Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Masyarakat Muslim Ideal, Aktivis: Terpenuhi Kebutuhan Dasar Setiap Individunya

Rabu, 17 Juni 2026 | 07:55 WIB Last Updated 2026-06-17T00:55:39Z

TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslimah Ustazah Iffah Ainur Rochmah merespons bahwa masyarakat Muslim ideal menurut Islam bukan hanya masyarakat yang aman dan makmur, tetapi masyarakat yang terpenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar setiap individunya.

 

“Dalam pandangan Islam tentu disebut sebuah masyarakat ideal kalau terpenuhi kebutuhan kebutuhan dasar. Manusia itu Allah berikan kehidupan, Allah berikan rezeki,” ujarnya dalam program Muslimah Tea Break yang bertajuk Masyarakat Muslim Ideal: Sudah Idealkah Kehidupan Umat Hari Ini? di laman Facebook Muslimah HTM, Sabtu (06/06/2026).

 

Ia menjelaskan bahwa Islam tidak menerima kondisi ketika masih ada orang yang gagal dipenuhi kebutuhan dasar, meskipun sumber rezeki dan kekayaan tersedia.

 

Katanya, “Misalnya kita lihat hari ini dunia masih memiliki sekitar jutaan orang yang hidup dalam kondisi kelaparan.”.

 

“Padahal World Health Organization (WHO) setiap tahun memperingati hari pangan sedunia. Padahal ada sumber-sumber makanan dunia yang jumlahnya melimpah. Maka ini enggak bisa diterima oleh Islam,” sambungnya.

 

Mengulas ciri masyarakat ideal menurut Islam, katanya pemenuhan kebutuhan dasar hendaklah meliputi seluruh aspek kehidupan.

 

“Menurut pandangan Islam, ideal life itu adalah terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan dasar, apakah itu sandang, pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Ini diperintahkan oleh syariat Islam untuk dipenuhi,” katanya.

 

Katanya lagi, kebutuhan dasar berupa pendidikan serta kesehatan haruslah dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

 

“Manusia membutuhkan pendidikan, manusia membutuhkan sumber-sumber untuk mencerdaskan dirinya, maka dalam pandangan Islam ini juga harus dipenuhi,” ujarnya.

 

Ia turut menegaskan bahwa Islam tidak membenarkan pengabaian terhadap individu yang ditimpa sakit.

 

“Islam juga memerintahkan tidak boleh membuat orang yang sakit itu menderita, yakni dia dibiarkan tidak mendapatkan perawatan,” katanya.

 

Iffah turut memaparkan realitas di beberapa negeri Islam yang masih menghadapi masalah kemiskinan dan kelaparan, sembari membandingkan situasi di Arab Saudi yang sejahtera dengan kondisi di Yaman yang kritikal.

 

Katanya, “Sangat dekat antara Yaman dengan Saudi. Di Saudi, penduduk di sana mungkin bisa dikatakan sejahtera secara ekonomi. Tetapi tidak jauh dari situ, penduduk Yaman kelaparan dalam jumlah yang tidak kecil, puluhan juta penduduk. Mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya, makan enggak bisa, kesehatan nggak bisa dan bahkan bergantung hidup dari donor internasional.”

 

Sebaliknya, ia menegaskan bahwa Islam memiliki standar dan metode khusus dalam menentukan serta memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.

 

“Islam itu punya tirozun khossun, punya caranya sendiri dan punya ukurannya sendiri yang berbeda dengan peradaban manapun. Islam punya special civilization Islam punya spesial standar dan Islam juga punya metode untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan,” simpulnya.[] Aliya Ab Aziz

Opini

×
Berita Terbaru Update