Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jangan Takut Berdakwah, Teruslah Istikamah Berdakwah

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:40 WIB Last Updated 2026-06-05T11:40:33Z
TintaSiyasi.id -- Dakwah adalah jalan para nabi, jalan orang-orang saleh, dan jalan orang-orang yang menginginkan kebaikan bagi umat manusia. Karena itu, jangan pernah takut untuk berdakwah selama dakwah dilakukan dengan ilmu, hikmah, kesabaran, dan akhlak yang mulia. Sebab, kekuatan seorang da'i yang sejati bukan terletak pada banyaknya pengikut, harta, jabatan, atau pujian manusia, melainkan pada pertolongan Allah SWT yang Maha Kuat dan Maha Kokoh.

Allah SWT berfirman:
اِنْ يَّنْصُرْكُمُ اللّٰهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۚ وَاِنْ يَّخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِيْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِهٖ ۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ 
“ Jika Allah menolongmu, tidak ada yang (dapat) mengalahkanmu dan jika Dia membiarkanmu (tidak memberimu pertolongan), siapa yang (dapat) menolongmu setelah itu? Oleh karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal." (QS. Ali Imran: 160)

Seorang da'i sering menghadapi berbagai tantangan. Ada yang mencemooh, meremehkan, menolak, bahkan memusuhi. Hal seperti ini bukanlah sesuatu yang baru. Para nabi dan rasul yang merupakan manusia pilihan Allah pun mengalami ujian yang jauh lebih berat. Namun mereka tetap istiqamah karena keyakinan mereka hanya kepada Allah SWT.

Dakwah Adalah Amanah Mulia
Ketika seseorang mengajak kepada kebaikan, mengingatkan manusia kepada Allah, mengajarkan Al-Qur'an, menyebarkan ilmu, dan menanamkan nilai-nilai Islam, maka ia sedang melaksanakan amanah yang sangat mulia. Dalam pandangan tasawuf, dakwah bukan sekadar aktivitas lisan, melainkan manifestasi cinta kepada Allah dan kasih sayang kepada makhluk-Nya.
Orang yang berdakwah sesungguhnya sedang menjadi perantara hidayah. Tugasnya hanyalah menyampaikan, bukan memastikan hasilnya. Hidayah adalah hak prerogatif Allah SWT.
Karena itu, jangan kecewa ketika dakwah belum diterima. Jangan putus asa ketika hasil belum terlihat. Tugas kita adalah menanam, sedangkan yang menumbuhkan adalah Allah SWT.

Jangan Takut kepada Manusia
Sering kali ketakutan terbesar dalam berdakwah adalah takut dicela, ditolak, atau dianggap berbeda. Padahal seorang mukmin yang mengenal Tuhannya akan menyadari bahwa seluruh makhluk adalah lemah di hadapan Allah.
Ibnu Athaillah mengajarkan bahwa siapa yang mengenal kebesaran Allah, maka kecil baginya segala sesuatu selain Allah. Ketika hati dipenuhi rasa takut kepada Allah, maka rasa takut kepada makhluk akan berkurang.
Bila manusia tidak menyukai dakwah kita, itu tidak mengurangi kemuliaan di sisi Allah. Namun bila Allah ridha kepada kita, maka itulah kemenangan yang sesungguhnya.

Istiqamah Lebih Penting daripada Hebat Sesaat
Banyak orang mampu bersemangat dalam waktu singkat, tetapi sedikit yang mampu istiqamah dalam waktu lama. Padahal Allah mencintai amal yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit.
Istiqamah dalam berdakwah berarti:
• Tetap mengajak kepada kebaikan meskipun sedikit yang mendengar.
• Tetap menulis, mengajar, dan mengingatkan walaupun kurang diapresiasi.
• Tetap berbuat baik meskipun tidak dipuji.
• Tetap ikhlas walaupun tidak dikenal manusia.
Keberhasilan dakwah bukan diukur dari popularitas, tetapi dari ketulusan dan keberlanjutan perjuangan.

Allah Adalah Bekingan Terkuat
Ketika seorang da'i bersandar kepada manusia, ia akan mudah kecewa. Namun ketika bersandar kepada Allah, ia akan menemukan kekuatan yang tidak pernah habis.
Allah adalah Al-Qawiyy (Yang Maha Kuat) dan Al-Matin (Yang Maha Kokoh). Siapa yang bergantung kepada-Nya tidak akan pernah kehilangan sandaran. Siapa yang bertawakal kepada-Nya tidak akan pernah dibiarkan sendirian.
Keyakinan inilah yang membuat para ulama, pejuang dakwah, dan para wali Allah mampu bertahan menghadapi berbagai ujian. Mereka sadar bahwa yang membela agama ini bukan mereka, melainkan Allah sendiri. Mereka hanya dipilih untuk menjadi bagian dari perjuangan tersebut.

Renungan Sufistik

Dalam perjalanan menuju Allah, jangan jadikan keberhasilan dakwah sebagai tujuan utama. Jadikan ridha Allah sebagai tujuan. Sebab terkadang Allah tidak melihat seberapa banyak manusia yang mengikuti kita, tetapi seberapa tulus hati kita ketika mengajak mereka kepada-Nya.
Teruslah berdakwah. Teruslah menebar ilmu. Teruslah mengingatkan dengan kasih sayang. Jangan berhenti hanya karena kritik, jangan mundur hanya karena rintangan, dan jangan lemah hanya karena sedikitnya dukungan.

Selama Allah bersama kita, tidak ada alasan untuk takut.
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung."
Semoga Allah SWT meneguhkan hati kita dalam perjuangan dakwah, membersihkan niat kita dari riya dan ujub, menguatkan langkah kita dengan istiqamah, serta menjadikan dakwah yang kita lakukan sebagai jalan menuju kedekatan dengan-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Dr. Nasrul Syarif, M.Si. (Penulis Buku Gizi Spiritual dan Sekjen Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa)

Opini

×
Berita Terbaru Update