Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PHK dalam Perspektif Islam

Senin, 17 Agustus 2026 | 06:46 WIB Last Updated 2026-08-16T23:46:33Z
TintaSiyasi.id -- ​Kemnaker kembali merilis data jumlah PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) pada hari Minggu (2/8), pada situs Satu Data Kemnaker di periode Januari hingga Juni 2026 provinsi dengan jumlah PHK tertinggi adalah Jawa Barat dengan jumlah PHK sebanyak 6.727 pekerja. Kemudian disusul oleh provinsi Banten sebanyak 3.782 pekerja, Jawa Timur 2.851 pekerja, dan DKI Jakarta sebanyak 2.436 pekerja. (Kumparan.com, 02/08/2026)

​Melonjaknya PHK jelas meningkat juga jumlah pengangguran, akibat melonjaknya PHK adalah kombinasi antara tekanan eksternal dan kondisi ekonomi domestik yang memburuk. Ditambah dengan kebijakan-kebijakan problematik yang dibuat oleh pemerintah. Lantas apa penyebab pemutusan hubungan kerja dan pengangguran marak terjadi?

Penyebab PHK

​Bahan bakar bagi industri sangat penting untuk keberlangsungan industri itu sendiri. Namun, bahan bakar minyak dan minyak mentah di Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada impor. Akibat eskalasi perang Iran-AS berdampak langsung pada operasional industri domestik. Dengan adanya eskalasi ini harga gas untuk industri manufaktur juga melonjak. Begitu juga dengan harga batu bara, beberapa industri masih menggunakan pembangkit listrik mandiri dengan menggunakan batu bara. Karena pasokan batu bara terbatas membuat harga batu bara ikut melonjak.

​Kombinasi kenaikan harga BBM, gas, dan batu bara sudah sangat cukup membuat biaya produksi manufaktur melonjak. Sementara ruang untuk menaikkan harga barang sangat terbatas akibat adanya persaingan pasar. Dengan adanya kondisi seperti ini beberapa industri melakukan efisiensi dengan melakukan pemutusan hubungan kerja bagi sejumlah tenaga kerja.

Solusi Islam

​Islam memiliki pandangan bahwa pemimpin adalah pengurus rakyat, selain pengurus pemimpin juga bertanggung jawab atas rakyatnya. Bertanggung jawab atas kebutuhan hidup berupa sandang, pangan, dan papan, bukan secara teknis melainkan secara birokrasi. Pemerintah memegang kemudi atas negara yang dipimpinnya. Kemudi mampu mengarahkan rakyatnya kepada kesejahteraan atau justru sebaliknya.

​Islam sebagai rahmatan lil alamin telah memerintahkan manusia untuk berserikat atas tiga hal, yaitu air, api, dan rumput. Tiga hal ini yang perlu dikelola dengan baik supaya membawa kemaslahatan bagi umat atau rakyat. Sumber daya alam tidak bisa dikelola oleh satu orang atau satu kelompok saja, karena akan terjadi privatisasi yang hanya akan menyejahterakan segelintir orang saja.
​Sehingga perlu adanya pemimpin negara yang mampu mengelola sumber daya alam ini untuk kepentingan rakyatnya. Pengelolaan sumber daya alam dengan baik akan sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya, karena harga bahan bakar minyak, gas, batu bara, dan lainnya akan sangat terjangkau. Rakyat tidak tercekik dengan harga bahan baku yang melonjak, industri juga akan lebih longgar dalam mengelola biaya produksi yang berdampak pada harga jual lebih terjangkau.

​Selain itu dalam Islam, negara wajib menjamin pendidikan berkualitas dan gratis bagi rakyatnya. Pendidikan bukan hanya membentuk kepribadian islami, pola pikir, dan sikap yang berasaskan Islam, tetapi juga menyiapkan tenaga kerja dengan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Maka, sangat diperlukan pendidikan berkualitas dan gratis untuk menghindari adanya ajang komersialisasi. Dengan itu lahir generasi cemerlang yang terampil dan mampu bersaing di dunia kerja.

​Sejahtera saja tidak cukup, bagi umat Islam rida Allah adalah hal terpenting dalam hidup. Sistem ekonomi dalam sistem saat ini masih menggunakan riba, padahal telah banyak bukti bahwa riba hanya akan membawa kepada kehancuran. Maka, dalam sistem Islam, negara harus terbebas dari transaksi riba. 

​Selanjutnya dalam menangani kasus PHK dan pengangguran, strategi Islam adalah dengan menciptakan lapangan kerja. Sejalan dengan misi Islam yaitu menjadi negara industri utama dunia, produksi dalam negeri perlu ditingkatkan, ini juga yang akan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Negara mengarahkan pembangunan industri strategis, terutama industri berat dan barang modal, dengan dukungan energi dan bahan baku milik umum dengan harga murah dan tanpa ribawi.

Ketika sumber daya alam dikelola penuh oleh negara, akan banyak menyerap tenaga kerja untuk mengurangi angka pengangguran. ​Solusi di atas hanyalah sebagian dari sekian banyak solusi lain yang bisa digali dari nash-nash yang bersumber dari wahyu Allah. Bertentangan dengan sistem saat ini yang bias akan kepentingan pemodal, sistem Islam justru berasaskan akidah Islam yang di dalamnya terdapat rida Allah dengan bonus kesejahteraan bagi umat. Karena itu perlu penerapan Islam secara menyeluruh dalam bingkai negara yang menggunakan manhaj kenabian. Ini adalah agenda utama umat Islam.

Wallahu a'lam bish-shawab


Oleh: Ummu Riri
(Aktivis Muslimah)

Opini

×
Berita Terbaru Update