Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Muharam Tahun Baru Islam 1448 H Saatnya Umat Bersatu Bebaskan Palestina: #ItIsTimeToBeOneUmmah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:49 WIB Last Updated 2026-06-19T22:50:06Z
TintaSiyasi.id -- Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H yang jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri sekaligus menyusun langkah yang lebih strategis di masa depan.

Usia umat Islam terus bertambah. 1448 merupakan usia yang sangat panjang untuk dapat mengambil banyak pelajaran dari berbagai peristiwa yang telah terjadi. Kondisi kekinian menunjukkan wajah umat Islam yang begitu suram. Sebagian umat Islam masih mengalami persoalan serius. Lihatlah kondisi saudara kita di Palestina. Khususnya jalur Gaza. Sudah 109 tahun mereka dibantai. Rumah mereka dihancurkan. Bahkan lokasi pengungsian pun dibom oleh entitas Zionis Yahudi.

Sebagian kaum Muslim di negeri lain berkutat dalam kemiskinan, kebodohan dan kerusakan akhlak. Terpecah di lebih dari 50 negara. Umat Islam hidup dalam sistem kufur yang tidak sesuai dengan akidah mereka. Wajar jika berbagai pelecehan ajaran Islam, tuduhan radikalisme dan terorisme, serta dekadensi moral terjadi di berbagai negeri. Lihat saja Indonesia. Utang luar negeri makin bertumpuk. Biaya hidup begitu tinggi. Pajak dan pungutan lain terus membenani. Arus liberalisme yang merusak pemikiran Islam terus mengalir dengan deras.

Momentum Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender Hijriah, tetapi juga menjadi pengingat akan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW yang membawa perubahan besar bagi peradaban Islam dan rahmat bagi semesta alam 

Kaum Muslim bisa bersatu dengan ikatan akidah. Ikatan akidah ini kita dipersatukan dengan saudara-saudara di Palestina. Gaza adalah kita, tubuh mereka adalah tubuh kita, penderitaan mereka adalah penderitaan kita

Maka sudah seharusnya, umat Islam sedunia harus merasa pilu. Persatuaan kaum Muslim hari ini tidak lagi tampak di tengah-tengah kita karena telah terkoyak. Kita harusnya bersatu seperti yang diperintahkan Rasulullah SAW. 

Rasulullah SAW yang artinya:

“Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn. Seseorang bertanya, "Apakah wahn itu?” Beliau menjawab,“Cinta dunia dan takut mati” HR Ahmad

Tiga seruan untuk umat Islam: 

Pertama, Palestina seperti tenggelam dan terlupakan, maka: mengetuk siapa pun yang masih memiliki keimanan di dadanya untuk merapatkan barisan membela Palestina.

Kedua, mengutuk siapa pun dari umat Islam termasuk para penguasa Muslim yang berdiam diri terhadap kejadian di Palestina.

Ketiga, menyeru para penguasa Muslim yang memiliki kekuasaan melakukan pembelaan dengan mengirimkan pasukannya karena hakikatnya kezaliman di Palestina hanya bisa dihilangkan dengan kekuatan militer.

Persatuan umat Islam akan menghadirkan segera tegaknya khilafah yang akan membela Palestina. Sebagaimana pembebasan Palestina yang berhasil dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab ra, melindungi Palestina harus dilakukan oleh institusi negara. Satukan barisan menjadi satu kekuatan yang akan membuat gentar musuh-musuh Islam. Allahu Akbar!

Oleh. Imanda Amalia,S.K.M., M.P.H. 
(Founder @rumahsyariahinstitute) 


Opini

×
Berita Terbaru Update