Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

BoP: Betrayol of Palestine

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:57 WIB Last Updated 2026-03-18T07:57:52Z

TintaSiyasi.id -- Konflik antara Palestina dan Israel yang sudah berlangsung puluhan tahun mengakibatkan berbagai kerusakan dan kerugian dari kedua belah pihak. Berbagai resolusi PBB dan perundingan tidak menghasilkan apa-apa. Maka dari itu Israel mendesak negara pendukungnya yang menduduki posisi sebagai negara adidaya, Amerika Serikat membentuk sebuah badan yang mempercepat legitimasi pendudukannya di Palestina.

Keikutsertaan negeri-negeri muslim dalam dewan ini merupakan sebuah pengkhianatan terhadap Palestina. Setelah serangan AS dan Israel ke Iran, sejumlah aksi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat mendesak presiden Prabowo keluar dari keanggotaan BoP. Tempo, 7 Maret 2026).

Sementara presiden Presiden Prabowo menyatakan BOP harus sejalan visi. Jika dua minggu ke depan tidak ada kegiatan perdamaian Palestina, kami sarankan kita keluar, tegas akademisi Gun Gun Haryanto dalam acara dialog sejumlah akademisi di kediaman Jusuf Kalla, jalan Brawijaya , Jakarta Selatan, pada hari Sabtu, 14 Maret 2026 (beritajatim, 15 Maret 2026).

Sebagai negeri muslim seharusnya kita membantu dan membela saudara seiman, bukan malah berdiri di belakang negara penjajah. Lebih dari itu, rakyat Palestina berjuang tidak hanya untuk mempertahankan rumah dan tanah mereka tetapi mempertahankan tanah 'kharajiyah' milik umat Islam sedunia dan mempertahankan kesucian serta keagungan tanah Al Aqsa.

Dalam pandangan syariat Islam, haram hukumnya bagi muslim ikut serta mendukung penjajahan yang termasuk kezaliman yang besar. Allah SWT berfirman:
"Tolong menolonglah kalian dalam kebajikan dan takwa. Jangan kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan." (TQS. Al Madinah [5]:2. 

 Pada surat Al-Maidah ayat 51 Allah SWT telah melarang kaum muslimin menjadikan orang kafir sebagai pemimpin. "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Sebagian mereka penolong bagi sebagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu yang menjadikan mereka teman setia maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka."

Satu-satunya solusi terbaik untuk permasalahan Palestina hanya jihad. Palestina membutuhkan seorang pemimpin yang berani memimpin jihad melawan kebrutalan Israel dan mengusir mereka dari tanah Palestina. Sungguh umat Islam hari ini dijajah. Tidak hanya di Palestina tetap juga Iran. Serangan militer AS dan Israel ke Iran membuktikan bahwa kaum muslimin berada di bawah kekuasaan orang-orang kafir.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: 
"Hampir saja bangsa-bangsa kafir memperebutkan kalian, sebagaimana orang-orang yang makan memperebutkan makanan di atas nampan." (HR. Abu Daud).

Pemimpin seperti ini hanya ada dalam sistem pemerintahan Islam yang pernah dibangun oleh nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam 14 abad yang lalu. Sistem Khilafah yang menjadi perisai kaum muslimin. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Al imam (Khalifah) itu perisai, dimana orang-orang akan berperang di belakangnya dan berlindung dengan kekuasaannya." (HR. Bukhari dan Muslim). 

Beliau juga bersabda: " Nubuwwah ada pada kalian sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian khalifah diatas manhaj nubuwwah sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia mengehendakinya. Kemudian kerajaan yang menggigit sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia mengehendakinya. Kemudian, kerajaan yang diktator sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia mengehendakinya. Kemudian Khalifah di atas Manhaj Nubuwwah. Kemudian beliau diam." (HR Ahmad, Hadis Hasan).

Hadits ini merupakan berita gembira dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bahwa akan ada kembali Khilafah atas metode kenabian. Maka sebagai umat beliau yang meyakini kebenaran berita tersebut kita harus bersatu untuk berjuang mewujudkannya sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dulu berjuang menegakkannya. 
Wallahu a'lam

Oleh: Aprilina
Aktivis Muslimah 

Opini

×
Berita Terbaru Update