Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Klaim Tepi Barat "Milik Israel" Bukti Dua Negara Hanya Ilusi

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:36 WIB Last Updated 2026-10-09T23:36:36Z

TintaSiyasi.id -- Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir telah mengeluarkan pernyataan bahwa seluruh tiga wilayah administratif di Tepi Barat adalah "milik Israel". Klaim sepihak ini ia nyatakan pada saluran televisi sayap kanan Israel, Channel 14, pada Kamis 2 Oktober 2026.

Berdasarkan Kesepakatan Oslo II tahun 1995, Tepi Barat dibagi menjadi Area A, B, dan C. Area A berada di bawah kendali penuh Palestina,. Sedangkan Area B berada di bawah kendali sipil Palestina. Sementara Area C berada dalam kendali keamanan Israel, yang mencakup sekitar 60% wilayah tepi Barat Palestina dan berada di bawah kendali penuh Israel. (Minanews.net, 3 Oktober 2026).

Dari pernyataan Ben Gvir tersebut membuktikan bahwa yang sebenarnya diinginkan oleh zionis Israel adalah bisa menguasai seluruh wilayah Palestina baik Gaza maupun Tepi Barat. 

Fakta membuktikan apa yang terjadi di Gaza merupakan genosida dan penghancuran secara total oleh Zionis Yahudi Israel, sebagaimana yang terlihat. Seperti penyerbuan pemukiman, pemboman, pembakaran masjid-masjid, penculikan dan masih banyak lagi kekejaman serta kezaliman yang mereka lakukan terhadap penduduk Gaza.

Dan pengkhianatan secara terang-terangan yang dilakukan oleh seorang pemimpin di Arab dengan bertemu Netanyahu adalah bukti bahwa tidak ada yang bisa dipercaya di negara dengan sistem yang rusak, sistem buatan manusia, sistem kapitalisme sekuler.

Solusi dua negara yang diusulkan oleh AS, para sekutu, dan para pengkhianat penguasa negeri Muslim yang selalu digembar-gemborkan sebagai solusi terbaik hanyalah kebohongan dan ilusi belaka.

Karena itu yang menjadi tugas kita sampai detik ini adalah menyakinkan seluruh dunia bahwa Israel akan mengambil seluruh tanah Palestina. Dan solusi dua negara tidak akan pernah ada sampai kapanpun. Sehingga tidka akan pernah bisa membebaskan Palestina dari penjajahan zionis Yahudi.

Sebagai manusia yang diberi akal, jangan pernah berpikir solusi dua negara atau diplomasi dapat menyelesaikan masalah Palestina hari ini. Solusi yang hakiki adalah dengan perang jihad fisabilillah (jihad dijalan Allah).

Dan jihad melawan zionis Israel hanya bisa sempurna jika ada persatuan umat Islam dengan komando khalifah dibawah naungan khilafah. Dengan demikian maka wajib bagi kita seluruh kaum Muslim bersatu untuk membangkitkan kembali khilafah Islam. Wallahu a'lam bishshawab.[]


Masitah 
Pelajar

Opini

×
Berita Terbaru Update