Maka ketika rakyat diminta terus berhemat, sementara mereka telah hidup dalam kesederhanaan bahkan kekurangan, muncul pertanyaan yang wajar:
Mengapa bukan para penguasa dan pejabat yang terlebih dahulu memberi teladan hidup sederhana?
Dalam Islam, seorang pemimpin adalah pelayan rakyat, bukan penguasa yang hidup bermewah-mewahan di atas penderitaan mereka. Jabatan adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda: "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."
Karena itu, ketika anggaran negara bocor, pemborosan terjadi di berbagai sektor, korupsi masih merajalela, dan gaya hidup sebagian pejabat tampak jauh dari kesederhanaan, maka nasihat berhemat kepada rakyat terasa kehilangan kekuatan moral.
Yang lebih dibutuhkan rakyat adalah:
Keteladanan pemimpin dalam hidup sederhana.
Pengelolaan anggaran yang amanah dan transparan.
Pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.
Penghapusan pemborosan belanja negara.
Kebijakan ekonomi yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat.
Islam mengajarkan bahwa pemborosan (israf) adalah perbuatan yang tercela. Allah berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 31:
> "...Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."
Prinsip ini berlaku bagi setiap individu, terlebih lagi bagi pengelola harta publik.
Dalam sejarah Islam, para khalifah seperti Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz memberikan teladan hidup sederhana. Mereka menjaga harta negara dengan penuh kehati-hatian karena menyadari bahwa setiap dinar yang digunakan akan dipertanyakan di hadapan Allah.
Renungan
Wahai para pemimpin,
Jika rakyat diminta mengencangkan ikat pinggang, maka ikatlah lebih dahulu ikat pinggang kekuasaan.
Jika rakyat diminta berkorban, maka berkorbanlah lebih dahulu dengan memangkas kemewahan, menghentikan pemborosan, dan membersihkan pemerintahan dari korupsi.
Kepercayaan rakyat tidak lahir dari pidato, melainkan dari keteladanan.
Dan wahai rakyat, teruslah menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun, bijaksana, dan sesuai aturan. Islam mengajarkan agar kritik disampaikan dengan kejujuran, keadilan, serta menghindari fitnah dan kebencian.
Negeri akan menjadi kuat apabila rakyat bekerja dengan sungguh-sungguh, dan para pemimpinnya memimpin dengan amanah, adil, sederhana, serta takut kepada Allah.
Dr. Nasrul Syarif M.Si.
Sekjen Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa