"Atas tiga kekacauan itu
orang pasti akan menuntut 'kan, jadi orang cenderung akan mencari jawaban yang eyecatching,
di situlah kita bisa memahami kenapa orang kembali tertarik kepada pikiran-pikiran
sosialis karena itu yang dianggep paling dekat. Ketiganya itu masalah
fundamental sekali, tak ada jawaban untuk solusi kecuali persatuan umat,"
ucapnya di kanal YouTube 1 Ummah berjudul Meneladan Rasulullah,
Mengemban Risalah Islam pada Selasa (25/08/2026).
Ia menekankan, daripada
sosialisme, ada yang lebih baik dan jauh lebih baik, namun persoalannya yang
baik itu tak terlihat jadi tidak ada yang menangkapnya. “Ini menjadi tugas
besar yang harus diemban umat terlebih sebagai pribadi maupun Jemaah,”
tandasnya.
"Justru ini hari momentum
sangat penting, sangat pas karena setiap orang akan cenderung mencari jawaban
ketika ada masalah. Dua miliar masak keok sama Amerika, kalau satu aja Iran
bisa hebat, bagaimana bila semua kekuatan bersatu," terangnya
mengingatkan.
Meski demikian, ia tidak
memungkiri bahwa saat ini AS memang layaknya anjing galak dan tidak ada yang
mampu menghentikannya atas apa yang dilakukannya. "Presiden diambil begitu
aja di Venezuela, negara diserang gitu aja, Selat Hormuz diklaim wilayah dia
segala macam," keluhnya.
Namun, ia meyakini dengan
kekuatan keimanan jika seluruh umat bersatu maka setiap negara bisa menjadi
layaknya Iran ketika menghadapi AS. “Menghadapi satu negara yakni Iran, AS
begitu kerepotan terlebih jika ratusan negara Muslim Bersatu,” lugasnya.