"Peringatan maulid itu bukan sekedar
peringatan cinta di dalam pengertian personal kita kepada Nabi, tetapi
kecintaan kita kepada Nabi untuk bagaimana membawa risalah ini memberi arah
kepada dunia yang sedang kacau balau seperti ini sekarang," terangnya.
Ia mengingatkan atas kekacauan
yang terjadi saat ini, menunjukkan dengan jelas bahwa umat kehilangan arah
tujuan hidup yang benar.
UIY juga mencontohkan bagaimana bmat
Islam terdahulu menghadapi dua pertemuan besar, yakni pertemuan dengan Romawi
pada Perang Mu'tah dan Persia pada Perang Al-Qadisiyah.
“Pertemuan keduanya bukan hanya
pertemuan fisik, namun juga pertemuan antara dua peradaban besar,” ungkapnya.
"Peradaban materialisme yang
sudah mulai kehilangan relevansinya dengan peradaban wahyu, peradaban yang
memberikan arah yang lebih jelas di tengah kekacauan semua hal sebagaimana yang
terjadi ini hari," jelasnya.
Ia mencontohkaan dari pertemuan
dua peradaban besar itu harusnya umat Muslim turut berkaca bahwa kekacauan yang
sama juga terjadi hari ini.
"Sekarang orang
bertanya-tanya tentang gender. Aneh, kan? Gender itu kan simpel sebenarnya. Kalau dalam pandangan kita, laki-perempuan
selesai. Tetapi kenapa mereka dapat menerangkan he itu ada dua, he-she
dan he-he. Bahkan di Tailan itu ada 18," paparnya.
"Kemudian ekonomi, untuk apa
ketika kesenjangan semakin menganga. Ada orang dengan kekayaan 12.000 triliun,
tetapi segitu banyak orang untuk makan sangat susah," sambungnya.
Berbagai permasalahan yang dunia
hadapi saat ini, lanjut UIY, disebabkan karena dunia sedang berada dalam
kekuasaan yang dikendalikan dengan semena-mena. “Sehingga ini adalah kesempatan
bagi umat Muslim untuk menunjukkan arah yang benar,” ujarnya.
"Ini semua kan kekacauan,
gagap. Bagaimana mengatur ini semua. Bagaimana mengendalikan ini semua ketika
yang punya kekuasaan mengendalikan dan dikendalikan untuk keangkaramurkaan
dia," tegasnya.
"Justru itulah sebenarnya
dunia ini sedang membutuhkan arah baru. Bukan arah baru sebenarnya, arah yang
benar. Dan arah yang benar itu tidak bukan kecuali sesuatu yang Maha Benar,
Allah Swt.," sambungnya.
UIY kembali menegaskan bahwa arah
adalah akar permasalahan yang menyebabkan manusia saat ini kebingungan
menentukan jalan kebenaran.
"Arah ini lah yang
sebenarnya dibutuhkan dan ini sebenarnya sumbangsih kita yang luar biasa.
Tanggung jawab kita yang luar biasa,” serunya.
“Jadi kalau kita teriak begini
rupa itu karena kecintaan kita kepada negeri tercinta ini kepada manusia yang
begitu rupa dalam kegelapan yang menjadi arah kebenaran," tandasnya.[] Hima
Dewi