Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Derita Sunyi Anak Gaza Tercabik Luka

Kamis, 11 Juni 2026 | 07:47 WIB Last Updated 2026-06-11T00:47:12Z

TintaSiyasi.id -- Seorang psikoterapis anak dari Norwegia, Katrin Glatz Brubakk, menyampaikan ke BBC bahwa tidak ada satu pun anak di Gaza yang tidak trauma. Ada lebih dari satu juta anak yang telah menderita trauma parah akibat kekerasan, kehancuran dan kematian yang disebabkan oleh kejahatan perang zionis Israel, membuat sejumlah anak di Gaza merespons penderitaan yang luar biasa itu dengan diam. (kompas.com, 30 Mei 2026)

Anak-anak Gaza kini menghadapi ancaman kehilangan kemampuan berbicara akibat trauma perang yang berkepanjangan. Sejak Oktober 2023, pasukan Israel telah menewaskan lebih dari 20.000 anak-anak, menyebabkan lebih dari 41.000 orang terluka dan secara total serangan Israel telah menewaskan lebih dari 72.000 orang dan mayoritas warga sipil dan melukai lebih dari 172.000 orang. (kompas.com, 30 Mei 2026)

Genosida ini terjadi di depan mata anak-anak Gaza, suara ledakan, kehilangan anggota keluarga, hingga menyaksikan korban jiwa dengan kondisi yang sangat mengerikan menjadi pemicu hilangnya kemampuan berbicara anak-anak Gaza yang dikenal sebagai mutisme traumatis selektif, di mana anak-anak berhenti berbicara akibat syok kehilangan dan ketakutan yang terus-menerus. 

Kejahatan yang dilakukan Israel sudah dibatas kemanusiaan, mereka terus menyerang, membunuh dan menghancurkan Gaza menjadikan anak-anak Gaza kehilangan hak mendapatkan makanan, pendidikan, kesehatan, sanitasi bahkan hak untuk hidup. Inilah realitas yang sangat memilukan. Beban berat akibat konflik yang berkepanjangan menjadikan mereka tidak sanggup lagi untuk berbicara. 

Skenario genosida rakyat Gaza telah menghancurkan fisik dan mental seluruh warganya. Gencatan senjata serta dunia juga tak mampu menghentikan kejahatan entitas zionis ini. Bantuan kemanusiaan juga belum mampu menghilangkan penderitaan warga Gaza. 

Tragedi ini juga disaksikan oleh penguasa-penguasa muslim, tetapi mereka hanya sekedar mengutuk dan mengecam tidak ada tindakan nyata dan yang lebih menyayat hati adalah mereka justru melakukan pengkhianatan terhadap perjuangan warga Palestina, mereka justru bergandengan mesra dengan sang pembunuh.

Dari sini sangat jelas akar persoalan Palestina bukan pada persoalan kemanusiaan semata, bukan hanya derita sunyi yang cukup diterapi psikologis semata. Akan tetapi sumber persoalannya adalah saat ini umat Islam kehilangan perisai yang melindunginya, yaitu Khilafah Islam. 

Satu-satunya solusi untuk menyelamatkan Palestina dan penduduknya adalah mengusir entitas Yahudi laknatullah dari bumi Palestina. Inilah solusi untuk menyelamatkan anak-anak Gaza dari segala bentuk penderitaan dan membebaskan seluruh bumi Palestina dan mengikis habis entitas Yahudi sampai tidak menyisakan lagi kekuatan Yahudi dibumi Palestina.

Oleh karena itu seluruh penguasa negeri-negeri muslim wajib memberikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaan secara hakiki, dan hidup dengan aman di tanah mereka sendiri, kekerasan dan penindasan terhadap rakyat Palestina yang ditentukan oleh entitas zionis Yahudi harus dihentikan. Perjuangan membebaskan Palestina oleh umat Islam merupakan bagian dari jihad fii sabilillah yang besar pahalanya di hadapan Allah SWT hidup mulia atau mati syahid itulah slogannya.

Jihad fii sabilillah bisa dilaksanakan jika ada institusi pemersatu dan pelindung umat yaitu Khilafah Islam untuk menyatukan potensi kekuatan kaum muslimin, serta merealisasikan dukungan nyata dalam upaya membebaskan Palestina. 

Dari sini kita paham bahwa persatuan umat Islam dan perjuangan menegakkan Khilafah Islam merupakan satu-satunya jalan untuk pembebasan Palestina dari penjajahan entitas zionis Yahudi dan kafir barat. Semoga Khilafah Islam segera tegak, jika malam semakin pekat, maka terangnya pagi (fajar siddiq) akan segera terbit. Tanda-tanda kehancuran sistem kapitalisme sudah diujung tanduk, saatnya umat Islam bangkit bersatu, berjuang menegakkan kembali sistem yang Allah Ridhai di dunia dan di akhirat yaitu Khilafah Islamiyah.

Wallahu a’lam bishshawab.[]


Oleh: Sunani
Aktivis Muslimah

Opini

×
Berita Terbaru Update