TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslimah Ustazah Iffah Ainur Rochmah mengatakan bahwa penguasa di negeri kaum Muslim berpolitik dua muka. “Penguasa di negeri kaum Muslim ini berpolitik dua muka,” sebutnya dalam saluran YouTube Live Muslimah Insight ‘Tebing Barat Membara, New Gaza Semakin Nyata’. (Ahad), 9/8/2026.
“Terdapat perbedaan antara
dukungan yang diberikan para penguasa terhadap Palestina dari tindakan yang
diambil dalam hubungan internasional,” ujarnya, Ahad (09/08/2026).
Di satu sisi, menurutnya,
penguasa Muslim menyatakan dukungan kepada Palestina melalui forum diplomatik
dan pernyataan politik, tetapi di sisi lain tetap menjalin hubungan dengan
negara-negara yang mendukung Israel. “Hanya retorika semata,” tandasnya.
Ustazah Iffah mengulas bagaimana
keterlibatan pemerintah Indonesia dalam Board of Peace. “Langkah
tersebut menimbulkan persoalan mengenai konsistensi tindakan pemerintah karena
Indonesia juga disebut tetap menjalin hubungan erat dengan Amerika,” bebernya.
“Memberi dukungan terhadap
Palestina adalah amanah konstitusi,” ungkapnya yang memandang pernyataan
sedemikian kerap disampaikan oleh pemerintah Indonesia.
Ia mengatakan bahwa Indonesia
dari awal telah menunjukkan dukungan terhadap Palestina dan karena itulah
pemerintah menyatakan tidak akan membiarkan Palestina. “Namun, menurutnya,
pernyataan tersebut perlu dibuktikan melalui tindakan yang lebih jelas,”
sarannya.
“Suara dari Malaysia dan
Indonesia itu sama,” ujarnya ketika membahas sikap kedua negara dalam forum
internasional.
“Beliau menjelaskan bahwa menteri
luar negeri kedua negara sama-sama menyuarakan dukungan yang lebih kuat bagi
Palestina. Namun, merasa pesimistis mengenai tindakan sepatutnya yang diambil
dari dukungan tersebut,” ulasnya.
“Perhatiannya, solidaritasnya itu
masih sebatas itu,” katanya ketika membandingkan sikap umat dengan tindakan
penguasa.
Menurutnya, umat Islam
menunjukkan solidaritas melalui doa, sumbangan, boikot, serta bantuan
kemanusiaan untuk rakyat Palestina. “Bentuk solidaritas tersebut penting,
tetapi belum menyelesaikan permasalahan secara menyeluruh,” ujarnya.
“Yang ada justru beberapa waktu
yang lalu pemerintah sudah menyatakan komitmen untuk mengirimkan tentara dalam
misi BoP,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa langkah
tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan perjanjian damai dan gencatan
senjata. “Namun, mengapa tidak ada pernyataan yang secara tegas menunjukkan
komitmen untuk menghentikan kekerasan terhadap Palestina pula,” masygulnya.
“Dukungan terhadap Palestina
tidak cukup hanya melalui pernyataan diplomatik dan bantuan kemanusiaan, tetapi
harus disertai tindakan yang konsisten dengan apa yang telah disampaikan,” serunya.
“Kalau dukungan atau respons yang
dikatakan dukungan terhadap Palestina masih sebatas itu, tentu kita tidak dapat
memberikan pertolongan atau membebaskan Palestina,” tuntasnya. [] Rahmah