TintaSiyasi.id -- Kelangkaan BBM Kembali terjadi disejumlah wilayah. Hal ini memicu antrean berjam-jam di berbagai SPBU di Palembang, Sumatra Selatan, dan Medan, Sumatra Utara. Antrean panjang itu bahkan telah memakan korban jiwa. Seorang sopir truk berusia 50 tahun ditemukan meninggal dunia di balik kemudi saat mengantre solar di SPBU Jalan Lintas Timur Palembang–Jambi, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Polisi menyebut korban diduga meninggal akibat kelelahan. Antrean BBM ini telah berlangsung setidaknya selama sekitar sebulan dan mulai mengganggu aktivitas transportasi serta distribusi barang. (bbc.com, 14/7/2026)
Namun, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas mengklaim bahwa antrean tersebut terjadi karena terdapat fenomena panic buying BBM danakan dapat diurai dalam 1-2 hari. (Kompas.com, 17/7/2026)
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) membeberkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi khususnya jenis Solar Subsidi sudah tersalur hingga 50,85% dari kuota yang telah ditetapkan tahun ini. Konsumsi Solar subsidi tercatat meningkat pasca kenaikan harga solar non subsidi pada Juni 2026 lalu pasca pemerintah melakukan penyesuaian harga pada jenis bahan bakar umum (JBU) seperti Pertamax dan Dex Series beberapa waktu lalu.(cnbcindonesia.com, 16/7/2026)
Indonesia negeri kaya dengan sumber daya minyak, bahkan termasuk negara yang memiliki cadangan minyak terbesar didunia. Maka, tidak selayaknya antrean panjang BBM ini terjadi bahkan berulang dinegeri yang kaya minyak bumi. Namun, dibawah sistem Kapitalisme yang diterapkan dinegeri ini, negara berfungsi sebagai korporasi dagang. Akibatnya, SDA yang harusnya menjadi hak rakyat malah dijadikan komoditas komersial untuk mencari keuntungan. Para pemilik modal mengambil keuntungan mulai dari sektor hulu hingga hilir. Rakyat hanya merasakan sulit nya mengantri berjam-jam dan harga BBM yang tinggi.
Liberalisasi pengelolaan migas dari hulu (eksplorasi) hingga hilir (distribusi) diserahkan kepada korporasi swasta maupun asing. Akibatnya, negara kehilangan kontrol mandiri dan rakyat dipaksa tunduk pada permainan pasar korporat. Padahal negara harusnya hadir untuk memberi jaminan pada kehidupan rakyat namun negara tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi sulit ini. Negara pun tampak tunduk pada permainan korporat. Membuka keran liberalisasi sumber daya alam termasuk minyak bumi sebesar-besarnya yang dilakukan negara telah menjadikan rakyat menderita dan tidak menikmati kekayaan alam yang melimpah ini. Padahal, minyak dan segala jenis kekayaan alam lainnya adalah hak rakyat. Ditengah kesulitan ini, negara bukannya menyelesaikan
akar masalah kelangkaan, justru membuat regulasi teknis yang berbelit-belit dengan membatasi kuota dan memperumit syarat pembelian di SPBU.
Islam menetapkan bahwa negara adalah pengurus rakyat yang haram mengambil untung dari kebutuhan dasar publik. Negara wajib menjamin ketersediaan BBM sebagai pelayanan mutlak, bukan memperlakukannya sebagai barang dagangan. Bahkan Islam memandang BBM adalah salah satu sumberdaya alam yang manusia berserikat dengan nya. Sebagaimana sabda Nabi SAW, "Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api". (HR.Abu Dawud dan Ahmad)
Islam melarang liberalisasi
SDA. Tata kelola SDA wajib dipegang oleh negara dari hulu hingga hilir demi kemaslahatan umat. Keberadaan negara hanya sebagai wakil dari rakyat untuk mengelola kekayaan alam dan hasilnya dikembalikan kepada rakyat untuk kesejahteraan rakyat. Negara tidak boleh menjual dan tidak menyerahkan nya kepada para korporat.
Penerapan sistem Islam juga akan menghapus birokrasi yang panjang dan berbelit dalam pemenuhan hak rakyat. Sebaliknya, Islam akan memberikan kemudahan dalam dengan memperkerjakan para birokrat yang amanah dan ahli dalam bidang masing-masing.
Begitu pula dalam mendistribusikan BBM. Negara dalam sistem Islam (Khilafah) akan mendistribusikan BBM secara merata dan mudah. Harga BBM juga tidak akan semahal harga dalam sistem kapitalisme saat ini, sebab negara Khilafah tidak akan menjadikan BBM komoditas komersial. Khilafah akan menyalurkan BBM dengan harga murah bahkan gratis.
Seperti itulah cara Islam memgelola kekayaan alam ini sesuai Syariat. Semua itu hanya bisa diterapkan dalam sistem Islam yaitu Khilafah. Hanya khilafah yang akan mewujudkan kesejahteraan pada umat.
Wallahu a'lam bishshawab.[]
Oleh: Pipit Ayu
Aktivis Muslimah