Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Inilah Alasan Kenapa Umat Islam Hari Ini Lemah

Jumat, 17 April 2026 | 10:56 WIB Last Updated 2026-04-17T03:57:00Z

TintaSiyasi.id -- Direktur Indonesia Justice Monitor Agung Wisnuwardana, menjelaskan alasan kenapa umat Islam hari ini lemah.

"Inilah alasan kenapa umat Islam hari ini lemah, karena titik nadi perdagangan dan pertahanan dunia ini dikuasai oleh kepentingan asing dan penguasa penghianat," ungkapnya di akun TikTok agung.wisnuwardana, Rabu (15/4/2026).

Ia memaparkan, February 2026 Trump meluncurkan serangan besar-besaran ke Iran targetnya memaksa Iran mengubah dari negara satelit menjadi negara pengikut penuh Amerika Serikat dalam tempo 4 hari melalui serangan kilat yang membunuh pimpinan puncaknya. 

"Tetapi Amerika salah hitung, mereka mengira dengan dibunuhnya Ayatollah Ali Khamenei, Iran akan tunduk, yang terjadi bukannya menyerah, garda revolusi Iran IRCG justru melawan balik dengan serangan rudal dahsyat ke pangkalan Amerika Serikat dan entitas Zionis Yahudi," ungkapnya. 

Akhirnya, kata ia gencatan senjata pun disepakati Amerika dan Iran masuk meja perundingan tingkat tinggi, tetapi perundingan di Pakistan yang dihadiri langsung oleh Wapres Amerika Serikat James David Vance berakhir deadlock, Amerika kini frustasi dan mengancam akan memblokade Selat Hormuz.

"Kenapa deadlock? Karena Amerika Serikat memaksakan 15 poin rencana damai yang isinya adalah dokumen penyerahan diri yang memaksa Iran tanpa pilihan. Trump menuntut Iran hapus total nuklir, serahkan uranium ke badan atom internasional, dan tinggalkan seluruh sekutu regionalnya," paparnya.

Lanjut, ia menjelaskan, Iran menolak dan memberikan 5 syarat tandingan termasuk ganti rugi perang, disaat yang sama, entitas Zionis Yahudi memanfaatkan celah ini untuk menyerang Lebanon Selatan, mencoba mencaplok wilayah hingga ke sungai Litani. 

Parahnya, ada indikasi penghianatan dari dalam rezim Iran yang diajak bicara diam-diam oleh Trump agar Amerika Serikat selamat asalkan mau tunduk pada Amerika Serikat. 

"Blokade Selat Hormuz adalah ancaman bagi dunia, tetapi Selat Hormuz, Selat Malaka, Terusan Suez, Bab al-Mandab, dulu adalah wilayah dalam kendali penuh Khilāfah Islamiah," jelasnya.

Ia mengatakan, sejarah membuktikan hanya kekuatan khilafah yang akan mampu memukul mundur pasukan Amerika hingga melintasi Atlantik dengan penuh kehinaan.

"Dan hanya khilafah negeri-negeri dan tanah-tanah kaum muslimin akan mampu dilindungi, ingatlah potensi dunia Islam itu luar biasa, hampir 48 persen cadangan minyak dunia ada di negeri muslim, sekitar 30 persen produksi minyak dunia juga dari sana, militer ada, sumber daya ada, letak strategis sangat kuat. Tetapi kenapa lemah? Karena tunduk pada Barat, karena tergantung pada penguasa yang tidak mandiri," paparnya.

Ia mengungkapkan, Iran bukan representasi umat Islam. "Buktinya isu Palestina bahkan tidak jadi fokus dalam perundingan, kunci kekuatan dunia bukan di Washingtonh tetapi pada persatuan umat untuk mengembalikan khilāfah yang akan menjaga jalur strategis ini dari intimidasi siapapun," terangnya. 

Sehingga, ia mengaskan, jangan pernah berharap pada penguasa yang hanya mementingkan kursi. Hanya persatuan umat Islam dibawah khilāfah Rasyidah yang punya nyali baja untuk mengusir pangkalan Amerika dan membebaskan Palestina dan negeri-negeri muslim lainnya sepenuhnya.

"Saatnya sadar geopolitik hari ini membuktikan bahwa diplomasi palsu tidak akan pernah memerdekakan kita," pungkasnya.[] Alfia

Opini

×
Berita Terbaru Update