Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Derita Sunyi Anak Gaza, Sampai Kapan Dunia Diam?

Selasa, 16 Juni 2026 | 07:27 WIB Last Updated 2026-06-16T00:27:13Z
TintaSiyasi.id -- Psikoterapis anak dari Norwegia, Katrin Glatz Brubakk, menyampaikan kepada BBC bahwa setiap anak Gaza mengalami trauma. Lebih dari satu juta anak telah menderita trauma parah. Salah satu dampak trauma telah menyebabkan anak-anak Gaza kehilangan kemampuan berbicara. Hal itu pun membuat tingkat stres dan dampak pada sistem saraf pada anak-anak sangat luar biasa. Reaksi dari tekanan itu berbeda di masing-masing anak. Beberapa menunjukan sikap gelisah, susah tidur, emosi, hingga berteriak. Penderitaan seperti itu bisa dideteksi. Namun, ada anak-anak yang bereaksi dengan membisu sepenuhnya. (Bbc.com, 04/06/2026) 

Derita sunyi yang dialami anak-anak Gaza hingga mereka kehilangan kemampuan bicara adalah dampak kejahatan entitas zionis yang terus menyerang, membunuh dan menghancurkan Gaza hingga hari ini. Kehilangan kemampuan bicara adalah dampak trauma berat yang dirasakan anak-anak Gaza akibat pemandangan buruk yang setiap hari mereka saksikan dan dengarkan. Sedikitnya 846 orang, yang mencakup perempuan dan anak-anak, tewas di Gaza dalam rentetan serangan Israel sejak gencatan senjata. (Detik.news, 04/06/2026) 

Hitungan angka yang sudah tidak lagi di anggap nyawa oleh dunia hingga menjadikan anak-anak sebagai korban kebiadaban Zionis. Anak yang dianggap akan meneruskan perjuangan orangtua nya menjaga tanah mereka, anak yang mempunyai sejuta mimpi di masa depan, harus kehilangan semua itu karena kebiadaban Zionis yang tak kunjung usai. Hingga kini, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 72.000 orang yang mayoritas warga sipil, dan melukai lebih dari 172.000. Jumlah yang tidak sedikit jika kita bicara nyawa manusia yang harus dijaga dan dilindungi. 

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, ini merupakan skenario genosida bagi rakyat Gaza yang dilakukan untuk menghancurkan fisik dan mental mereka terutama anak-anak sebagai generasi penerus masa depan warga Gaza. Kondisi ini pun semakin menyedihkan dengan diam nya dunia yang tidak mampu menghentikan kejahatan entitas Zionis ini, kecuali sedikit bantuan kemanusiaan dan kecaman. Disisi lain penguasa Muslim yang sangat diharapkan oleh warga Gaza bisa membantu mereka mengusir Zionis dari tanah Palestina justru melakukan pengkhianatan terhadap perjuangan Muslim Palestina. Mereka hanya mengeluarkan narasi-narasi pembelaan dari lisan mereka yang tidak sampai menyentuh hati dan pikiran mereka. Tak lupa mereka juga menitipkan doa-doa kepada para Imam untuk senantiasa mendoakan saudara mereka di Gaza.

Umat Islam kehilangan perisai yang melindungi mereka yaitu Khilafah Islam. Khilafah adalah pelindung bagi Palestina saat masa Kekhilafahan Umar Bin Khattab dan Shahuddin Al-Ayyubi. Mereka membela Palestina dengan darah kaum Muslimin. Maka hari ini, derita anak-anak Palestina harus segera diakhiri, bukan sekedar dengan terapi, tetapi negeri mereka harus dibebaskan dari penjajahan Israel dengan jihad dan Khilafah. Bukan dengan berbagai macam perundingan, perdamaian yang hanya basa basi politik bahkan semakin menyakiti saudara Muslim di Gaza. Umat Islam harus menyadari bahwa saat ini yang kita butuhkan adalah persatuan umat dan kesadaran penguasa negeri Muslim untuk mencari solusi hakiki atas permasalahan ini.

Institusi kepemimpinan global (Khilafah) adalah institusi yang tepat untuk menyatukan kekuatan militer dunia Islam. Khilafah akan berfungsi sebagai pelindung yang mampu menggerakkan tentara secara resmi untuk membebaskan Palestina dari kejahatan entitas Zionis. Islam memberikan solusi yang jelas terhadap persoalan penjajahan seperti ini, yaitu jihad sebagaimana para pendahulu kaum Muslim yaitu para syuhada yang telah berjuang untuk merebut kembali Palestina dari tangan penjajah. Jihad adalah kewajiban bagi kaum muslim untuk membebaskan saudara-saudara kita yang tertindas. Jihad bukan hanya sebuah seruan moral, melainkan langkah strategis yang wajib diambil untuk menghentikan penjajahan Zionis dan merebut kembali tanah suci dari cengkeraman mereka. Sebab, Palestina adalah tanah kharajiah (milik kaum Muslim) sampai hari kiamat. 

Untuk itu, tidak ada solusi lain dan tidak ada pilihan lain untuk menyelamatkan saudara kita di Palestina hanya dengan Jihad semata. Jihad hanya bisa dilaksanakan jika ada Khilafah. Maka, keberadaan Khilafah adalah sesuatu yang sangat diperlukan demi menyelamatkan kaum Muslim yang tertindas diberbagai belahan bumi.

Wallahua'lam Bisshawab

Oleh: Aulia Wafa
Aktivis Muslimah

Opini

×
Berita Terbaru Update