TintaSiyasi.id -- Bulan Muharram merupakan pergantian tahun kalender hijriyah umat Islam. Bulan ini memiliki kedudukan penting dalam catatan sejarah Islam. Sejarah mencatat bulan muharram sebagai tanda peristiwa hijrahnya Rasulullah ﷺ beserta para sahabat dengan membawa pesan perubahan yang sangat besar, yaitu tonggak awal berdirinya peradaban Islam yang kuat. Secara historis, makna hijrah bukan sekadar peristiwa perpindahan geografis, melainkan momentum pembentukan tatanan masyarakat baru yang berdaulat, persatuan umat dan penerapan Islam kaffah.
Konsekuensi Penerapan Sekularisme-Kapitalisme
Hari ini, umat Islam dihadapi dengan persoalan-persoalan yang sangat krusial baik di dalam negeri hingga skala Internasional. Tantangan kehidupan modernitas, melunturkan nilai-nilai Islam itu sendiri dari dalam. Tanpa disadari, kehidupan modernitas perlahan mengubah cara berpikir, berperilaku, dan prioritas hidup umat muslim. Potret umat hari ini menunjukkan kondisi yang sangat terpuruk, kondisi yang jauh dari gelar umat terbaik (khairu ummah). Realitas yang memprihatinkan ini merupakan konsekuensi logis dari penerapan sistem sekularisme-kapitalisme di tengah-tengah umat.
Kita menyaksikan berbagai jeratan persoalan hidup kian hari membelenggu pundak masyarakat, seperti kemiskinan struktural, krisis moral melanda seluruh lapisan, maraknya kasus judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol), pelecehan seksual di kalangan usia, hingga prostitusi anak yang mencerminkan rapuhnya benteng pertahanan keluarga. Serta tingginya kasus perundungan dan kekerasan psikis yang telah mencoreng dunia pendidikan dan sosial kita saat ini.
Dalam skala Internasional, penderitaan yang bertubi-tubi dialami oleh warga Gaza di Palestina. Penindasan dan penyerangan terhadap populasi kaum muslim di Uyghur, Rohingnya, Lebanon merupakan diskrimanasi sistemik, dan Islamofobia secara massal. Hal ini sebagai bukti nyata, bahwa kaum muslim di seluruh dunia mengalami keterpurukan mendalam. Nasionalisme telah memecah-belah umat Islam dan para petinggi-petinggi negeri muslim cenderung memprioritaskan agenda domestik dan kepentingan geopolitik nasional mereka sendiri. Urgensi sistemik ini makin mengakar, akibat kaum muslim tak lagi memiliki satu kepemimpinan yang berdaulat, yang menyatukan dan melindungi umat.
Makna Hijrah yang Hakiki
Momentum bulan Muharram seharusnya mengantarkan kita pada makna hijrah yang hakiki. Hijrah yang sesungguhnya yaitu meninggalkan sistem jahiliyah ini dengan sistem yang berasal dari Allah SWT, yaitu menerapkan Islam Kaffah di bawah naungan Daulah Khilafah, sebagaimana dalam firman Allah SWT:
"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah), dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu." (TQS. Al-Baqarah: 208)
Melalui ayat ini menegaskan perintah syariat agar umat Islam menjalankan seluruh aturan Allah SWT tanpa tebang pilih, baik dalam urusan individu maupun dalam kenegaraan. Abai terhadap sebagian hukum Allah dan mengadopsi hukum buatan manusia merupakan bentuk penolakan terhadap hukum terbaik yang telah diturunkan-Nya, sebagaimana peringatan Allah SWT dalam ayat lain:
"Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?" (TQS. Al-Ma'idah: 50)
Muharram Momentum Perubahan Besar
Mewujudkan perubahan besar ini diperlukan pengorbanan dan perjuangan yang luarbiasa. Dalam sejarahnya, Rasulullah ﷺ telah memberikan teladan (uswah) yang sangat jelas. Beliau mencontohkan kepada kita, terbentuknya peradaban Islam yang hakiki tidak terjadi dalam waktu semalam atau secara kebetulan, melainkan butuh proses yang sangat panjang dan pergerakan terorganisir seperti beliau dan para sahabat lakukan di masa kenabian.
Meneladani jalan juang beliau, sudah menjadi kewajiban syar'i bagi setiap muslim untuk terlibat aktif dalam pergerakan perubahan ini. Umat Islam wajib berjuang bersama dalam sebuah jamaah dakwah Islam ideologis. Kelompok jamaah yang menerapkan metode dakwah Rasulullah ﷺ secara konsisten, militan, dan tanpa kompromi. Dengan demikian, atas pertolongan Allah SWT, Daulah Islam akan tegak kembali untuk menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dan menyatukan seluruh umat di bawah satu kepemimpinan.
Kini, kuncinya ada pada tekad kalian masing-masing. Jadikan momentum Muharram ini langkah hijrah secara total, yakni menegakkan Daulah Islam demi menerapkan aturan Allah secara kaffah. Tidakkah jiwa kalian terbakar untuk merasakan perubahan besar ini ? Inilah saatnya bagi kita semua untuk berjuang bersama dengan jamaah ideologis. Pilihan ada di tangan kalian, tetap diam melihat keterpurukan umat, atau bangkit menjadi bagian dari sejarah perubahan dunia selanjutnya.
Wallahu a'lam bishshawab.[]
Eka Yunindah T.
(Aktivis Dakwah)