Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kanselir Jerman Sebut Iran Permalukan AS, Jurnalis: NATO Mulai Retak

Jumat, 01 Mei 2026 | 15:18 WIB Last Updated 2026-05-01T08:18:15Z

TintaSiyasi.id -- Pernyataan Kanselir Jerman Friedrich Merz yang menyebut kepemimpinan Iran telah mempermalukan Amerika Serikat (AS) ditanggapi Jurnalis Joko Prasetyo sebagai bentuk mempermalukan AS sekalian mencerminkan kepemimpinan AS di tubuh NATO juga mulai retak.

 

"Bukan hanya mempermalukan Amerika Serikat, pernyataan Kanselir Jerman itu adalah pengakuan terbuka bahwa kepemimpinan AS di tubuh NATO mulai retak dari dalam," ucapnya kepada TintaSiyasi.ID pada Kamis (30/04/2026).

 

Ia menambahkan, perpecahan di tubuh NATO dimulai AS tanpa melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum melakukan serangan ke Iran. “Alhasil, dari perang AS dan Iran ini kaum Muslim terutama penguasa harus menyadari lima hal penting.

 

"Pertama bahwa NATO mulai retak, pernyataan Kanselir Jerman menunjukkan perpecahan Washington-Eropa, absennya konsultasi sebelum serangan, dan krisis strategi keluar dari konflik Iran," terangnya.

 

Lanjutnya yang kedua, ia menilai terkait mitos Amerika sebagai pusat kendali dunia, bahwasanya yang runtuh bukan sekadar wibawa tetapi mitos bahwa Amerika selalu menjadi pemimpin yang tak tergantikan.

 

"Ketiga soal ironi dunia Islam yang masih menggantungkan keamanan, ekonomi, dan arah politik pada kekuatan yang sedang dipertanyakan oleh sekutunya sendiri," ungkapnya.

 

Adapun keempat, pria yang akrab disapa om Joy ini menekankan jika ketergantungan pada AS bukan jalan keselamatan, ketergantungan pada AS adalah pintu menuju ketergantungan yang rapuh, mudah runtuh, dan berisiko besar.

 

"Sehingga kelima terkait momentum kesadaran, saatnya para penguasa negeri-negeri Muslim melepaskan ilusi dan membangun kemandirian politik, ekonomi, serta strategi umat," jelasnya.

 

"Dan disebutkan di dalam Al-Qur’an surah Hud ayat 113, ‘Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka.’," bebernya.

 

Lebih lanjut, ia memandang, jika sekutu terdekat sudah mulai meragukan AS, masihkah logis menggantingkan nasib umat pada sebuah kekuatan yang sedang goyah.

 

"Setiap keputusan politik bukan hanya dipertanggungjawabkan di hadapan manusia, tetapi juga dihadapan Allag Swt.,” serunya.

 

“Jangan tertipu oleh kekuatan yang mulai retak dari dalam, sejarah membuktikan yang runtuh bukan karena diserang, tetapi karena kehilangan pijakan," tutupnya.[] Taufan

Opini

×
Berita Terbaru Update