Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Peran Intelektual Muslim dalam Membangun Kesadaran Umat dan Kesejahteraan Masyarakat Menuju Peradaban Islam yang Agung

Senin, 18 Agustus 2025 | 05:05 WIB Last Updated 2025-08-17T22:05:38Z

Tintasiyasi.ID-- Pendahuluan

Sejarah peradaban Islam mencatat bahwa kebangkitan umat selalu dimulai dari kesadaran kolektif yang dipimpin oleh para intelektual Muslim. Mereka bukan sekadar pemilik pengetahuan, tetapi penjaga nilai, penuntun arah, dan penggerak perubahan. Dari era Rasulullah ﷺ, para sahabat, hingga ulama dan cendekiawan Muslim di zaman keemasan Islam, peran mereka senantiasa menjadi kunci terbentuknya masyarakat yang adil, makmur, dan berperadaban tinggi.

Kini, di tengah tantangan global berupa krisis moral, ketimpangan ekonomi, serta degradasi spiritual, peran intelektual Muslim menjadi semakin mendesak untuk menghidupkan kembali kesadaran umat dan membangun kesejahteraan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

1. Intelektual Muslim sebagai Penggerak Kesadaran Umat

Kesadaran umat (ummah consciousness) adalah modal awal kebangkitan Islam. Intelektual Muslim berperan untuk:

Menghidupkan kembali identitas keislaman
Mereka menjelaskan kepada umat bahwa Islam bukan sekadar agama ritual, tetapi juga sistem nilai yang mencakup kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya.

Membentuk pemahaman yang benar terhadap ajaran Islam
Melalui karya tulis, kajian, dan diskusi publik, intelektual Muslim meluruskan pemahaman yang keliru dan melawan narasi yang menyesatkan.

Membangun kesadaran sejarah
Umat yang memahami kejayaan dan kejatuhannya di masa lalu akan mampu mengambil pelajaran untuk masa depan.

2. Peran Strategis dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Islam memandang kesejahteraan tidak hanya material, tetapi juga spiritual dan moral. Peran intelektual Muslim antara lain:

Pengembangan ekonomi berbasis syariah
Mendorong sistem keuangan dan perdagangan yang adil, bebas riba, serta berpihak pada kemaslahatan rakyat.

Advokasi keadilan sosial
Mengkritisi kebijakan yang merugikan rakyat kecil dan memberikan solusi alternatif yang sesuai syariah.

Pemberdayaan masyarakat
Menggerakkan program pendidikan, kewirausahaan, dan teknologi yang mengangkat derajat umat.

3. Pilar Keilmuan: Integrasi Wahyu dan Akal

Keunggulan peradaban Islam lahir dari kemampuan para intelektualnya menggabungkan ilmu naqli (wahyu) dengan ilmu aqli (akal). Tanpa integrasi ini, umat akan terjebak pada dua ekstrem:

Sekularisasi yang memisahkan ilmu dari nilai.

Dogmatisme kaku yang menolak perkembangan ilmu.

Intelektual Muslim perlu membangun paradigma integrasi ilmu dan iman agar peradaban Islam kembali unggul.

4. Menyatukan Umat Menuju Peradaban yang Agung

Peradaban Islam tidak dibangun hanya oleh individu-individu cerdas, tetapi oleh sebuah kesatuan umat yang dipandu oleh visi yang sama. Intelektual Muslim harus menjadi:

Jembatan antar kelompok umat untuk menghindari perpecahan.

Penyampai visi peradaban yang menyatukan potensi umat dalam satu arah.

Teladan akhlak dan kepemimpinan yang menginspirasi, bukan sekadar mengajar.

5. Tantangan dan Jalan ke Depan

Tantangan yang dihadapi intelektual Muslim saat ini meliputi:

Arus globalisasi yang membawa budaya materialistik.

Dominasi narasi media yang sering mendistorsi Islam.

Fragmentasi umat akibat perbedaan pandangan politik dan mazhab.

Solusinya:

1. Membangun jaringan intelektual global untuk saling menguatkan dan bertukar gagasan.

2. Menguasai media dan teknologi untuk menyebarkan dakwah dan ilmu secara efektif.

3. Mencetak generasi penerus melalui pendidikan yang menanamkan akidah, akhlak, dan keterampilan hidup.

Kesimpulan

Peran intelektual Muslim dalam membangun kesadaran umat dan kesejahteraan masyarakat adalah kunci menuju peradaban Islam yang agung. Mereka adalah penyuluh akal dan pencerah hati, penghubung antara nilai-nilai Islam dengan realitas zaman. Dengan mengintegrasikan ilmu, iman, dan aksi nyata, intelektual Muslim dapat menginspirasi kebangkitan umat dan mengantarkan dunia pada masa keemasan baru yang berlandaskan rahmat bagi seluruh alam.

"Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11)

Oleh. Dr. Nasrul Syarif, M.Si.  (Perjalanan Ke kampus Pascasarjana Untuk Menguji Tesis  Para mahasiswa  S-2  UIT Lirboyo, 12 Agustus 2025, Terminal Bungurasi Menuju - Lirboyo Kediri)

Opini

×
Berita Terbaru Update