Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ambisi Israel Raya, Rampas Palestina dan Rebut Al-Aqsa

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:11 WIB Last Updated 2026-06-17T23:11:51Z

Tintasiyasi.id com -- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Kamis pekan lalu secara terbuka mengakui bahwa militer Israel telah menguasai sekitar 60 persen wilayah Gaza dan berencana memperluas penguasaan tersebut hingga mencapai 70 persen. 

Penandaan wilayah yang dikuasai itu telah dilakukan sejak 20 Oktober tahun lalu dengan pemasangan blok-blok beton berwarna kuning di sejumlah titik.

Langkah tersebut dilakukan setelah pasukan Israel kembali memasuki sebagian wilayah Gaza pasca kesepakatan gencatan senjata yang berlaku pada awal tahun. Di kawasan timur Khan Younis, warga setempat melaporkan bahwa kehadiran tank, buldoser militer, serta tembakan yang berlangsung hampir setiap hari telah mengubah kehidupan mereka menjadi perjuangan tanpa henti untuk bertahan hidup (Metrotvnews, 5 Juni 2026).

Di saat yang sama, berbagai tindakan provokatif terus terjadi di Masjid Al-Aqsa, termasuk pengibaran bendera Israel yang dipandang sebagai simbol klaim penguasaan entitas Zionis atas tanah suci umat Islam. 

Berbagai fakta ini semakin menguatkan pandangan bahwa penghancuran Gaza, perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat, dan berbagai tindakan represif lainnya merupakan bagian dari ambisi mewujudkan konsep Israel Raya.

Apa yang dilakukan entitas Zionis di Palestina bukan sekadar konflik wilayah, melainkan bentuk kebiadaban, kezaliman, kejahatan kemanusiaan, serta kerusakan besar di muka bumi. Ribuan nyawa melayang, jutaan warga kehilangan tempat tinggal, dan berbagai fasilitas umum hancur akibat agresi yang terus berlangsung.

Allah Swt. berfirman:

وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ

“Dan apabila dia berpaling (dari engkau), dia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, merusak tanaman-tanaman dan hewan ternak, dan Allah tidak menyukai kerusakan.” (QS. Al-Baqarah: 205)

Di balik agresi yang terus berlangsung, dukungan negara-negara besar, khususnya Amerika Serikat, menjadi faktor penting yang memungkinkan ambisi tersebut terus bergerak maju. 

Bahkan, berbagai upaya diplomatik yang ditawarkan sering kali mengarah pada solusi yang justru menguntungkan kepentingan penjajah, termasuk melalui gagasan solusi dua negara yang hingga kini belum mampu menghentikan penderitaan rakyat Palestina.

Sementara itu, penderitaan Palestina tak kunjung berakhir karena lemahnya persatuan dunia Islam serta sikap para penguasa negeri-negeri Muslim yang belum menunjukkan langkah nyata untuk menghentikan penjajahan tersebut. 

Padahal, Allah Swt. telah memerintahkan kaum Muslim untuk bersatu dan tidak tercerai-berai.

Allah Swt. berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali Imran: 103)

Bagi umat Islam, Palestina bukan hanya persoalan kemanusiaan, tetapi juga persoalan akidah. Di dalamnya terdapat Masjid Al-Aqsa, kiblat pertama kaum Muslim dan salah satu masjid yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِي هَذَا، وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَى

“Tidak boleh melakukan perjalanan (ibadah secara khusus) kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjid Al-Aqsa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, setiap upaya perampasan tanah Palestina dan penodaan terhadap Masjid Al-Aqsa semestinya menjadi perhatian seluruh kaum Muslim di dunia.

Dalam pandangan Islam, penjajahan dan perampasan hak suatu bangsa wajib dilawan. Allah Swt. berfirman:

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ

“Mengapa kamu tidak berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang tertindas, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak?” (QS. An-Nisa: 75)

Oleh karena itu, ambisi Israel Raya tidak dapat dipandang sebagai persoalan lokal semata. Ia merupakan ancaman nyata bagi Palestina, Al-Aqsa, dan umat Islam secara keseluruhan. 

Dibutuhkan persatuan yang kuat dan kepemimpinan yang mampu menyatukan potensi Kaum Muslim untuk menghentikan penjajahan serta membebaskan Palestina.

Bagi mereka yang meyakini konsep Khilafah sebagai institusi pemersatu umat, tegaknya Khilafah dipandang sebagai jalan untuk mewujudkan persatuan politik umat Islam, menghapus sekat-sekat nasionalisme, serta menghimpun kekuatan kaum Muslim dalam membela Palestina dan Masjid Al-Aqsa.

Pada akhirnya, apa pun bentuk ikhtiar yang ditempuh, pembelaan terhadap Palestina tidak boleh berhenti. Umat Islam harus terus menjaga kepedulian, menguatkan ukhuwah, mendukung perjuangan rakyat Palestina, serta memohon pertolongan Allah Swt. agar tanah yang diberkahi itu terbebas dari penjajahan dan kezaliman. Wallahu a'lam bish-shawab.[]

Oleh: Rina Ummu Syahid
(Aktivis Muslimah)

Opini

×
Berita Terbaru Update