Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Aktivis Muslimah: Syariat Islam Lebih Mantap Setelah Rasul Memperoleh Kekuasaan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:13 WIB Last Updated 2026-08-30T10:13:59Z

TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslimah Malaysia Syafinaz Safar menegaskan bahwa kepemimpinan Rasulullah saw. memungkinkan syariat Islam diterapkan serta dakwah dilaksanakan dengan lebih mantap setelah beliau memperoleh kekuasaan.

 

“Kenapa saya memfokuskan pada kepemimpinan, karena beliau adalah seorang pemimpin. Disebabkan sebagai pemimpinlah, beliau dapat menerapkan syariat Islam. Dan disebabkan kepemimpinan pula, beliau dapat berdakwah dengan lebih mantap. Kenapa? Karena beliau sudah memperoleh kekuasaan,” tegasnya.

 

“Ketika Islam memperoleh kekuasaan dalam kepemimpinan negara, maka syariat Islam dapat diterapkan,” katanya dalam program online Open Circle Muslimah bertajuk Maulidur Rasul Bukan Sekadar Selawat pada Sabtu (22/8/2026).

 

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan Rasulullah saw. berlandaskan akidah dan syariat Islam dengan tujuan menegakkan hukum Allah serta menyebarkan syiar Islam.

 

“Kepemimpinan beliau ṣallallāhu ’alaihi wa sallam berdasarkan akidah dan syariat Islam seratus persen, tidak lain hanyalah untuk menegakkan hukum Allah dan menyebarkan syiar Islam ke seluruh penjuru dunia,” katanya.

 

Syafinaz turut mengetengahkan keadilan sebagai salah satu ciri utama kepemimpinan Rasulullah saw., yakni ketika hukum diterapkan tanpa perlakuan istimewa, termasuk terhadap anggota keluarga beliau sendiri.

 

“Beliau menerapkan hukum secara adil, tidak ada keistimewaan hukum atau perlakuan yang berbeda meskipun terhadap anggota keluarga sendiri,” ujarnya.

 

Ia memperkuat hal tersebut dengan merujuk pada sikap Rasulullah saw. dalam kasus seorang perempuan dari Bani Makhzum yang mencuri, ketika beliau menolak adanya perbedaan perlakuan berdasarkan kedudukan seseorang.

 

“Demi Allah, sekiranya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku akan memotong tangannya,” katanya mengutip sabda Rasulullah saw..

 

Menurut Syafinaz, kepemimpinan Rasulullah saw. turut memberikan perhatian terhadap kepentingan, keamanan, dan keselamatan umat, termasuk dalam urusan kehidupan sehari-hari.

 

“Kenapa Rasulullah yang terbaik? Karena Rasulullah sebagai pemimpin menjaga keamanan dan keselamatan,” lugasnya.

 

Lanjut dikatakan, beliau memastikan keamanan umat, misalnya, agar tidak terjadi pelanggaran seperti penipuan dalam perdagangan, berbagai persoalan lain, dan tindak kejahatan lainnya. “Beliau benar-benar melayani kepentingan umat dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.

 

Sehubungan dengan itu, Syafinaz menyerukan kepada umat Islam, khususnya para pemimpin masa kini, agar menjadikan kepemimpinan Rasulullah saw. sebagai teladan dalam mengelola negara dan masyarakat.

 

“Negara-negara Islam saat ini ada lebih dari 50 negara, tetapi semuanya tidak bersatu. Ada sebagian yang bisa berkawan dengan Yahudi, Zionis. Kenapa? Tidak ada ketakwaan. Apalagi untuk menerapkan syariat Islam,” serunya.

 

Sehubungan dengan itu, Syafinaz turut berpesan bahwa sebagai seorang Muslim yang telah mengetahui, maka menjadi kewajiban bagi umat untuk kembali memperjuangkan (kepemimpinan Islam) bersama jemaah yang menginginkan Islam kembali tinggi.

 

Pada akhirnya, ia mengingatkan umat agar tidak hanya mengenang Nabi ketika peringatan Maulidur Rasul, tetapi turut menjadikannya sebagai momentum untuk merealisasikan sunah terbesar Nabi saw..

 

“Peringatan Maulidur Rasul seharusnya tidak hanya terbatas pada rasa syukur dalam mengenang kelahiran serta kehebatan beliau semata-mata, tetapi lebih daripada itu, memahami dan mempraktikkan sunah terbesar beliau,” pungkasnya.[] Aliya Ab Aziz

Opini

×
Berita Terbaru Update