“Selama kapitalisme masih ada, zionisme
akan terus berkembang,” ujarnya dalam saluran YouTube Live Muslimah Insight
‘Tebing Barat Membara, New Gaza Semakin Nyata’, Ahad (09/08/2026).
Menurutnya, persoalan zionisme
bukan hanya berkaitan dengan ras atau bangsa semata, tetapi telah berkembang
menjadi persoalan ideologi. “Ini sebenarnya bukan soal ras, bangsa semata,
tetapi ini menjadi persoalan ideologi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, keadaan Tepi
Barat semakin mengkhawatirkan. “Keberadaan berbagai proyek politik dan ekonomi
di wilayah Palestina tidak dapat dipisahkan dari kepentingan yang lebih luas
terhadap penguasaan wilayah umat Islam tersebut,” paparnya.
“Kepentingan tersebut berjalan
seiring dengan tindakan kekerasan yang terus-menerus terhadap warga Palestina,”
imbuhnya.
Ia mengungkapkan bahwa kekerasan
bukan hanya dilakukan melalui operasi pihak berwenang Israel, tetapi juga
melibatkan kelompok pemukim yang melakukan kekacauan dan serangan terhadap
warga Palestina.
“Mereka ini didatangkan, diimpor,
bukan settler yang asal,” jelasnya.
Lanjut dikatakan, kelompok
tersebut kemudian menindas dan menzalimi warga Palestina di kawasan permukiman.
“Mereka melakukan vandalisme dan
kekerasan untuk mengusir penghuni Muslim yang sebenarnya sudah sejak dahulu
menduduki wilayah tersebut,” ungkapnya.
Ia mengatakan, strategi tersebut
mencakup konflik horizontal melalui tindakan kelompok pemukim untuk menekan dan
mengusir warga Palestina, yang kemudian disertai tindakan pihak berwenang
Israel dari tingkat atas.
“Konflik horizontal yang
diwujudkan sepanjang 2026 untuk mengusir, kemudian ditambah dengan serangan top-down
yang vertikal dari rezim Zionis sendiri,” ujarnya.
Menurut ia lagi, strategi dan
pola tersebut berjalan seiring dengan pembangunan permukiman dan kebijakan
penguasaan wilayah. “Berarti ada lapisan-lapisan strategi yang disiapkan, tidak
hanya satu,” katanya.
Dr. Fika juga menyatakan bahwa
berkurangnya pemberitaan mengenai Palestina tidak berarti penindasan telah
berhenti. “Umat Islam tetap perlu memantau perkembangan di Gaza dan Tepi Barat
meskipun isu tersebut tidak lagi mendominasi ruang public,” sarannya.
“Meskipun kita tidak menerima
berita-berita langsung seperti yang terjadi sampai akhirnya harus ada sidang
PBB dulu, kita tetap harus aware,” pesannya.
Ia menilai, selama sistem yang
dianggap menopang perkembangan zionisme masih bertahan, ancaman terhadap
Palestina akan terus berlangsung.
“Selama habitatnya masih ada maka
zionis itu akan terus berkembang sebagai anak nakal yang terus merajalela,”
tuntasnya.[] Rahmah