TintaSiyasi.id -- Aktivis Muslimah Ustazah Iffah Ainur Rochmah merespons bahwa masyarakat Muslim ideal menurut Islam bukan hanya masyarakat yang aman dan makmur, tetapi masyarakat yang terpenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar setiap individunya.
“Dalam pandangan Islam tentu
disebut sebuah masyarakat ideal kalau terpenuhi kebutuhan kebutuhan dasar.
Manusia itu Allah berikan kehidupan, Allah berikan rezeki,” ujarnya dalam
program Muslimah Tea Break yang bertajuk Masyarakat Muslim Ideal: Sudah
Idealkah Kehidupan Umat Hari Ini? di laman Facebook Muslimah HTM, Sabtu
(06/06/2026).
Ia menjelaskan bahwa Islam tidak
menerima kondisi ketika masih ada orang yang gagal dipenuhi kebutuhan dasar,
meskipun sumber rezeki dan kekayaan tersedia.
Katanya, “Misalnya kita lihat
hari ini dunia masih memiliki sekitar jutaan orang yang hidup dalam kondisi
kelaparan.”.
“Padahal World Health
Organization (WHO) setiap tahun memperingati hari pangan sedunia. Padahal ada
sumber-sumber makanan dunia yang jumlahnya melimpah. Maka ini enggak bisa
diterima oleh Islam,” sambungnya.
Mengulas ciri masyarakat ideal
menurut Islam, katanya pemenuhan kebutuhan dasar hendaklah meliputi seluruh
aspek kehidupan.
“Menurut pandangan Islam, ideal
life itu adalah terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan dasar, apakah itu sandang,
pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Ini diperintahkan oleh
syariat Islam untuk dipenuhi,” katanya.
Katanya lagi, kebutuhan dasar
berupa pendidikan serta kesehatan haruslah dapat diakses oleh semua lapisan
masyarakat.
“Manusia membutuhkan pendidikan,
manusia membutuhkan sumber-sumber untuk mencerdaskan dirinya, maka dalam
pandangan Islam ini juga harus dipenuhi,” ujarnya.
Ia turut menegaskan bahwa Islam
tidak membenarkan pengabaian terhadap individu yang ditimpa sakit.
“Islam juga memerintahkan tidak
boleh membuat orang yang sakit itu menderita, yakni dia dibiarkan tidak
mendapatkan perawatan,” katanya.
Iffah turut memaparkan realitas
di beberapa negeri Islam yang masih menghadapi masalah kemiskinan dan
kelaparan, sembari membandingkan situasi di Arab Saudi yang sejahtera dengan
kondisi di Yaman yang kritikal.
Katanya, “Sangat dekat antara
Yaman dengan Saudi. Di Saudi, penduduk di sana mungkin bisa dikatakan sejahtera
secara ekonomi. Tetapi tidak jauh dari situ, penduduk Yaman kelaparan dalam
jumlah yang tidak kecil, puluhan juta penduduk. Mereka tidak bisa memenuhi
kebutuhan dasarnya, makan enggak bisa, kesehatan nggak bisa dan bahkan
bergantung hidup dari donor internasional.”
Sebaliknya, ia menegaskan bahwa
Islam memiliki standar dan metode khusus dalam menentukan serta memenuhi
kebutuhan-kebutuhan tersebut.
“Islam itu punya tirozun
khossun, punya caranya sendiri dan punya ukurannya sendiri yang berbeda
dengan peradaban manapun. Islam punya special civilization Islam punya
spesial standar dan Islam juga punya metode untuk memenuhi kebutuhan
kebutuhan,” simpulnya.[] Aliya Ab Aziz