Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

HILMI: Wahyu Membimbing Ilmuwan Membedakan Iman, Mukjizat, dan Tahayul

Selasa, 28 Juli 2026 | 06:49 WIB Last Updated 2026-07-27T23:49:38Z

TintaSiyasi.id -- Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia (HILMI) menegaskan bahwa iman kepada perkara gaib tidak identik dengan mempercayai seluruh hal yang terdengar misterius, justru Islam membangun disiplin intelektual agar umat mampu membedakan antara wahyu, mukjizat, fakta, spekulasi, dan tahayul.

 

“Iman kepada perkara gaib tidak identik dengan mempercayai seluruh hal yang terdengar misterius, justru Islam membangun disiplin intelektual agar umat mampu membedakan antara wahyu, mukjizat, fakta, spekulasi, dan tahayul,” tegas HILMI dalam Letter to Intellectuals No. 007 bertajuk Iman kepada yang Gaib di Tengah Tradisi Ilmiah yang dirilis pada Senin (27/07/2026).

 

“Beriman kepada yang gaib bukan berarti mempercayai setiap cerita supranatural,” imbuhnya kepada TintaSiyasi.ID.

 

Dalam dokumen tersebut, HILMI menjelaskan bahwa kisah para nabi memuat berbagai mukjizat, seperti laut yang terbelah pada masa Nabi Musa as., api yang tidak membakar Nabi Ibrahim as., Nabi Isa as. yang menyembuhkan orang sakit dengan izin Allah, serta peristiwa Isra dan Mikraj Nabi Muhammad saw.

 

Menurut HILMI, mukjizat kerap dianggap mustahil oleh pandangan materialistis karena tidak sesuai dengan hukum alam yang biasa diamati manusia. “Padahal hukum alam bukanlah kekuatan yang berdiri sendiri di atas Tuhan,” tegasnya.

 

“Hukum alam adalah pola keteraturan yang Allah tetapkan pada ciptaan-Nya,” ujarnya.

 

Karena Allah menciptakan alam beserta keteraturannya, lanjut HILMI, Allah pula yang berkuasa menghadirkan peristiwa luar biasa sebagai pengecualian dari pola yang biasa terjadi.

 

“Mukjizat tidak selalu bertentangan dengan logika. Ia merupakan kejadian luar biasa yang berada dalam kekuasaan Allah,” bebernya.

 

Meski demikian, HILMI menegaskan bahwa keimanan terhadap perkara gaib tidak boleh berubah menjadi kebiasaan mempercayai seluruh cerita misterius tanpa dasar yang jelas. “Islam bahkan memerintahkan manusia agar tidak mengikuti sesuatu yang tidak diketahuinya,” ulasnya.

 

Dalam pandangan HILMI, perkara gaib dapat dibedakan menjadi tiga kategori. “Pertama, perkara gaib yang dinyatakan secara tegas dalam Al-Qur’an dan hadis sahih seperti malaikat, jin, hari kiamat, surga, neraka, alam barzakh, dajal, serta Ya’juj dan Ma’juj. Semua itu wajib diyakini sesuai informasi yang disampaikan wahyu,” urainya.

 

Kedua, klaim yang mungkin terjadi tetapi tidak boleh langsung dipastikan kebenarannya, seperti pengakuan melihat jin, firasat tertentu, atau berbagai fenomena yang masih memiliki kemungkinan penjelasan lain.

 

“Percaya bahwa jin ada tidak berarti setiap peristiwa aneh pasti disebabkan oleh jin,” tandasnya.

 

Ketiga, keyakinan yang bertentangan dengan tauhid dan tidak memiliki dasar yang sahih, seperti benda pembawa keberuntungan, tanggal pembawa sial, meminta pertolongan kepada arwah, atau keyakinan bahwa dukun mengetahui masa depan.

 

HILMI juga mengingatkan bahaya spekulasi agama yang lahir ketika informasi wahyu yang terbatas diperluas dengan berbagai teori yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Banyak orang menghubungkan ayat dan hadis dengan tokoh politik, negara, teknologi, maupun peristiwa kontemporer secara sembarangan,” bebernya.

 

“Bahaya utamanya adalah kaburnya batas antara wahyu dan tafsir manusia,” ungkapnya.

 

Karena itu, HILMI menilai ungkapan Allahu a’lam memiliki kedudukan ilmiah yang tinggi karena menunjukkan kesadaran atas keterbatasan pengetahuan manusia.

 

“Seorang ilmuwan tidak malu mengakui data yang belum cukup, sebagaimana seorang Muslim tidak malu mengakui bahwa Allah lebih mengetahui,” tuturnya.

 

“Wahyu diturunkan sebagai petunjuk hidup, bukan sebagai ensiklopedia seluruh rahasia alam gaib,” lugasnya.

 

“Seorang Muslim harus memiliki disiplin epistemologis: menerima yang memiliki dalil, menahan diri terhadap yang belum jelas, dan menolak yang bertentangan dengan akidah,” pungkasnya.[] Rere

Opini

×
Berita Terbaru Update