TintaSiyasi.id -- AS-Israel tak mudah mengalahkan Iran (hanya satu negeri Muslim). Mojtaba Khamenei, yaitu pemimpin tertinggi Iran, secara terbuka menyuarakan klaim kemenangan negaranya dalam persaingan geopolitik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Mojtaba menekankan bahwa strategi perlawanan yang diusung Iran berhasil mematahkan dominasi Barat dan sekutunya, sekaligus memperkuat posisi tawar Iran di panggung global. Mojtaba Khamenei dalam sebuah forum di Teheran mengatakan sebuah kalimat, “Iran telah membuktikan bahwa kekuatan iman dan kemandirian mampu mengalahkan kekuatan materialistik. Hari ini, dunia melihat Iran bukan hanya sebagai negara yang bertahan, tetapi sebagai mercusuar inspirasi bagi mereka yang mencari keadilan.” (Media Indonesia, 10/04/2026).
AS tak bisa memaksa negara sekutunya untuk ikut terlibat langsung perang dengan Iran. Sebab, dari sebagian Negara lain takut untuk tidak ikut terlibat langsung atas perang yang terjadi. Misalnya, Negara Inggris dan Eropa yang takut terlibat langsung, karena dua negara tersebut masih kena dampak politik dari ikut perang Iran/Afganistan dan sekarang AS jalan sendiri, sekutu lain cuman kasih dukungan politik yang terbatas.
Dilansir dari CNN dan Al Jazeera berdasarkan laporan media pemerintah Iran bahwa, 10 poin Iran syarat gencatan senjata dengan AS. Dewan Keamanan Tertinggi Iran merespon usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menangguhkan serangan selama 2 minggu ke Iran. Dewan Keamanan mengklaim Iran telah menang melawan AS dan Israel. (detiknews. 08/04/2026).
Umat Islam Punya Potensi Kekuatan Melawan Hegemoni Kapitalisme Global
AS dan Israel tak sekuat yang dibayangkan dunia sebagai negara adikuasa. Iran membuktikan keberanian melawan AS. Perang tersebut membuat dunia menyadari bahwa AS mampu di kalahkan, meskipun dunia mengklaim AS sebagai negara super power. Namun, nyatanya AS tidak memiliki kekuatan yang besar untuk menghadapi Iran.
Perang Iran juga menunjukkan fakta bahwa umat Islam sejatinya punya potensi kekuatan untuk melawan hegemoni kapitalisme globa. Umat Islam punya potensi ideologi, kekayaan alam, kemampuan SDM, bahkan potensi teknologi yang bisa dioptimalkan menjadi kekuatan untuk mengalahkan musuh islam.
Tidak ada negara yang bersekutu secara permanen, kecuali ada kepentingan. Negeri muslim yang berkomplotan dengan AS beserta para sekutunya, khususnya para pemimpin Arab yang tanpa malu dan memilih loyal dengan AS, hingga mau bersekutu hanya demi melanggengkan kepentingan mereka di dalam kursi kekuasaan-Nya.
Pengkhianatan penguasa muslim melemahkan kesatuan umat. Hubungan kerja sama AS dengan beberapa Negara muslim untuk menyerang Iran merupakan kejahatan yang besar. Sementara mereka mengetahui bahwa AS dan Israel masih melakukan serangan terhadap kaum muslim yang berada di wilayah Palestina, namun mereka secara terang-terangan mendukung AS dalam peperangan tersebut. Meskipun yang dilakukan mereka atas kepentingan nasional masing-masing.
Potensi kesatuan negeri muslim bisa menjadi kekuatan global baru. Negeri-negeri muslim harus memiliki keyakinan yang mendalam bahwa AS dan Israel mampu dikalahkan, sebab mereka nyataannya tidak memiliki kekuatan besar, ketika seluruh negeri muslim mau bersatu dan tidak terpecah belah.
Institusi Khilafah Sangat Penting, Wajib Diperjuangkan
Membangun kesadaran umat bahwa kesatuan negeri muslim sangat urgen. Kemuliaan bagi umat islam hanya dengan berpegang teguh pada tali agama Islam. Allah Taala telah memerintahkan, “Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (TQS Ali Imran: 103).
Kesatuan negeri muslim yang diikat dalam institusi Khilafah Islam akan mampu mengalahkan hegemoni negara adidaya kafir. Umat Islam harus punya kesadaran untuk mengembalikan kemuliaan dengan menegakkan kepemimpinan Islam.
Khilafah Islam yang akan membebaskan penderitaan negeri-negeri muslim yang terjajah, dan akan mampu memberikan solusi atas segala problem umat serta membebaskan penderitaan umat diseluruh negeri muslim akibat penerapan kapitalisme global. Umat Islam juga harus paham bahwa menegakkan khilafah sangat penting, sebab dengan adanya institusi khilafah ketaatan total pada seluruh syariat Islam bisa diwujudkan dalam seluruh aspek kehidupan, mulai dari politik pemerintahan, ekonomi, pergaulan, hukum, sanksi dan lain-lain.
Keseluruhannya hanya bisa diimplementasikan dalam sistem pemerintahan Islam dibawah institusi khilafah bukan dibawa sistem kapitalisme global yang diterapkan saat ini. Alhasil, bukan hanya umat Islam yang mendapatkan jaminan ketika Islam diterapkan dibawa kekuasaan khilafah, akan tetapi manusia secara keseluruhan bisa terangkat dari penderitaan yang di akibatkan penerapan kapitalisme global.
Khilafah Islam dengan dakwah dan jihad akan membawa rahmat bagi dunia. Menegakkan khilafah islam adalah kewajiban bagi setiap muslim. Kaum muslim tidak ada pilihan untuk tidak memperjuangkan-Nya bersama jamaah dakwah ideologis yang ikhlas dan tulus untuk Islam. Di jalan inilah umat akan mendapat kemuliaan, sebagaimana umat terdahulu mendapatkan kemuliaan.
Oleh: Afriani
(Aktivis Muslimah)