Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Derita Sunyi Anak Gaza

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:34 WIB Last Updated 2026-06-09T03:35:14Z
TintaSiyasi.id -- Psikoterapis anak asal Norwegia bernama Katrin Glatz Brubakk dalam wawancara bersama BBC menyatakan bahwa seluruh anak di Gaza saat ini mengalami trauma akibat perang. Berdasarkan keterangannya, jumlah anak yang mengalami derita trauma sudah mencapai lebih dari satu juta jiwa. Salah satu dampak yang paling parah adalah hilangnya kemampuan mereka untuk berkomunikasi (Kompas.com, 30/05/2026).

Derita yang dialami anak-anak Gaza sehingga mereka harus kehilangan kemampuan berkomunikasi merupakan hasil dari kejahatan entitas zionis laknatullah alihim. Serangan, ancaman, penghancuran dan pembunuhan yang terus menerus terjadi membuat psikis kesehatan mental anak-anak di Gaza sangat terganggu. Dan hal ini yang pada akhirnya membuat mereka sulit untuk berbicara. 

Seperti fakta yang terlihat, dunia internasional tidak mampu untuk menghentikan genosida ini, bahkan PBB yang katanya hadir untuk menjaga kedamaian dunia pun tak mampu melerainya. 

Dan yang paling parah adalah bukannya membantu rakyat Palestina dengan mengerahkan pasukan-pasukan militer justru negri-negri Muslim dunia malah berkhianat terhadap perjuangan Palestina.

Kenapa hal itu semua bisa terjadi? Karena umat Islam telah kehilangan perisai yang melindungi mereka, yaitu instusi khilafah Islamiyyah. Selama khilafah belum tegak untuk bisa menyatukan kekuatan militer dunia, selama itu pula penjajahan dan genosida masih terus terjadi.

Oleh karena itu, solusi yang paling tepat yang untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Gaza bahkan masalah yang ada di seluruh dunia terkhususnya negri Indonesia akan terselesaikan dengan adanya instusi khilafah yang memimpin dunia.

Kejahatan-kejahatan yang di Gaza harus dilawan dengan jihad fisabilillah yang dikomando oleh pemimpin umum kaum Muslim, Khalifah. 

Dan kita sebagai hamba Allah sudah seharusnya memiliki kesadaran penuh untuk memperjuangkan Islam kaffah. Hanya dengan khilafah pembebasan Palestina  terselesaikan sekaligus jalan persatuan umat Muslim di seluruh dunia dibawah satu kepemimpinan. Insya Allah


Oleh: Masitah
Aktivis Dakwah 

Opini

×
Berita Terbaru Update