Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Singgung Pesan Nabi 1400 Tahun Lalu, UIY Tekankan Pentingnya Kapabilitas Pejabat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 08:21 WIB Last Updated 2026-10-11T01:37:20Z
TintaSiyasi.id -- Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menegaskan pentingnya menempatkan pejabat berdasarkan kapabilitas dan keahlian, layaknya pesan Rasulullah saw. kepada Abu Dzar Al-Ghifari 1.400 tahun lalu, guna mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah berat yang membutuhkan kemampuan nyata agar tidak berujung pada penyesalan dan kehancuran negara.

"Menarik apa yang dikatakan oleh nabi saat Abu Dzar Al-Ghifari meminta suatu jabatan, permintaan tidak dipenuhi, karena engkau itu lemah. Jadi nabi sejak 1400 tahun lalu itu sudah mengajarkan kepada kita ini hari yang kita baru kenal dengan istilah 'the right man on the right place'," ucapnya di kanal YouTube UIY Official; Reshuffle Kabinet untuk Apa? Kinerja atau Bagi-bagi Kursi?, Selasa (6/10/2026). 

Adapun, UIY memandang penerapan merit system menuntut agar posisi atau jabatan betul-betul diisi berdasarkan keahlian serta kapasitas seseorang, di mana lemah yang dimaksud oleh nabi bukanlah soal fisik, melainkan ketiadaan kompetensi yang dibutuhkan untuk jabatan tersebut. 

"Meski pertimbangan politik tidak bisa dihindari dalam jabatan publik, kriteria utama yang wajib ditempatkan di atas segalanya tetaplah kapabilitas kepemimpinan," tegasnya. 

Selain kapabilitas, pria kelahiran Yogyakarta ini menekankan bahwa dalam menciptakan perubahan sosok atau orang yang dipilih wajib memiliki sifat amanah karena setiap jabatan kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah swt. 

"Nabi mengatakan jabatan itu amanah, amanah kalau tidak dijalankan akan menjadi kehinaan dan penyesalan. Ini yang harus diperhatikan bahwa ada orang yang sudah tidak amanah, terbukti korupsi dan segala macam itu mestinya harus diambil tindakan," jelasnya. 

Lebih lanjut, ia menambahkan pemimpin yang pintar dan jujur menjadi percuma jika masih berjalan di sistem yang rusak. Lantas, sistem yang benar hanya ada satu yakni syariah yang datang langsung dari Allah swt. 

"Jadi pemimpin yang baik dia harus bekerja disistem yang baik. Kombinasi sistem yang baik dan pejabat yang baik itulah yang akan menghasilkan kebaikan, meskipun orangnya baik tapi sitem buruk tidak akan bisa apalagi kalau dua-duanya, sudah sistem kapitalis dan pejabat gak amanah, korupsi dan dibiarkan saja bakal hancur," tutupnya. [] Taufan

Opini

×
Berita Terbaru Update