“Jadi perbincangannya hari ini bukan
lagi di level teologis yang memang yang kita tahu itu juga salah satu yang
mewarnai wacana Perang Salib yang sudah berabad-abad sebelumnya terjadi,”
ujarnya dalam kanal Youtube Live Muslimah Insight bertajuk Tepi Barat
Membara, New Gaza Semakin Nyata, Ahad (09/08/2026).
Ia menjelaskan bahwa doktrin
keagamaan zionisme telah wujud sejak sekian lama dalam tradisi Yahudi, manakala
zionisme sebagai sebuah ideologi politik berkembang kemudian, khususnya pada
abad ke-19.
Menurutnya, perubahan daripada doktrin
teologis kepada ideologi mencakupi doktrin tanah yang dijanjikan untuk
membenarkan penjajahan ke atas Baitul Maqdis.
“Saya sebutkan misalkan di sini
contoh doktrin teologis mereka yang diideologisasi oleh kapitalis adalah tanah
yang dijanjikan Israel. Ini kan kemudian diideologisasi oleh British dan
Amerika untuk mereka akhirnya membenarkan mereka menduduki tanah Baitul
Maqdis,” ungkapnya.
Ia menerangkan bagaimana doktrin zionisme
disesuaikan dengan keadaan semasa untuk menguasai tanah, ekonomi dan politik,
termasuk melalui kekuatan dan strategi ketenteraan.
“Zionisme ini selalu melakukan
reproduksi dan berusaha selalu relevan dengan zaman dan doktrin mereka itukan
menguasai tanah dan ekonomi,” serunya.
“Tentu ujungnya juga dengan
ketenteraan. Kenapa sekarang penguasa terbelenggu dengan Board of Peace? Pasti
ada, pasti mereka juga ada strategi di situ,” terangnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa
setiap produk yang diusahakan jaringan zionisme mempunyai nilai yang dapat
dilihat melalui kempen dan narasi mereka.
“Masyarakat perlu memahami nilai
tersebut serta meningkatkan kesedaran bahwa doktrin zionisme telah berkembang
dengan kepentingan kapitalisme.
“Dari campaign dan narasi mereka,
di sinilah diperlukan kedalaman berpikir dan kesadaran ideologi Islam karena
doktrin-doktrin teologis zionis ini telah menjelma terideologisasi bahkan
terkapitalisasi,” katanya.
Ia mencontohkan, keadaan yang
berlaku di Malaysia dengan konsep network
state yang diperkenalkan oleh tokoh teknologi Silicon Valley yang
diinspirasikan daripada pembentukan negara Yahudi.
“Seperti contoh soal network
state. Ternyata Balaji Srinivasan itu tokoh teknologis Silicon Valley yang
mendirikan Network School di Forest City Malaysia itu menulis sebuah
buku Network State negara jaringan, " bebernya.
Ia melanjutkan dengan persoalan, "Kenapa
dia menulis itu? Padahal dia orang India keturunan India. Orang Amerika,
keturunan India yang bekerja di Silicon Valley.”
“Terinspirasi dengan negara
Yahudi. Kerana dulu Yahudi itu diaspora yang tersebar. Kemudian sekarang dengan
tanah yang terjanjikan mereka ada di situ dan dia meniru dan mengembangkannya,”
terangnya.
Ia menekankan perlunya edukasi
untuk meningkatkan taraf pemikiran umat dalam memahami kedudukan Palestina.
“Walaupun pengaruh Amerika
semakin menurun dari sudut geopolitik, jaringan zionisme masih berusaha
mengekalkan pengaruhnya,” ujarnya.
“Harus ada edukasi yang diperlakukan
untuk meningkatnya taraf berpikir dan di sisi lain secara geopolitik ini menunjukkan
Amerika sebenarnya menurun secara kenegaraannya tetapi jaringan-jaringan zionis
ini tetap berusaha mendapatkan tempatnya,” simpulnya.[] Rahmah