TintaSiyasi.id -- Pernyataan Kanselir Jerman Friedrich Merz yang menyebut kepemimpinan Iran telah mempermalukan Amerika Serikat (AS) ditanggapi Jurnalis Joko Prasetyo sebagai bentuk mempermalukan AS sekalian mencerminkan kepemimpinan AS di tubuh NATO juga mulai retak.
"Bukan hanya mempermalukan
Amerika Serikat, pernyataan Kanselir Jerman itu adalah pengakuan terbuka bahwa
kepemimpinan AS di tubuh NATO mulai retak dari dalam," ucapnya kepada TintaSiyasi.ID
pada Kamis (30/04/2026).
Ia menambahkan, perpecahan di
tubuh NATO dimulai AS tanpa melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum
melakukan serangan ke Iran. “Alhasil, dari perang AS dan Iran ini kaum Muslim
terutama penguasa harus menyadari lima hal penting.
"Pertama bahwa NATO mulai
retak, pernyataan Kanselir Jerman menunjukkan perpecahan Washington-Eropa,
absennya konsultasi sebelum serangan, dan krisis strategi keluar dari konflik
Iran," terangnya.
Lanjutnya yang kedua, ia menilai
terkait mitos Amerika sebagai pusat kendali dunia, bahwasanya yang runtuh bukan
sekadar wibawa tetapi mitos bahwa Amerika selalu menjadi pemimpin yang tak
tergantikan.
"Ketiga soal ironi dunia
Islam yang masih menggantungkan keamanan, ekonomi, dan arah politik pada
kekuatan yang sedang dipertanyakan oleh sekutunya sendiri," ungkapnya.
Adapun keempat, pria yang akrab
disapa om Joy ini menekankan jika ketergantungan pada AS bukan jalan
keselamatan, ketergantungan pada AS adalah pintu menuju ketergantungan yang
rapuh, mudah runtuh, dan berisiko besar.
"Sehingga kelima terkait
momentum kesadaran, saatnya para penguasa negeri-negeri Muslim melepaskan ilusi
dan membangun kemandirian politik, ekonomi, serta strategi umat,"
jelasnya.
"Dan disebutkan di dalam Al-Qur’an
surah Hud ayat 113, ‘Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang zalim
yang menyebabkan kamu disentuh api neraka.’," bebernya.
Lebih lanjut, ia memandang, jika
sekutu terdekat sudah mulai meragukan AS, masihkah logis menggantingkan nasib
umat pada sebuah kekuatan yang sedang goyah.
"Setiap keputusan politik
bukan hanya dipertanggungjawabkan di hadapan manusia, tetapi juga dihadapan
Allag Swt.,” serunya.
“Jangan tertipu oleh kekuatan
yang mulai retak dari dalam, sejarah membuktikan yang runtuh bukan karena
diserang, tetapi karena kehilangan pijakan," tutupnya.[] Taufan