Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Israel Mengusir Warga Palestina dari Gaza, PBB Cukup Mendata Saja

Senin, 14 September 2026 | 07:59 WIB Last Updated 2026-09-14T00:59:55Z

TintaSiyasi.id -- Kehidupan masyarakat Palestina masih berada dalam belenggu kesengsaraan. Negeri para Nabi itu makin terluka karena tidak hanya wilayahnya dihancurkan, warganya dibantai, kehidupan mereka dipersulit bahkan berita terkini menyebutkan bahwa Zionis Israel juga telah menyusun rencana untuk mengeluarkan 1,86 juta warga Palestina dari Gaza dalam waktu tujuh tahun dengan narasi "migrasi sukarela" dan masih menunggu persetujuan Amerika Serikat. 

Untuk melancarkan rencana tersebut Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali menerobos masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki. CNN Indonesia edisi 5 September 2026 memberitakan bahwa dalam laporan PBB yang berjudul ๐˜‹๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ถ๐˜ค๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ง ๐˜—๐˜ข๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜™๐˜ฆ๐˜ง๐˜ถ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฆ ๐˜Š๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ด ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ ๐˜ž๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต ๐˜‰๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ tertanggal 4 September 2026 dijelaskan bahwa militer Israel telah melakukan pengusiran warga Palestina di Kamp Jenin, Nur Shams dan Tulkarms dengan mendatangi rumah mereka satu persatu dan memaksa warga malang itu keluar dari rumah mereka sendiri sejak awal 2025 melalui operasi Iron Wall maka definisi "migrasi sukarela" patut dipertanyakan. 

Menurut keterangan warga sekitar, Perwira Militer Israel mengatakan pada mereka bahwa sudah tidak ada lagi kamp pengungsian dan mereka disuruh untuk pergi ke Yordania. Kantor tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) mengingatkan bahwa pola pengusiran jangka panjang, serangan udara, penggunaan buldoser berpelindung baja, peledakan sebagai tindakan hukuman kolektif dan pembersihan etnis merupakan tindakan yang mengarah pada tindakan kejahatan kemanusiaan. 

Begitulah keadaan kaum muslim yang hidup di bawah aturan kaum kafir penjajah yang tergabung dalam PBB. Penderitaan mereka tidak dianggap sebagai kenyataan yang membutuhkan solusi cepat dan manusiawi. Hancurnya kehidupan kaum muslim Palestina hanya berhenti sebagai data yang dikumpulkan untuk digolongkan sebagai kejahatan kemanusiaan semata sedangkan pelaku kejahatannya tidak pernah ditindak tegas. 

Kenyataan yang paling menyayat hati adalah ketidakpedulian para penguasa muslim atas penderitaan saudara seimannya. Padahal mereka adalah negara-negara dengan kekuatan militer yang sudah diperhitungkan dunia. akan tetapi mereka masih saja sibuk dengan urusan dalam negeri mereka masing-masing. Ikatan ukhuwah di antara mereka telah menguap tak bersisa hal ini karena mereka masih memiliki ketergantungan ekonomi-politik dengan negara-negara pendukung Zionis. 

Maka tidak ada solusi lain untuk kembali menghargai warga Palestina sebagai manusia yang memiliki hak hidup dengan aman dan damai kecuali dengan menyadarkan umat ini bahwa mereka adalah umat yang satu. Bahwa kewajiban untuk melindungi jiwa setiap muslim itu tidak berhenti hanya sebatas sebagai pengetahuan yang dihafal tapi perlu diwujudkan. Untuk itu dibutuhkan sebuah institusi yang mengikat mereka secara hukum yaitu dengan mendirikan Daulah Khilafah Islamiyah sebagai negara Islam yang menjalankan semua syariat Allah Swt. dalam mengatur kehidupan ini. Umat Islam juga harus sadar bahwa haram bagi mereka melakukan kerja sama dengan negeri-negeri kafir apalagi menjadi penopang energi militer negeri kafir itu untuk membantai saudara seimannya sendiri. 

Bila negara Islam ini telah berdiri maka tidak ada lagi hukum buatan manusia yang dijalankan. Saat itu satu-satunya hukum yang dijalankan adalah hukum Allah Swt. maka dengan penuh kesadaran semua negara yang menjadi anggotanya akan bersatu, bersama-sama menolong saudara muslim yang ditindas oleh kaum kafir penjajah karena sesungguhnya kaum kafir penjajah itu sangat lemah, mudah ditumbangkan. Bahkan jumlah tentara & alat perang kaum muslimin jauh lebih banyak karena tentara negeri muslim terdiri dari sekitar 57 negara dengan alat perang yang jauh lebih canggih daripada milik Amerika dan Israel. 

Persatuan tentara muslim dapat dengan mudah mengusir penjajah yang selama ini meluluhlantakkan tanah mulia itu, menumpahkan darah, air mata serta menjatuhkan kehormatan warganya dan sekarang dengan penuh kepongahan berencana mengusir penduduk asli Gaza dari tanah kelahirannya sendiri. Di hadapan para tentara jihad itu tentara Amerika dan Israel tak ubahnya seperti debu yang tertiup angin. Tidak ada gentar dalam hati mereka karena jihad ini adalah bukti pengorbanan tertinggi mereka pada sesama muslim yang bernilai pahala sangat tinggi. Kalaupun mereka tewas dalam pertempuran maka syahid adalah hadiah terindah yang mereka nanti. 

Tidak hanya itu khilafah juga akan mengonsolidasikan penggunaan sumber daya minyak dan gas yang ada sebagai basis perlawanan militer-ekonomi untuk membebaskan Palestina. Dengan begitu kemenangan kaum muslimin sangat masuk akal. Maka jangan buang waktu, segeralah bersatu untuk mengembalikan kemuliaan umat Muhammad ini.[]


Oleh: Nurul Lailiya
Aktivis Muslimah

Opini

×
Berita Terbaru Update