Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Risalah Nabi Muhammad Saw. Ditujukan untuk Seluruh Umat Manusia Tanpa Membedakan Gender

Rabu, 02 September 2026 | 04:28 WIB Last Updated 2026-09-01T21:28:44Z

TintaSiyasi.id -- Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menegaskan bahwa risalah yang dibawa Nabi Muhammad saw. ditujukan untuk seluruh umat manusia tanpa membedakan gender, alhasil perempuan juga bisa meneladan dan mengikuti Rasulullah saw. meski Nabi seorang laki-laki.

 

“Risalah yang dibawa Nabi Muhammad saw. ditujukan untuk seluruh umat manusia tanpa membedakan gender, alhasil perempuan juga bisa meneladan dan mengikuti Rasulullah saw. meski Nabi seorang laki-laki,” tegas UIY.

 

"Ketika berbicara tentang gharizah atau naluri memiliki, laki-laki maupun perempuan itu sama saja, sehingga risalah berbicara tentang manusia secara keseluruhan. Perempuan tetap bisa meneladan Nabi meskipun Nabi adalah seorang laki-laki," ucapnya di kanal YouTube 1 Ummah bertajuk Meneladan Rasulullah, Mengemban Risalah Islam, Selasa (25/08/2026).

 

Ia menambahkan bahwa laki-laki dan perempuan pada hakikatnya sama, yaitu sebagai manusia. “Hal itu terlihat dari kebutuhan dasar seperti makan dan minum, di mana laki-laki maupun perempuan memiliki kebutuhan yang sama,” jelasnya.

 

"Ingat, Nabi menegaskan bahwa beliau adalah manusia biasa sama seperti kita, yang membedakannya adalah beliau menerima wahyu dari Allah," terangnya.

 

Adapun untuk hal-hal yang bersifat khusus mengenai perempuan, UIY menjelaskan Nabi Muhammad saw. menyampaikannya secara spesifik baik secara langsung maupun melalui perantara para sahabiah, termasuk istri-istri Nabi dan para sahabat perempuan.

 

"Bahwa apa yang paling penting itu risalah dibawa Nabi ialah memberi kita arah. Tentang apa? Seperti sering kita sebut, sebenarnya kita hidup untuk apa,” ulasnya.

 

“Betul kita meraih kemajuan teknologi luar biasa saat ini. Sekarang ada AI yang bisa menjawab segala-galanya itu. Tetapi sebenarnya itu semua untuk apa? Kemudian semua manusia mati," imbuhnya.

 

Lantas UIY menyinggung fenomena ambisi figur seperti Elon Musk yang berangan-angan terhindar dari kematian. “Alhasil, tidak sedikit masyarakat yang menantikan momen untuk membuktikan bahwa figur sekelas Elon Musk sekalipun tidak akan pernah bisa luput dari cengkeraman kematian,” sebutnya.

 

"Pertanyaannya setelah mati mau ke mana. Ini 'kan soal arah. Semua orang lahir sadar, tetapi untuk apa mereka hidup di dunia dan ke mana setelah mati. Itu bicara arah. Arah itulah yang ditunjukkan Nabi kepada kita. Hidup cuma sekali setelah itu ke mana. Itulah yang menjadi pertanyaan penting," paparnya.

 

"Dan risalah itulah yang memberikan kita penegasan bahwa hidup di dunia tidak lain hanya untuk beribadah kemudian setelah mati kembali pada Allah Swt.," tutupnya.[] Taufan

Opini

×
Berita Terbaru Update