Tintasiyasi.id.com -- Kaum gay atau biasa dikenal penyuka sesama jenis adalah perbuatan yang menjijikkan. Bahkan hanya sekadar mendengar namanya saja sudah membuat perut terasa mual. Hal ini dikarenakan saking menjijikkannya penyimpangan seksual ini.
Namun dalam sistem kapitalis saat ini seolah penyimpangan ini dipelihara. Buktinya
semakin bertambah para pelakunya dan pelakunya tak pernah jera.
Dikutip dari Karawang Barat, ayokarawang.com,
Senin, 8 Juni 2026, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menegaskan akan bersikap tegas terhadap tempat hiburan malam (THM) yang diduga menjadi lokasi pesta sesama jenis (Gay) yang videonya viral di media sosial.
Tegas dalam sistem kapitalis pada umumnya hanya gertakan tak berarti. Hukuman yang diberikan hanya kecaman dan tegas hanya dikarenakan alasan tidak elok. Namun izin tempat hiburan malam masih dibiarkan dengan alasan toleransi.
Berbeda dengan sistem Islam yang akan menutup rapat aktivitas homoseksual dan sebagainya. Pencegahan akan dilakukan sedini mungkin dengan mengenalkan akidah Islam dilanjutkan dengan sistem peraturan pergaulan Islam kepada anak khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Negara bukan hanya memberikan hukuman tegas berdasarkan syariat Islam yaitu hukuman mati, tapi juga disertai pencegahan yang akan menutup rapat terjadinya penyimpangan homoseksual.
Negara juga akan memantau dan memblokir novel-novel, paltform, aplikasi chatting, film-film, dan media sosial yang terindikasi menyebarkan pemahaman prilaku penyimpangan homoseksual.
Sedini mungkin anak akan diceritakan kisah nabi dan rasul yang nyata, bukan cerita khayalan, dongeng, mitos dan sebagainya. Sehingga anak-anak akan mampu mengambil pelajaran dan hikmah.
Betapa lengkapnya Islam mengatur berbagai persoalan kehidupan. Selain mengatur sistem pergaulan, salah satu kisah nabi yang diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur'an adalah kisah Nabi Luth 'alaihissalam yang umatnya tidak taat kepada larangan Allah untuk meninggalkan prilaku menyimpang homoseksual.
Sehingga menyebabkan diazab oleh Allah dengan cara negerinya diangkat dengan tinggi lalu dibalikkan dan dilempar oleh bebatuaan
فَلَمَّا جَاۤءَ اَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ مَّنْضُوْدٍ
Maka, ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkannya (negeri kaum Lut) dan Kami menghujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar secara bertubi-tubi (Q.S. Hud: ayat 82).
Selain mengatur sistem pergaulan, Islam juga memiliki cara yang khas untuk mencegah prilaku menyimpang ini, dengan cara menjaga batasan aurat laki-laki dan perempuan, melarang tidur di dalam satu selimut walaupun sesama jenis.
Islam juga melarang pacaran yang akan membuka celah kebebasan bergaul. Hal ini akan berdampakc kepada psikis seseorang yang terbiasa pacaran dengan lawan jenis, terkadang ia akan bosan, atau jika mereka kecewa dengan pasangan lawan jenisnya, ia akan melampiaskan untuk berpacaran dengan sesama jenis.
Para ayah di dalam Islam, bukan hanya bertugas mencari nafkah, tapi juga memiliki kewajiban melindungi keluarganya dari api neraka. Sehingga ayah wajib mendidik istri dan anak-anaknya untuk menjauhi prilaku gay.
Masyarakat juga ditugaskan oleh Allah untuk melaksanakan amar makruf nahi mungkar, agar penyimpangan tidak dinormalisasi oleh pelaku maksiat. Sehingga tercipta individu, keluarga, masyarakat, dan negara yang bersinergi dalam ketaatan kepada Allah.
Kondisi ini hanya akan dapat terlaksana di dalam sistem Islam yaitu diterapkannya syariat Islam dalam naungan khilafah.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةًۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam (kedamaian) secara menyeluruh dan janganlah ikuti langkah-langkah setan! Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu."(Q.S. Al-Baqarah: ayat 208). Wallahu 'alam bishshawwab.[]
Oleh: Tesya Rifal, S.T.
(Ibu Rumah Tangga)