Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Penjara Kebiadaban ala Israel

Kamis, 30 April 2026 | 19:13 WIB Last Updated 2026-04-30T12:13:24Z
Tintasiyasi.id.com -- Ribuan warga Palestina melakukan aksi turun ke jalan dalam rangka hari tahanan Palestina. Mereka memandang nasib ribuan tahanan yang masih berada di dalam penjara Israel. Massa juga menolak kebijakan hukuman mati bagi tahanan Palestina yang dinilai kontoversial (www.antaranews.com, 17/04/26).

Sementara itu, dikutip dari WAFA sebanyak 15 tahanan Palestina dibebaskan dalam kondisi tampak kelelahan, kurus kering dan memiliki beberapa bekas luka. Menurut angka resmi Palestina, lebih dari 9.600 warga Palestina saat ini ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk 90 wanita dan 350 anak-anak (www.voi.com, 27/04/26).

HAM Bukan Solusi Penjajahan

Entah akan berakhir kapan, duka Palestina dapat dihentikan. Mirisnya, tak ada satupun pemimpin di negara muslim yang bergerak dan mampu mengehentikan kebiadaban Israel terhadap Palestina. Seakan mereka merestui, penjajahan dan kekejaman zionis Israel terus berlangsung.

Beberapa diantara pemimpin negeri muslim bahkan hanya berani pada sebatas menyumbang kecaman atau bantuan, namun enggan melawan penjajah dan masih bercengkrama baik dengan barat. Padahal, penjajahan Palestina merupakan proyek imperialisme global yang ditopang penuh oleh kapitalisme barat.

Di sisi lain, Sistem hukum internasional dan lembaga-lembaga seperti PBB, ibarat instrumen yang tidak mampu dan tidak mau melindungi umat Islam yang terjajah. HAM yang selalu dinarasikan barat pun, bagi umat Islam selalu berstandar ganda. Seakan HAM tidak berlaku untuk kaum muslimin.

Maka, sepatutnya seluruh umat Islam menyadari, bahwa penjajahan atas Palestina bukan sekadar pelanggaran HAM. melainkan ketiadaan pelindung (junnah) bagi umat Islam yakni Khilafah Islamiyyah. 

Posisi umat Islam begitu hina dan hidup penuh kesengsaraan tanpa adanya institusi yang memuliakan Islam. Jadi, sangatlah wajar, jika hegemoni Barat, berhasil mencengkram palestina dengan begitu erat dan jahat.

Khilafah dan Jihad Solusi Hakiki

Atas dasar inilah, umat Islam wajib membangun kesadaran ideologis bahwa persoalan Palestina adalah qodhiyyah islamiyyah (persoalan Islam), bukan sebatas isu kemanusiaan atau nasionalisme. Sehingga, kepedulian terhadapnya harus didasari dari akidah, bukan hanya empati sesaat.

Seluruh umat Islam terutama pada pemimpin negeri-negeri muslim tidak layak berdiam diri, berdiplomasi, atau menyerahkan masalah ini pada PBB semata, melainkan harus menyuarakan solusi jihad. Sebagaimana dulu di masa kekhalifahan Islam. 

Saat itu, gubernur Shalahuddin Al Ayyubi memilih berjuang melawan pasukan salib dalam medan perang jihad fisabilillah, hingga Allah memberi kemenangan dan Palestina berhasil direbut kembali olehnya.

Keberadaan khilafah, akan mendorong para pemimpin umat mau bergerak maju menebas kedzaliman, penindasan, atau penjajahan yang dilakukan mereka para musuh Islam kepada umat Islam. 

Kaum muslimin pun dipersatukan dalam aturan, perasaan dan pemahaman yang samakan serta seorang Khalifah memiliki kewajiban untuk senantiasa memberikan jaminan perlindungan harta, nyawa dan agama kepada umat Islam yang tinggal dalam wilayah daulah.

Dengan demikiam, solusi tuntas pembebasan Palestina hanya akan terwujud melaui tegaknya Khilafah Islamiyyah. Khilafah merupakan satu-satunya institusi yang memiliki kewenangan, kekuatan, dan kewajiban syar'i untuk mengerahkan pasukan jihad membebaskan Palestina. 

Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya Imam/Khalifah adalah perisai (junnah), orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung". (HR.Bukhari Muslim). Wallahu a'lam bishshawwab.[]

Oleh: Essy Rosaline Suhendi (Aktivis Muslimah Karawang)

Opini

×
Berita Terbaru Update