Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ingin Punya Anak yang Alim? Ini Resepnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 09:45 WIB Last Updated 2026-06-21T02:45:25Z
TintaSiyasi.id -- Sumber yang dikutip adalah kitab klasik Ta'lim al-Muta'allim.

Di dalam kutipan tersebut disebutkan nasihat para ulama: "Barang siapa ingin anaknya menjadi orang yang berilmu (alim), hendaknya ia memuliakan para ahli ilmu, menghormati mereka, melayani mereka, serta menginfakkan sebagian hartanya untuk mereka. Jika anaknya tidak menjadi alim, maka cucunya akan menjadi alim."

Disebutkan pula bahwa: Memuliakan guru dan ulama merupakan sebab keberkahan ilmu, sedangkan meremehkan mereka dapat menghalangi datangnya keberkahan ilmu.

RESEP MELAHIRKAN ANAK YANG ALIM

Sebuah Renungan Dakwah Ideologis-Sufistik

Ilmu Tidak Lahir dari Kekayaan, Tetapi dari Keberkahan

Banyak orang tua hari ini berlomba-lomba menyediakan fasilitas terbaik untuk anak-anaknya. Sekolah mahal, les privat, gawai canggih, dan berbagai sarana pendidikan disiapkan dengan sempurna. Namun sering kali mereka melupakan satu rahasia besar yang diajarkan para ulama salaf:

Ilmu bukan hanya hasil kecerdasan, tetapi juga buah keberkahan.

Ada anak yang belajar sedikit namun ilmunya bermanfaat. Ada pula yang belajar bertahun-tahun tetapi ilmunya tidak membekas dalam jiwa.

Mengapa?

Karena ilmu sejatinya adalah cahaya Allah yang ditanamkan ke dalam hati manusia.

Memuliakan Ulama: Jalan Turunnya Cahaya Ilmu

Dalam pandangan Islam, ulama adalah pewaris para nabi.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi."

Ketika seorang ayah memuliakan ulama, menghormati guru, mencintai majelis ilmu, maka sesungguhnya ia sedang menanam benih keberkahan di rumahnya.

Anak-anak yang tumbuh melihat ayahnya mencium tangan guru, menghormati para kiai, menghadiri majelis ilmu, dan membantu perjuangan dakwah akan menyerap adab tersebut tanpa disadari.

Mereka belajar bahwa ilmu adalah sesuatu yang mulia.

Dan ketika ilmu telah menjadi sesuatu yang mulia dalam pandangan hati, Allah akan memudahkan mereka untuk meraihnya.

Pendidikan Dimulai dari Orang Tua

Sering kali orang tua berkata:

"Anak saya sulit mengaji."

"Anak saya tidak suka belajar agama."

Padahal pertanyaan yang lebih penting adalah:

Sudahkah orang tuanya mencintai ilmu agama?

Anak-anak adalah cermin.

Mereka lebih banyak meniru daripada mendengar nasihat.

Jika rumah dipenuhi tontonan duniawi, maka dunia yang akan menguasai hati mereka.

Jika rumah dipenuhi dzikir, Al-Qur'an, dan penghormatan kepada ulama, maka ruh ilmu akan tumbuh dalam diri mereka.

Perspektif Sufistik: Ilmu adalah Nur

Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa ilmu sejati bukan sekadar hafalan.

Ilmu adalah nur (cahaya).

Cahaya tidak masuk ke hati yang penuh kesombongan, kebencian, dan penghinaan terhadap orang-orang saleh.

Karena itu para salaf sangat menjaga adab.

Mereka yakin:

> "Adab lebih dahulu daripada ilmu."

Imam Malik rahimahullah pernah berkata:

> "Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu."

Mengapa?

Karena adab adalah wadah ilmu.

Tanpa adab, ilmu menjadi kering.

Tanpa penghormatan kepada guru, ilmu kehilangan keberkahannya.

Krisis Pendidikan Modern

Hari ini dunia menghasilkan banyak orang pintar, tetapi sedikit orang bijaksana.

Banyak gelar akademik, tetapi sedikit ketakwaan.

Banyak kecerdasan intelektual, tetapi miskin kecerdasan spiritual.

Inilah akibat ketika pendidikan hanya berorientasi pada pekerjaan dan materi.

Islam mengajarkan bahwa tujuan ilmu bukan sekadar mencari nafkah, melainkan:

Mendekatkan diri kepada Allah.

Memakmurkan bumi dengan kebaikan.

Menyelamatkan manusia dari kebodohan.

Mengantarkan jiwa menuju ridha-Nya.

Amalan Praktis Agar Anak Menjadi Alim

1. Mendoakan anak setiap hari.

2. Membiasakan Al-Qur'an di rumah.

3. Mengajak anak ke masjid.

4. Menghormati guru di hadapan anak.

5. Bersedekah untuk pendidikan Islam.

6. Membantu pesantren dan majelis ilmu.

7. Menjalin hubungan baik dengan para ulama.

8. Menjadi teladan dalam ibadah.

Penutup

Jika Anda ingin anak menjadi dokter, siapkan biaya pendidikan.

Jika Anda ingin anak menjadi pengusaha, ajarkan keterampilan usaha.

Namun jika Anda ingin anak menjadi orang alim yang dicintai Allah, maka tanamkan keberkahan dalam hidupnya.

Hormati guru-gurunya.

Cintai ulama.

Dekatkan keluarga kepada majelis ilmu.

Karena anak yang alim bukan hanya hasil dari kecerdasan otak, tetapi juga hasil dari doa, adab, keberkahan, dan cahaya yang Allah turunkan ke dalam hati.

Semoga Allah menjadikan anak-anak kita generasi yang saleh, berilmu, beradab, dan menjadi penerang umat di akhir zaman. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Dr. Nasrul Syarif M.Si. (Penulis, Dosen dan Spiritual Motivator Nasional Quantum Spirit)

Opini

×
Berita Terbaru Update