Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Iran Melumat Amerika & Israel Sendirian

Rabu, 22 April 2026 | 12:23 WIB Last Updated 2026-04-22T05:23:27Z

TintaSiyasi.id -- Setelah terlibat perang dengan Amerika dan Israel sejak 28 Februari 2026 lalu, Iran tak henti mengerahkan kekuatan militernya untuk menghadapi kedua negara laknat itu. Iran yang seorang diri melawan dua negara besar itu pun ternyata mampu memporak-porandakan semuanya.

Selang beberapa waktu, Donald Trump selaku presiden Amerika Serikat menangguhkan serangan ke Iran selama dua minggu. Penangguhan serangan itu diklaim sebagai kemenangan oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Dewan itu juga mengklaim telah memaksa Amerika Serikat untuk menerima sepuluh poin tuntutan Iran. AS pun setuju untuk mencabut semua sanksi primer dan sekunder terhadap Iran. Selain itu, Negeri Paman Sam itu juga bersedia menarik pasukan tempurnya dari semua pangkalan militer di kawasan tersebut (CNN News, 08/04/26).

Berita kemenangan Iran atas Amerika ini membuktikan bahwa negeri-negeri Muslim mempunyai kekuatan militer yang luar biasa. Iran yang seorang diri menghadapi Amerika dan Israel saja mampu membuat dua negara itu kewalahan hingga menyerah. Sebagai negara yang selama puluhan tahun menjadi adidaya dunia, Amerika Serikat dan Israel ternyata tidak sekuat yang kita kira. Sekutu-sekutu mereka pun mulai menjaga jarak. Kini makin jelas terlihat bahwa persekutuan itu murni didasarkan pada kepentingan nasionalisme masing-masing.

Sebaliknya, Iran berhasil membuka mata dunia. Negeri Persia itu berdiri kokoh, siap membantai negara mana pun yang mau mengusik kedaulatan negaranya tanpa ampun, bahkan sekelas negara adidaya sekalipun. Negeri-negeri Muslim memang memiliki beberapa potensi yang luar biasa seperti sumber daya alam, termasuk minyak bumi, maupun tentara bersenjata. Akan tetapi, tidak semua negeri Muslim memiliki pemikiran dan sikap yang teguh untuk melangkah di jalan Allah.

Mereka tidak ingin memanfaatkan semua potensi yang dikaruniakan Allah sebagai sarana persatuan dan kebangkitan umat. Mereka malah menggandeng tangan Amerika dan Israel yang menggempur saudara seakidahnya di Palestina dengan memasok sumber energi pada kedua negara jahannam itu. Sikap ini merupakan sebuah pengkhianatan besar penguasa Muslim terhadap kaum Muslimin yang tertindas.

Seharusnya semua negeri Muslim sadar bahwa mereka adalah satu umat yang besar serta mendapat anugerah sumber daya alam yang luar biasa dari Allah Swt. Patutnya mereka gunakan semua untuk bersatu dalam sebuah negara yang menjalankan semua aturan Allah Swt. tanpa terkecuali. Kaum Muslim sebaiknya paham bahwa wajib untuk mencintai saudara seimannya serta saling melindungi apabila ada negara kafir yang menjajah saudaranya.

Kaum Muslim pasti juga telah memahami bahwa menjalin kerja sama dengan negara kafir harbi fi’lan seperti Amerika Serikat dan Israel adalah sebuah keharaman. Hal itu dikarenakan kedua negara itu pasti akan membuat kesepakatan yang selalu merugikan kaum Muslim. Dan Allah selalu membuktikan bahwa semua aturannya benar. Berapa banyak aturan kerja sama yang terjalin selalu saja menempatkan kaum Muslim sebagai korban dan makin menunjukkan kebodohan kaum Muslim yang sangat mudah diadu domba.
Tentu saja hal itu sangat memalukan. 

Masih hangat dalam ingatan bahwa umat ini pernah menjadi umat yang sangat disegani dunia karena keluhuran ajarannya, kecerdasan umatnya, serta keadilan pemimpinnya selama ribuan tahun. Peradaban Islam telah menjadi mercusuar yang menjadi pedoman arah perkembangan dunia kala itu. Kita tidak dapat mengkhianati bahwa kemuliaan umat bisa diraih saat semua hukum Allah Swt. dijalankan tanpa satu ajaran pun yang terlewat. Masa itu bukan sekadar penggalan sejarah, namun sebuah bukti bahwa Allah Swt. selalu menepati janji. Jika hukum Allah dijalankan di muka bumi, maka rahmat-Nya akan tercurah dari langit dan bumi, dan sebaliknya. Maka tidak ada pilihan lain untuk mengembalikan kejayaan umat ini adalah dengan bersatunya semua negeri-negeri Muslim untuk bersama-sama menjalankan semua aturan Islam tanpa tebang pilih.


Oleh: Nurul Lailiya
Aktivis Muslimah

Opini

×
Berita Terbaru Update