Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Soal Kasus Pelecehan Seksual UI, UIY: Cerminan Masyarakat Mutakhir Ini Hari

Minggu, 26 April 2026 | 22:25 WIB Last Updated 2026-04-26T15:25:46Z

TintaSiyasi.id -- Merespons dugaan pelecehan verbal yang dilakukan 16 mahasiswa Universitas Indonesia, Cendekiawan Muslim Ustaz Ismail Yusanto, mengatakan ini cerminan dari situasi Masyarakat mutakhir ini hari.

"Pertama saya kira ini cerminan dari situasi masyarakat mutakhir ini hari, di mana kita ini berada pada situasi atau kondisi dengan perangkat teknologi komunikasi yang begitu rupa canggih. Dulu tak terbayang kita ini bisa berkomunikasi secara bersama, secara serempak melalui sebuah platform sebagaimana yang kita saksikan grup WhatsApp," ungkapnya di acara Parah Pelecehan Seksual di Kampus! Akun YouTube UIY Official, Jumat (24/4/2026).

Ia melanjutkan, dengan keterbukaan ruang ekspresi menjadi begitu terbuka tetapi sekaligus juga merasa secret atau merasa secure, lebih tepatnya merasa aman karena grup terbatas tetapi justru disitu letak bolongnya pendidikan. 

Karena jika pendidikan itu berhasil, lanjut dia, sebesar apapun kesempatan dia tidak akan melakukan itu (pelecehan verbal). Ini menunjukkan ada persoalan serius di dunia pendidikan. Di mana pendidikan ini tak mampu membentuk generasi dengan kepribadian atau karakter yang baik.

"Kalau candaan anak muda, yang dicandain enggak marah, institusi enggak marah, kalau betul ini candaan, dan teman sebayanya bisa mengerti, faktanya teman sebayanya marah, yang dibully marah. Ini bukan candaan, sudah melampaui garis toleransi itu menurut saya. Ini justru indikasi ada masalah besar di dalam dunia pendidikan kita yang tadi saya ingin mengulangi yaitu rapuhnya karakter atau kepribadian," cecarnya. 

Sehingga, ia menjelaskan, apa yang terjadi hari ini dampak dari kebebasan, liberalisme. Liberalisme itu cepat atau lambat pasti makan korban termasuk ke wanita sendiri. Jadi ketika Islam itu menata perempuan itu begini-begini, laki terhadap perempuan begini, itu sebenarnya sedang menjaga mereka untuk tidak menjadi korban. Korban terkait dengan harta, kehormatan. Karena itu aneh kalau mereka mengatakan aturan Islam membelenggu.

"Membelenggu apa? ketika kita itu naik kendaraan pakai seatbelt untuk apa untuk supaya kita aman membelenggu ya pasti membelenggu tapi untuk keamanan gitu," jelasnya. 

Ia menekankan, masing-masing seorang muslim harus mengerti untuk menjaga lisan, 

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَــــيْرًا أَوْ لِيَـصـــمُــتْ 

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” [HR Bukhari]

"Jadi ketimbang ngomong jelek, mending diam, ketimbang nulis yang enggak bagus itu kan nulis diam, nah itu kan proses pengendalian. Mengendalikan jarinya, handphone-nya. Jadi di situ yang kita sebut sebagai rapuhnya akhlak itu," tandasnya. [] Alfia

Opini

×
Berita Terbaru Update