Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Krisis BBM, Tanda Kita Belum Mandiri Energi

Senin, 13 April 2026 | 06:33 WIB Last Updated 2026-04-12T23:33:40Z
Tintasiyasi.id.com -- Isu kenaikan BBM mulai berhembus di awal April 2026. Namun BBM bersubsidi tidak naik, tetapi BBM nonsubsidi naik. Di beberapa tempat masyarakat harus antre berjam-jam untuk mendapatkan BBM, atau membeli secara eceran dengan harga tinggi. 

Ketika terjadi kenaikan harga minyak secara global, di mana salah satunya kapal tanker pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz. Akibatnya APBN menambal subsidi BBM karena harga minyak global naik, tapi tidak mampu bertahan lama, maksimal beberapa minggu.

Bahkan Pemerintah melakukan langkah-langkah penghematan seperti WFH, pembatasan pembelian BBM untuk kendaraan roda 4, pengurangan jumlah hari untuk MBG, dan lain-lain.

Upaya Pemerintah menghadapi dilema, karena jika harga BBM dinaikkan, inflasi akan meningkat dan terjadi gejolak sosial. Belum naik saja, antrean sudah terjadi di beberapa tempat. Jika tidak dinaikkan, defisit APBN akan makin besar.

Semua itu terjadi karena Indonesia adalah net importir minyak sehingga tergantung pada pasokan BBM dari luar negeri. Kondisi gonjang-ganjing minyak ini semakin menyulitkan masyarakat, baik untuk mendapatkan BBM maupun menjangkau harga BBM yang naik. 

Kenaikan inflasi juga makin menjadi ancaman. Indonesia menjadi gambaran negeri yang tergantung pada impor komoditas strategis, dalam hal ini BBM. Kegiatan ekonomi dan juga politiknya ikut terguncang.

Diperlukan solusi yang komprehensif. Misalnya, Kemandirian BBM hanya akan terwujud ketika Indonesia tergabung dalam Khilafah dengan negeri-negeri muslim lain. Minyak yang melimpah di wilayah Arab, termasuk Iran, akan didistribusikan untuk seluruh negeri di wilayah Khilafah. 

Selain itu dengan kemandirian BBM ini, Khilafah akan menjadi negara independen, bahkan adidaya, sehingga politik dan ekonominya tidak mudah terguncang akibat gejolak global. 

Meskipun memiliki kemandirian BBM, Khilafah tetap menggunakan BBM dengan bertanggung jawab sesuai kebutuhan berdasarkan syariat. Penghematan masih dilakukan, namun hanya dilakukan pada hal-hal yang tak vital bukan pada pelayanan publik.

Khilafah juga tetap mengembangkan sumber energi selain minyak, seperti nuklir dll. sehingga menjamin pemenuhan kebutuhan energi sebagai negara adidaya. 

Sungguh Umat Islam akan menjadi umat yang terbaik, dengan syarat menjadikan Islam sebagai pedoman dalam seluruh aspek kehidupan. Peristiwa kenaikan BBM berulang akan terus terjadi selama kemandirian pengelolaan energi belum terjadi. Dan hal tersebut hanya mungkin terjadi dalam sistem Khilafah Rosyidah. Wallahu'alam bishshowwab.[]

Oleh: Lailatul Khoiriyah, S.Pd
(Praktisi Pendidikan)

Opini

×
Berita Terbaru Update