Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Perjanjian Kerjasama Militer AS-RI, Seperti Menyerahkan Kunci Rumah?

Jumat, 17 April 2026 | 10:53 WIB Last Updated 2026-04-17T03:53:24Z

TintaSiyasi.id -- Menanggapi kesepakatan kerjasama bidang pertahanan militer yang antara Amerika Serikat dengan Indonesia, Direktur Indonesia Justice Monitor Agung Wisnuwardana, mengatakan, seperti menyerahkan kunci rumah. 

"Ini bukan lagi kerja sama, ini adalah penyerahan kunci rumah," ujarnya di akun TikTok agung.wisnuwardana, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin baru saja dari Pentagon, ada status baru bernama MDCP kemitraan pertahanan utama dengan Amerika. Memang dokumen proposal Amerika Serikat yaitu Blanket overflight yang viral itu belum ditandatangani, tetapi ini alarm keras kedaulatan Indonesia.

"Sekarang lihat bahayanya Amerika Serikat meminta sistem notifikasi bukan lagi permohonan izin, bayangkan pesawat tempur asing bisa lewat hanya dengan memberitahu tanpa kita bisa bilang tidak secara instan," tambahnya. 

Ia mengatakan, ada istilah operasi kontijensi di tengah perang Amerika Serikat - Israel melawan Iran saat ini. Jika langit Indonesia dipakai sebagai jalur serangan, Indonesia bisa dianggap sebagai co-belligerent atau pihak yang terlibat perang, dan bisa jadi target serangan balasan yang sebenarnya Indonesia punya masalah besar sejak awal.

"Arah kebijakan kita sudah salah kenapa pertahankan Indonesia harus bergantung pada Amerika? Seharusnya sejak awal Indonesia tidak ikut arus modernisasi Alutsista ala Amerika," sesalnya. 

Ia mengingatkan, realitasnya jelas, negara yang bergantung pada Amerika tidak akan pernah benar-benar berdaulat.

"Hari ini kita beli senjata dari mereka, besok kita bergantung teknologi dan suk, cadang, lusa kita dikunci dalam sistem mereka, ini bukan kerja sama, ini penjajahan gaya baru," cecarnya. 

Padahal, katanya, Indonesia itu kaya sumber daya, SDM ada, SDA melimpah, posisi strategis dunia luar biasa, kalau serius kita bisa bangun kekuatan militer dan pertahanan dengan mandiri bukan jadi pasar senjata dan objek tekanan politik.

Dia menjelaskan, dalam Islam, menjaga kedaulatan itu wajib. Negeri kaum Muslim tidak boleh dikuasai atau dipengaruhi penjajah dan sejarah membuktikan, selama memakai sistem kapitalisme global, negeri ini akan terus bergantung pada kekuatan asing.

Sehingga, ia menjelaskan, solusinya bukan tambal sulam tetapi perubahan sistem, Indonesia ini negeri strategis, Indonesia juga kaya sumber daya, Indonesia juga bisa jadi adidaya baru dunia.

"Tetapi hanya jika dibangun dengan Islam ideologi yang mandiri, berdaulat dan tidak tunduk pada Barat, disinilah pentingnya sistem khilāfah yang menyatukan kekuatan umat dan membebaskan dari dominasi global," pungkasnya.[] Alfia

Opini

×
Berita Terbaru Update