TintaSiyasi.id -- Pakar Hadis Ajengan Yuana Ryan Tresna mengungkapkan bahwa perayaan maulid Nabi Muhammad Saw. dirayakan setiap tahun di Bulan Rabiul Awal merupakan bentuk kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad Saw.
"Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. yang dirayakan setiap Bulan Rabiul Awal adalah bentuk kecintaan umat Islam kepada beliau," tuturnya dalam Fokus to The Point bertajuk Memaknai Cinta Nabi di Masa Kini di kanal YouTube UIY Official, Ahad (7/9/2025).
Menurutnya, dasar yang paling utama dari bagaimana umat dari dulu sampai sekarang menjadikan bulan Rabiul Awal sebagai momen untuk membaca hadisnya, membaca sirahnya, membaca syamailnya, membaca dalailnya, membaca fadhailnya. Pokoknya semua yang berkaitan dengan al'ulum anabawiyah, latar belakang, pondasinya, dan landasannya karena cuma satu, yaitu kecintaannya.
"Makanya, dari dulu dengan beragam modelnya, umat Islam termasuk para ulama menjadikan bulan Rabiul Awal sebagai momen untuk membacakan sirah kepada umat," ujarnya.
Ia menjelaskan, sirah adalah berkaitan dengan kisah-kisah Nabi Muhammad Saw. dan peristiwa-peristiwa dalam hidup beliau. Hari demi harinya, sejak lahir sampai wafatnya. Kemudian, banyak di kalangan para ulama juga membaca Kitab-kitab Syamail. Kitab Syamail adalah kitab yang mempelajari tentang sifat-sifat fisik penciptaan, sifat khalqiah, dan sifat khuluqiah, yaitu akhlaknya Rasulullah Saw., termasuk juga nasabnya, dan nama-nama.
"Kemudian, ada juga momen untuk mengkaji fadhailnya, yaitu keutamaan-keutamaan Nabi Muhammad Saw. dibandingkan dengan nabi-nabi yang lainnya. Dibaca juga Kitab-kitab Dalailnya, yaitu mukjizatnya, tanda-tanda kenabian beliau, termasuk khashaisnya, yaitu berkaitan dengan keistimewaan dan lain sebagainya," tambahnya.
Jadi katanya, dasarnya adalah karena cinta agar umat kenal dengan nabinya. Sehingga, untuk menjadi makrifat atau kenal, yaitu harus membacakan gambaran nabi.
Kenaikan Level
"Harusnya, levelnya naik ke level yang kedua. Dari makrifat ke mahabbah. Bagaimana agar mahabbah atau timbul cinta? Yaitu dengan mempelajari perjalanan hidupnya, pahit getir dalam perjuangannya. Dari mulai diutusnya sebagai rasul sampai wafatnya. Dari mempelajari sirahnya itu, maka timbul mahabbah," terangnya.
Sehingga menurutnya, dari mempelajari gambaran nabi, sosok nabi, dan sirah nabi, maka, akan timbul makrifat karena kenal. Dari mempelajari sirahnya, maka lahirlah mahabbah, yakni kecintaan.
"Kemudian, tidak cukup sampai di situ, para ulama juga mempelajari sirarahnya, yaitu intisarinya, ajarannya, hal-hal di dalamnya, batinnya. Maka, lahirlah al ittibak dengan mempelajari sarirahnya," katanya.
Maka, ia menyebutkan, kalau dibuat leveling, berarti mulai dari makrifat, mahabbah, dan al ittibak. Jadi, dari situlah sebenarnya motif besar kenapa setiap Bulan Rabiul Awal selalu dijadikan momen untuk mengenal Baginda Nabi Muhammad Saw.
"Kenapa ada peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw., itu semata-mata karena izharul farhah, yaitu menampakkan kebahagiaan.[] Nurmilati