Allah SWT berfirman: "Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai." (QS. Al-Baqarah: 25)
Berikut beberapa golongan orang beriman yang mendapat busyra dalam Al-Qur'an beserta hikmah dan penjelasan para mufasir.
1. Orang yang Beriman dan Beramal Saleh
Allah SWT berfirman: "Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh." (QS. Al-Baqarah: 25)
Tafsir
Menurut Ibnu Katsir, iman yang benar harus dibuktikan dengan amal saleh. Amal saleh merupakan buah dari keimanan yang hidup di dalam hati.
Menurut Al-Qurthubi, surga dijanjikan bagi mereka yang menggabungkan keyakinan yang benar dengan ketaatan yang ikhlas.
Hikmah
Iman tanpa amal akan lemah.
Amal tanpa iman tidak bernilai di sisi Allah.
Kesuksesan hakiki lahir dari perpaduan keduanya.
2. Orang yang Bertakwa
Allah SWT berfirman: "Bagi mereka berita gembira dalam kehidupan dunia dan di akhirat." (QS. Yunus: 64)
Ayat ini berbicara tentang para wali Allah yang beriman dan bertakwa.
Tafsir
Menurut Ath-Thabari, kabar gembira di dunia dapat berupa mimpi yang baik, ketenangan hati, kecintaan manusia kepada mereka, dan pertolongan Allah.
Menurut Fakhruddin Ar-Razi, kabar gembira terbesar adalah ketika hati seseorang dipenuhi keyakinan bahwa Allah ridha kepadanya.
Hikmah
Takwa melahirkan ketenangan hidup.
Orang bertakwa tidak takut terhadap masa depan.
Kebahagiaan sejati berasal dari kedekatan kepada Allah.
3. Orang yang Sabar
Allah SWT berfirman: "Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 155)
Tafsir
Menurut Ibnu Katsir, ayat ini turun setelah Allah menjelaskan berbagai ujian kehidupan. Kabar gembira diberikan kepada mereka yang tetap teguh ketika menghadapi kesulitan.
Hikmah
Ujian bukan tanda kebencian Allah.
Kesabaran mengubah musibah menjadi pahala.
Orang yang sabar akan memperoleh derajat tinggi di sisi Allah.
4. Orang yang Khusyuk dan Rendah Hati
Allah SWT berfirman: "...dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh kepada Allah." (QS. Al-Hajj: 34)
Tafsir
Para mufasir menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah orang-orang yang hatinya lembut ketika mengingat Allah, sabar menghadapi cobaan, mendirikan salat, dan gemar berinfak.
Hikmah
Hati yang tunduk lebih mudah menerima hidayah.
Kesombongan menjadi penghalang datangnya rahmat Allah.
Tawadhu' merupakan ciri para kekasih Allah.
5. Orang yang Menjauhi Thaghut
Allah SWT berfirman: "Maka sampaikanlah kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku." (QS. Az-Zumar: 17)
Yaitu orang-orang yang menjauhi thaghut dan kembali kepada Allah.
Tafsir
Menurut As-Sa'di, mereka adalah orang yang memurnikan ibadah hanya kepada Allah dan tidak tunduk kepada segala bentuk kesyirikan serta penyimpangan.
Hikmah
Tauhid adalah sumber seluruh keberkahan.
Kemerdekaan sejati adalah ketika hati hanya bergantung kepada Allah.
Kehormatan manusia lahir dari penghambaan kepada Rabb semesta alam.
6. Orang yang Mendengar Kebenaran dan Mengikutinya
Allah SWT berfirman: "Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah." (QS. Az-Zumar: 18)
Tafsir
Menurut para ulama tafsir, mereka memiliki hati yang terbuka terhadap nasihat, ilmu, dan petunjuk Allah.
Hikmah
Kebijaksanaan lahir dari kesediaan menerima kebenaran.
Orang beriman tidak fanatik buta.
Kebenaran lebih utama daripada ego pribadi.
7. Orang yang Istiqamah
Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang berkata, 'Tuhan kami adalah Allah,' kemudian mereka istiqamah, maka malaikat turun kepada mereka seraya berkata: 'Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.'" (QS. Fussilat: 30)
Tafsir
Menurut Al-Baghawi, kabar gembira ini diberikan saat sakaratul maut, di alam kubur, dan pada hari kebangkitan.
Hikmah
Istiqamah lebih berat daripada memulai kebaikan.
Amal yang kontinu lebih dicintai Allah.
Akhir kehidupan yang baik merupakan buah istiqamah.
Renungan Sufistik
Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa busyra bukan sekadar janji surga, tetapi juga cahaya ketenangan yang Allah tanamkan dalam hati orang-orang beriman.
Ketika hati dipenuhi iman, seseorang memperoleh tiga kabar gembira:
1. Busyra di dunia berupa ketenteraman, keberkahan, dan pertolongan Allah.
2. Busyra saat kematian berupa sambutan malaikat dengan penuh rahmat.
3. Busyra di akhirat berupa ridha Allah dan kenikmatan surga yang abadi.
Sebagaimana firman Allah: "Bagi mereka berita gembira dalam kehidupan dunia dan di akhirat." (QS. Yunus: 64)
Maka jalan menuju busyra Ilahi adalah memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, menjaga ketakwaan, bersabar dalam ujian, memurnikan tauhid, dan istiqamah hingga akhir hayat.
Orang yang paling berbahagia bukanlah yang paling banyak hartanya, melainkan yang ketika hidup, ketika mati, dan ketika dibangkitkan tetap mendapatkan kabar gembira dari Allah SWT.
Dr. Nasrul Syarif, M.Si. (Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo)