiwa itu sekadar bencana alam, bukan sebagai peringatan dari Allah agar kita kembali kepada fitrah."

 

Karena itu, menurut Dr. Aslam, influencer yang bervisi Islam harus membentuk pola pikir berdasarkan Al-Qur'an dan sunah serta memahami ajaran Islam agar mampu membimbing masyarakat keluar dari kerusakan pemikiran dan perilaku.

 

"Inilah hakikat kegelapan (zulmat) yang membutakan masyarakat sebagaimana diperingatkan dalam Al-Qur'an. Secara keseluruhan kita memahami bahwa Al-Qur'an adalah kompas kehidupan yang pasti, yang memang harus kita jadikan pegangan," jelasnya saat menerangkan kandungan surah Ibrahim ayat 1.

 

Islam dan Literasi Digital

 

Menurut Diyana, selain memperdalam tsaqafah Islam, Muslimah juga perlu menguasai keterampilan digital agar pesan-pesan Islam dapat disampaikan dengan lebih cepat, menarik, dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

 

"Dengan menguasai ilmu digital, penyebaran informasi menjadi lebih cepat dan kita dapat menyebarluaskan lebih banyak informasi," katanya.

 

Ia menjelaskan bahwa teknologi digital memiliki potensi yang sangat strategis karena satu gagasan yang dipublikasikan dapat tersebar kepada banyak orang dalam waktu singkat.

 

"Kalau dahulu kita harus menyampaikan satu gagasan dari mulut ke mulut, sekarang di dunia digital kita cukup menebarkan satu ide dan ia dapat menyebar seperti benih," ujarnya.

 

Meski demikian, pada saat yang sama ia menegaskan bahwa Muslimah tetap harus hadir dan berperan secara nyata di tengah masyarakat.

 

"Kita juga harus berperan dalam bermasyarakat agar kita berada di dalam komunitas dan tetap relevan," jelasnya.

 

Selanjutnya, ia membedakan antara influencer yang bervisi Islam dan influencer yang berorientasi kapitalis.

 

"Mengapa orang ingin menjadi influencer? Karena mereka tahu bahwa ketika menjadi influencer mereka akan memperoleh popularitas, dan selain itu mereka memiliki orientasi pada uang. Ukurannya hanya sebatas jumlah views dan likes," katanya.

 

Sebaliknya, Diyana menegaskan bahwa influencer yang bervisi Islam harus menggunakan pengaruhnya untuk mengubah pola pikir masyarakat secara kolektif, membangun kesadaran, dan mengarahkan umat kepada kehidupan yang berlandaskan Islam.

 

"Influencer yang memiliki visi Islam akan mengubah pola pikir masyarakat secara kolektif, dan hal itu merupakan amal jariah yang pahalanya terus mengalir," terangnya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa sebuah konten Islam tetap berpotensi memberikan pengaruh meskipun tidak memperoleh banyak respons, karena gagasan yang disampaikan dapat melekat dalam pikiran pembaca sebelum berkembang menjadi diskusi yang lebih luas di tengah masyarakat.

 

"Kadang-kadang mungkin kita tidak terkenal, tetapi pengaruh dari sebuah ide dapat menjadi pemicu dan kemudian berkembang. Karena itulah penting bagi kita untuk terus menyampaikan gagasan-gagasan tersebut, meskipun terlihat langka atau tidak populer," ujarnya memberikan motivasi.

 

Selain itu, menurutnya, influencer yang bervisi Islam juga perlu membangun literasi politik Islam agar masyarakat memahami isu-isu kontemporer, persoalan umat, serta solusi yang ditawarkan Islam.

 

"Itulah sebabnya, untuk menjadi pencetus kesadaran perlu membangun literasi politik Islam. Kita harus mendidik umat tentang politik Islam, sesuatu yang dahulu jarang diajarkan dalam pendidikan di sekolah," katanya.

 

Ia juga menyerukan kepada para orang tua agar menanamkan kesadaran sosial dan politik kepada anak-anak sejak usia dini.

 

"Dalam institusi keluarga, para orang tua harus menanamkan kesadaran mengenai tanggung jawab sosial dan politik kepada anak-anak mereka. Bagi kita yang telah memiliki anak, nilai-nilai tersebut harus mulai ditanamkan dan dikenalkan sejak sekarang," ungkapnya dengan serius.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Muslimah tidak perlu memiliki jabatan atau kedudukan tertentu untuk dapat memberikan pengaruh dan membangun kesadaran di tengah masyarakat.

 

"Tidak perlu menunggu. Kita sebagai orang biasa pun mampu menumbuhkan kesadaran di kalangan orang-orang yang ada di sekitar kita," pungkasnya.[] Aliya Ab Aziz

Opini

×
Berita Terbaru Update