"Satu hal saya kira sangat
memilukan kita semua yaitu iklim koruptif. Suasana koruptif itu membuat siapa
saja yang nyemplung di kekuasaan itu langsung berada pada situasi
seperti itu (korupsi) dan dia terdorong untuk melakukan itu," ucapnya di
kanal YouTube UIY Official; Kembali Korupsi di Lingkaran Kekuasaan, Ada Apa?,
Senin (08/06/2026).
Lanjutnya, ia menyayangkan jika
benar ada transaksi-transaksi politik demi memperebutkan sebuah jabatan. “Terlebih
ada desas-desus miring di mana ongkos politik yang fantastis sekelas menteri
mencapai hingga 200 miliar,” ungkapnya.
"Misalnya kita mendengar
untuk sekelas menteri bisa sampai 200 miliar ongkosnya atau biayanya, tentu ini
akan membuat yang bersangkautan akan berfikir bagaimana mengembalikan itu semua
atau memenuhi semua permintaan-permintaan," ungkapnya.
"Jadi suasana koruptif ini
tentu tidak terjadi sehari dua hari, ini proses panjang yang telah berlangsung
sedemikian rupa sehingga korupsi menjadi perkara yang biasa," tambahnya.
Alhasil, UIY memandang imbas dari
rusaknya sistem ini hampir tidak ada rasa malu atau rasa menyesal dari raut
wajah pelaku koruptor.
“Kemudian setelah usai hukuman
penjara, para mantan narapidana tipikor tanpa beban moral kembali aktif
berpolitik, bahkan kembali dihadiahi posisi sebagai pejabat publik setelah
bebas,” sebutnya.
"Suasana koruptif ini
membuat kejahatan itu ada niat dan ada kesempatan. Mungkin dia tidak berniat, tetapi
suasana koruptif itu yang memberikan kesempatan kepada dirinya apalagi ditambah
dengan pengawasan lemah dan hukuman tidak sepadan," jelasnya.
UIY lantas mengkritik keras tren
diskon masa hukuman minimal bagi koruptor dalam Undang-Undang Tipikor yang
semula minimal delapan tahun, menyusut menjadi enam tahun, hingga kini dikupas
habis menjadi hanya empat tahun.
"Alih-alih makin keras
hukuman kepada koruptor, justru makin lemah, kemudian tidak adanya teladan dari
pemimpin. Ini juga semua orang tahu
korupsi itu bukanlah gejala lokal atau gejala pada satu level tertentu, tetapi
ini sebuah level di mana level bawah itu berani ketika level atas itu juga
korupsi, level atas berani ketika level yang atas lagi, tahu jika dia
korupsi," pungkasnya.[] Taufan