Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Cara Menyikapi Janji Rasul Tentang Munculnya Kekhilafahan Kedua

Senin, 15 September 2025 | 16:30 WIB Last Updated 2025-09-15T09:30:36Z

TintaSiyasi.id -- Menanggapi pertanyaan tentang bagaimana cara menyikapi hadis Rasulullah Saw “summa takunu khilafatan ‘ala minhaj an-nubuwwah, summa sakat”, Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto (UIY) menegaskan bahwa janji Rasul sejatinya adalah janji Allah. 
 
“Janji Rasulullah itu janji Allah. Karena tidak mungkin Nabi itu berjanji tidak berdasarkan wahyu Allah atau bukan wahyu Allah. Dan janji Allah itu haq — inna wa‘dallahi ḥaqq. Dia haq artinya ini benar, dan benar itu pasti akan terwujud. Allah tidak punya iradah untuk mengingkari,” tegasnya dalam kajian bertajuk Maulid Nabi, Lahirnya Peradaban Agung yang tayang di kanal YouTube UIY Official, Sabtu (13/9/2025).

UIY menambahkan, yang jadi persoalan bukan terletak pada janjinya, melainkan sikap umat Islam menghadapi janji tersebut. Menurutnya, janji itu pasti bersyarat. “Seperti in tansurullaha yansurkum — Allah itu pasti akan menolong kita, tapi dengan syarat engkau betul-betul menolong Allah,” jelasnya.

UIY mencontohkan sosok Muhammad Al-Fatih yang memahami betul syarat pertolongan Allah. Kemenangannya bukan hanya karena doa, melainkan juga hasil persiapan matang. “Dia menyiapkan 250.000 pasukan, memikirkan strategi sampai menemukan cara untuk menembus Teluk Tanduk Emas dengan menaikkan 72 kapal melintasi Bukit Galata. Itu semua bagian dari pertolongan Allah,” papar UIY.

Menurutnya, pelajaran penting bagi umat hari ini ada dua. Pertama, memiliki visi besar yang yakin, yang tumbuh dari janji Allah dan Rasul-Nya. “Selepas Konstantinopel itu Roma. Roma itu di mana? Di Italia sekarang, Eropa Barat pasti akan ditaklukkan,” ujarnya.

Kedua, mengarahkan seluruh sumber daya untuk mewujudkan visi itu, dengan ikhtiar maksimal sebagaimana yang dilakukan Rasulullah Saw dan para sahabat. “Muhammad Al-Fatih bisa menaklukkan itu dalam kehidupan Islam. Ada khilafah waktu itu, meskipun berbentuk kesultanan, tapi tetap dibawa ke khilafahan,” terangnya.

Ia menegaskan, umat Islam hanya akan memiliki kekuatan besar jika berada di bawah satu payung politik yang kokoh. "Payung itu sekaligus menjadi jalan untuk merealisasikan janji besar Rasul, termasuk membebaskan Palestina," pungkasnya.[] Nabila Zidane

Opini

×
Berita Terbaru Update