Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Perubahan Masyarakat Bukan Hanya Soal Individu Semata

Rabu, 17 Juni 2026 | 07:55 WIB Last Updated 2026-06-17T00:55:43Z

TintaSiyasi.id -- Menanggapi pendapat populer yang menyatakan bahwa 'perubahan masyarakat harus dimulai dengan memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu', Aktivis Muslimah Ustazah Iffah AinurRochmah, berpendapat bahwa hal tersebut tidak cukup untuk menyelesaikan masalah-masalah masyarakat secara menyeluruh.

 

“Pandangan bahwa perbaikan harus dimulai dari diri kita sendiri ini adalah pandangan yang jamak, yang umum dipahami, tetapi kalau kita bicara tentang soal kemiskinan, soal tidak terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan dasar, tentu ini tidak hanya soal individu,” jawabnya dalam segmen soal jawab Muslimah Tea Break bertajuk Masyarakat Muslim Ideal: Sudah Idealkah Kehidupan Umat Hari Ini? di laman Facebook Muslimah HTM, Sabtu (06/06/2026).

 

Menurutnya, banyak individu saat ini sebenarnya memiliki kemauan untuk belajar dan kesungguhan untuk bekerja, namun menghadapi hambatan lainnya.

 

“Banyak orang yang rajin belajar, dia kepengin mendapatkan pendidikan yang lebih baik, pendidikan tinggi dia juga ingin sungguh sungguh, tetapi dia tak ada akses untuk mendapatkan pendidikan tinggi itu karena keterbatasan fasilitas,” katanya.

 

Demikian pula dalam membahas ketidakbisaan memenuhi kebutuhan dasar, seperti tempat tinggal dan makanan yang layak, iaa berpendapat bahwa kegagalan memenuhi kebutuhan dasar tersebut tidak selalu disebabkan oleh sikap malas atau kurangnya keterampilan.

 

“Ini bukan karena malas, bukan karena dia tidak ada skill. Dia ada skill, dia ingin punya pekerjaan, dia juga mau bekerja apa saja. Tetapi lapangan kerja tidak ada. Opportunity tidak ada. Maksudnya peluang untuk mendapatkan pekerjaan itu ternyata sangat sedikit,” ujarnya.

 

Karena itu, menurutnya tidak ada perbaikan individu yang boleh berlaku sekalipun diperbaiki karena masalahnya bukan sekadar permasalahan individu.

 

“Apalagi jumlah penduduk Indonesia yang jauh lebih besar, maka kita menyaksikan seharusnya peluang untuk bekerja itu bisa lebih banyak karena ada banyak sumber daya ya, ada natural resources, apakah itu mining, pertambangan, apakah itu pertanian, dan lain lain, yang semestinya ini dapat menyejahterakan,” bebernya.

 

“Dapat memberikan banyak pekerjaan. Tetapi hari ini tidak betul! Nah, ini artinya problemnya bukan hanya problem individu. Bukan kemudian kita bisa perbaiki dengan perbaikan individu” tegasnya.

 

Lanjut dikatakan, “Dan mungkin kalau di Indonesia, kita menyaksikan sudah ada banyak sekali perubahan undang-undang, regulasi, sudah ganti-ganti juga kepala pemerintahannya. Tetapi tak kunjung ada perubahan yang signifikan pada kondisi masyarakat.”

 

Sehubungan dengan itu, ia berpendapat bahwa masalah-masalah masyarakat memerlukan perubahan pada tingkat yang lebih tinggi, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

 

“Yang hari ini justru kita perlukan itu adalah soal kebijakan, soal policy making, yang dibuat oleh pemerintah yang dapat memberikan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan,” katanya.

 

Ia turut menekankan pentingnya kesedaran masyarakat terhadap sistem yang diamalkan pada hari ini.

 

“Maka hari ini semestinya ada sebuah kesedaran, sistem yang ada, regulasi yang ada, model pemerintahan yang ada, tak cukup bisa untuk menyejahterakan,” katanya.

 

Disamping itu, Iffah turut menilai kesejahteraan bukan hanya terletak pada aspek kebajikan material semata-mata.

 

“Kalau ideal bagi umat Islam kan bukan hanya sejahtera, bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan, tetapi mendapatkan redho Allah, mewujudkan khairu ummah,” ujarnya.

 

Pada saat yang sama, dalam membicarakan konsep ideal society, Iffah mengajak umat untuk memperhatikan apakah sistem Islam, hukum-hukum syariat, dan Islam telah dipraktekkan atau belum.

 

“Karena kalau tidak demikian, mungkin kita akan mencoba untuk melakukan perubahan, tetapi perubahan kita hanya mengejar fatamorgana, hanya mengejar sesuatu yang tidak pernah bisa kita dapatkan,” simpulnya memperingatkan.[] Aliya Ab Aziz


Opini

×
Berita Terbaru Update