Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Aktivis Muslimah: Penguasa Kaum Muslim Berpolitik Dua Muka

Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:20 WIB Last Updated 2026-08-28T07:20:09Z

TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslimah Ustazah Iffah Ainur Rochmah mengatakan bahwa penguasa di negeri kaum Muslim berpolitik dua muka. “Penguasa di negeri kaum Muslim ini berpolitik dua muka,” sebutnya dalam saluran YouTube Live Muslimah Insight ‘Tebing Barat Membara, New Gaza Semakin Nyata’.  (Ahad), 9/8/2026.

 

“Terdapat perbedaan antara dukungan yang diberikan para penguasa terhadap Palestina dari tindakan yang diambil dalam hubungan internasional,” ujarnya, Ahad (09/08/2026).

 

Di satu sisi, menurutnya, penguasa Muslim menyatakan dukungan kepada Palestina melalui forum diplomatik dan pernyataan politik, tetapi di sisi lain tetap menjalin hubungan dengan negara-negara yang mendukung Israel. “Hanya retorika semata,” tandasnya.

 

Ustazah Iffah mengulas bagaimana keterlibatan pemerintah Indonesia dalam Board of Peace. “Langkah tersebut menimbulkan persoalan mengenai konsistensi tindakan pemerintah karena Indonesia juga disebut tetap menjalin hubungan erat dengan Amerika,” bebernya.

 

“Memberi dukungan terhadap Palestina adalah amanah konstitusi,” ungkapnya yang memandang pernyataan sedemikian kerap disampaikan oleh pemerintah Indonesia.

 

Ia mengatakan bahwa Indonesia dari awal telah menunjukkan dukungan terhadap Palestina dan karena itulah pemerintah menyatakan tidak akan membiarkan Palestina. “Namun, menurutnya, pernyataan tersebut perlu dibuktikan melalui tindakan yang lebih jelas,” sarannya.

 

“Suara dari Malaysia dan Indonesia itu sama,” ujarnya ketika membahas sikap kedua negara dalam forum internasional.

 

“Beliau menjelaskan bahwa menteri luar negeri kedua negara sama-sama menyuarakan dukungan yang lebih kuat bagi Palestina. Namun, merasa pesimistis mengenai tindakan sepatutnya yang diambil dari dukungan tersebut,” ulasnya.

 

“Perhatiannya, solidaritasnya itu masih sebatas itu,” katanya ketika membandingkan sikap umat dengan tindakan penguasa.

 

Menurutnya, umat Islam menunjukkan solidaritas melalui doa, sumbangan, boikot, serta bantuan kemanusiaan untuk rakyat Palestina. “Bentuk solidaritas tersebut penting, tetapi belum menyelesaikan permasalahan secara menyeluruh,” ujarnya.

 

“Yang ada justru beberapa waktu yang lalu pemerintah sudah menyatakan komitmen untuk mengirimkan tentara dalam misi BoP,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan perjanjian damai dan gencatan senjata. “Namun, mengapa tidak ada pernyataan yang secara tegas menunjukkan komitmen untuk menghentikan kekerasan terhadap Palestina pula,” masygulnya.

 

“Dukungan terhadap Palestina tidak cukup hanya melalui pernyataan diplomatik dan bantuan kemanusiaan, tetapi harus disertai tindakan yang konsisten dengan apa yang telah disampaikan,”  serunya.

 

“Kalau dukungan atau respons yang dikatakan dukungan terhadap Palestina masih sebatas itu, tentu kita tidak dapat memberikan pertolongan atau membebaskan Palestina,” tuntasnya. [] Rahmah

Opini

×
Berita Terbaru Update