“Risalah yang dibawa Nabi
Muhammad saw. ditujukan untuk seluruh umat manusia tanpa membedakan gender,
alhasil perempuan juga bisa meneladan dan mengikuti Rasulullah saw. meski Nabi
seorang laki-laki,” tegas UIY.
"Ketika berbicara tentang gharizah
atau naluri memiliki, laki-laki maupun perempuan itu sama saja, sehingga
risalah berbicara tentang manusia secara keseluruhan. Perempuan tetap bisa meneladan
Nabi meskipun Nabi adalah seorang laki-laki," ucapnya di kanal YouTube
1 Ummah bertajuk Meneladan Rasulullah, Mengemban Risalah Islam,
Selasa (25/08/2026).
Ia menambahkan bahwa laki-laki
dan perempuan pada hakikatnya sama, yaitu sebagai manusia. “Hal itu terlihat
dari kebutuhan dasar seperti makan dan minum, di mana laki-laki maupun
perempuan memiliki kebutuhan yang sama,” jelasnya.
"Ingat, Nabi menegaskan
bahwa beliau adalah manusia biasa sama seperti kita, yang membedakannya adalah
beliau menerima wahyu dari Allah," terangnya.
Adapun untuk hal-hal yang
bersifat khusus mengenai perempuan, UIY menjelaskan Nabi Muhammad saw.
menyampaikannya secara spesifik baik secara langsung maupun melalui perantara
para sahabiah, termasuk istri-istri Nabi dan para sahabat perempuan.
"Bahwa apa yang paling
penting itu risalah dibawa Nabi ialah memberi kita arah. Tentang apa? Seperti
sering kita sebut, sebenarnya kita hidup untuk apa,” ulasnya.
“Betul kita meraih kemajuan
teknologi luar biasa saat ini. Sekarang ada AI yang bisa menjawab
segala-galanya itu. Tetapi sebenarnya itu semua untuk apa? Kemudian semua
manusia mati," imbuhnya.
Lantas UIY menyinggung fenomena
ambisi figur seperti Elon Musk yang berangan-angan terhindar dari kematian. “Alhasil,
tidak sedikit masyarakat yang menantikan momen untuk membuktikan bahwa figur
sekelas Elon Musk sekalipun tidak akan pernah bisa luput dari cengkeraman
kematian,” sebutnya.
"Pertanyaannya setelah mati
mau ke mana. Ini 'kan soal arah. Semua orang lahir sadar, tetapi untuk apa
mereka hidup di dunia dan ke mana setelah mati. Itu bicara arah. Arah itulah
yang ditunjukkan Nabi kepada kita. Hidup cuma sekali setelah itu ke mana. Itulah
yang menjadi pertanyaan penting," paparnya.
"Dan risalah itulah yang memberikan
kita penegasan bahwa hidup di dunia tidak lain hanya untuk beribadah kemudian
setelah mati kembali pada Allah Swt.," tutupnya.[] Taufan